Tim Sparta Amankan 7 Muda-Mudi Pesta Miras di Taman Kampus ISI Solo
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Opor - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pola makan yang tidak terkontrol saat merayakan Idulfitri berisiko memicu lonjakan kadar gula darah hingga kolesterol tinggi bagi masyarakat.
Dokter Spesialis Gizi Klinik Eka Hospital Pluit, Nany Leksokumoro, mengingatkan individu dengan riwayat penyakit diabetes dan hipertensi agar lebih waspada dalam mengasup hidangan Lebaran.
Nany mengatakan konsumsi hidangan khas Lebaran seperti opor ayam, rendang, dan kue kering sah-sah saja dilakukan selama tidak berlebihan dan tetap memperhatikan keseimbangan nutrisi. Kendati demikian, banyak masyarakat kerap mengabaikan prinsip gizi seimbang saat Lebaran karena cenderung mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak tanpa diimbangi asupan serat, protein, serta vitamin yang cukup.
"Tidak sedikit orang yang akhirnya mengalami kenaikan berat badan, gangguan pencernaan, hingga lonjakan kadar gula dan kolesterol setelah Lebaran," ujarnya katanya, Sabtu (22/3/2026).
Oleh karena itu, kata Nany, penting untuk memperhatikan pola makan dengan gizi seimbang saat Lebaran. Nany menjelaskan, gizi seimbang mencakup pemenuhan karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan cairan sesuai kebutuhan tubuh.
Masyarakat disarankan memilih sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang, atau roti gandum agar rasa kenyang bertahan lebih lama. Selain itu, asupan protein berkualitas dari ayam tanpa kulit, ikan, telur, tahu, dan tempe juga diperlukan untuk menjaga massa otot dan mengontrol rasa lapar.
Kemudian, kebutuhan lemak tetap harus dipenuhi dengan memilih sumber lemak sehat seperti alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun. Lebih lanjut, konsumsi sayur dan buah sebagai sumber serat dinilai penting untuk membantu sistem pencernaan, terutama saat mengonsumsi makanan bersantan. Kecukupan cairan juga perlu diperhatikan agar tubuh tetap terhidrasi.
“Sering kali kita terlalu fokus sama makanan enaknya, tapi lupa tubuh juga butuh serat, protein, dan vitamin,” jelas Nany.
Dalam mengatur pola makan, dia menyarankan agar masyarakat tidak menunda waktu makan guna menghindari konsumsi berlebihan. Pengambilan porsi kecil di awal, membatasi konsumsi makanan manis dan minuman tinggi gula, serta menyeimbangkan hidangan bersantan dengan sayur dan buah menjadi langkah yang dapat dilakukan.
"Intinya, makan secukupnya, nikmati momennya, tapi tetap ada pengendalian diri dalam mengasup makanan saat Lebaran,” ujarnya.
Nany juga menekankan pentingnya aktivitas fisik ringan, seperti berjalan santai setelah makan, untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap bugar selama perayaan Lebaran. Menjaga pola makan saat Lebaran juga sangat dianjurkan bagi individu dengan riwayat penyakit seperti diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi.
Pasalnya, mereka lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat pola makan yang tidak terkontrol. “Tidak perlu terlalu ketat, yang penting tetap seimbang dan tidak berlebihan," ujar Nany.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.