Advertisement

10 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Tidur

Maya Herawati
Jum'at, 13 Maret 2026 - 22:07 WIB
Maya Herawati
10 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Tidur Cemilan keripik / StockCake (Foto oleh AI)

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Memilih makanan sebelum tidur ternyata berpengaruh pada kualitas istirahat malam. Sejumlah ahli gizi menyarankan untuk menghindari makanan tertentu sebelum tidur karena dapat memicu gangguan tidur, masalah pencernaan, hingga peningkatan asam lambung.

Memberi waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan sebelum berbaring merupakan salah satu kebiasaan penting dalam pola makan sehat. Mengonsumsi makanan terlalu larut dapat membuat perut terasa penuh dan tidak nyaman saat mencoba terlelap. Namun dalam kondisi tertentu, seperti setelah aktivitas yang panjang atau ketika rasa lapar muncul di malam hari, sebagian orang tetap makan sebelum tidur.

Advertisement

Para ahli, seperti dikutip dari Eatingwell, Jumat (13/3/2026) menyebut tidak semua makanan cocok dikonsumsi menjelang waktu tidur. Beberapa jenis makanan bahkan dapat memengaruhi kualitas tidur karena memicu gangguan pencernaan, meningkatkan kadar gula darah, atau merangsang sistem saraf sehingga tubuh lebih sulit beristirahat.

Berikut beberapa makanan sebelum tidur yang sebaiknya dihindari karena berpotensi mengganggu kualitas tidur menurut ahli diet.

Tomat

Tomat dan makanan yang bersifat asam dapat memicu rasa tidak nyaman pada orang yang memiliki masalah asam lambung.

"Bagi mereka yang memiliki masalah asam lambung, tomat dan makanan asam lainnya dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan di kerongkongan saat Anda berbaring," kata Kelly Jones, M.S., RD.

Karena itu, tomat sebaiknya dikonsumsi lebih awal pada siang hari dan dipadukan dengan makanan lain yang tidak bersifat asam.

Cheeseburger

Cheeseburger mengandung lemak jenuh yang tinggi sehingga dapat memperlambat proses pengosongan lambung.

Ketika tubuh fokus pada proses pencernaan makanan berat, sistem tubuh akan bekerja lebih aktif sehingga dapat mengganggu proses tidur yang seharusnya membuat tubuh beristirahat.

Donat

Donat termasuk makanan yang digoreng dan tinggi gula sehingga berpotensi memicu gangguan pencernaan serta lonjakan kadar gula darah.

Sebagai alternatif camilan manis di malam hari, sumber gula alami seperti buah segar atau minuman herbal tanpa kafein dapat menjadi pilihan yang lebih sehat.

Cokelat

Tidak banyak yang menyadari bahwa cokelat mengandung kafein yang dapat memengaruhi kualitas tidur.

Meskipun cokelat hitam dikenal kaya antioksidan, kandungan kafein di dalamnya relatif lebih tinggi sehingga berpotensi membuat seseorang tetap terjaga jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur.

Buah Kering

Buah kering mengandung gula alami dan serat dalam jumlah cukup tinggi. Mengonsumsi serat dalam jumlah besar secara tiba-tiba pada malam hari dapat memicu gas dan kembung. Sebagai alternatif, buah segar seperti apel atau beri dapat dipilih karena juga membantu memberikan hidrasi.

Makanan Pedas

Makanan pedas dapat memicu peningkatan asam lambung dan memperburuk gejala gangguan pencernaan seperti irritable bowel syndrome (IBS).

Bagi orang yang memiliki perut sensitif, makanan pedas pada malam hari sebaiknya dihindari agar tidak mengganggu waktu istirahat.

Pizza

Pizza sering dianggap sebagai makanan praktis, tetapi kombinasi saus tomat yang asam, keju tinggi lemak, dan roti olahan dapat membuat tubuh bekerja lebih keras untuk mencerna makanan tersebut.

Jika harus mengonsumsi pizza pada malam hari, pilihan roti tipis dari gandum utuh dengan saus dan keju yang lebih sedikit dapat menjadi alternatif yang lebih ringan.

Steak

Steak merupakan makanan tinggi protein yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.

Apalagi jika dikonsumsi dalam porsi besar, makanan ini dapat membuat perut terasa terlalu penuh sehingga berpotensi mengganggu kenyamanan saat tidur.

Sereal Tinggi Gula

Karbohidrat kompleks seperti oatmeal sebenarnya dapat membantu kualitas tidur. Namun sereal dengan kandungan gula tambahan tinggi justru dapat merangsang aktivitas otak sehingga membuat tubuh tetap terjaga.

Memilih sereal dengan kandungan gula rendah dan serat tinggi dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.

Keripik

Penelitian menunjukkan bahwa makanan tinggi lemak jenuh dan rendah serat, seperti keripik kemasan, berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih buruk.

Jika menginginkan camilan renyah pada malam hari, popcorn buatan sendiri tanpa tambahan bumbu instan berlebihan dapat menjadi pilihan yang lebih sehat.

Memperhatikan jenis makanan sebelum tidur dapat membantu tubuh memperoleh waktu istirahat yang lebih berkualitas, terutama jika dipadukan dengan pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, serta kebiasaan tidur yang konsisten setiap hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Eatingwell

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Polri Diminta Usut Tuntas

Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Polri Diminta Usut Tuntas

News
| Jum'at, 13 Maret 2026, 22:37 WIB

Advertisement

InJourney Siapkan Agenda Wisata Sambut Libur Lebaran

InJourney Siapkan Agenda Wisata Sambut Libur Lebaran

Wisata
| Kamis, 12 Maret 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement