Rupiah Bangkit ke Rp17.950 per Dolar AS, Keluar dari Level Rp18.000
Rupiah menguat 0,55% ke Rp17.950 per dolar AS pada perdagangan 10 Juni 2026. Kenaikan BI Rate menjadi 5,50% menjadi pendorong utama penguatan.
Ilustrasi perempuan tidak bahagia - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Perempuan mandiri sering mendapat stigma: lebih sulit mendapatkan pasangan. Anggapan ini beredar luas di masyarakat. Namun jangan salah, sikap mandiri sebenarnya bukan kelemahan.
Dalam banyak kasus, justru menjadi benteng yang membuat seseorang lebih selektif dan berhati-hati dalam membangun hubungan. Bukan karena tidak laku, tapi karena tidak mau asal pilih. Berikut sejumlah faktor yang membuat perempuan mandiri kerap dianggap sulit berpasangan, yang disarikan dari berbagai sumber:
1. Terbiasa Mengandalkan Diri Sendiri
Perempuan mandiri sudah terbiasa menjadi solusi atas masalahnya sendiri. Tanpa melibatkan orang lain. Kebiasaan ini membuat mereka jarang membuka ruang bagi pasangan untuk ikut berperan dalam hidupnya. Padahal, hubungan yang sehat perlu ada ruang saling melengkapi.
2. Enggan Merepotkan Orang Lain
Mentalitas “jangan repotin orang” sangat kuat. Mereka merasa tidak perlu meminta bantuan karena bisa menyelesaikan semuanya sendiri. Efeknya, pasangan bisa merasa tidak dibutuhkan. Padahal dalam hubungan, rasa “diperlukan” adalah salah satu pilar kedekatan.
3. Memiliki Standar yang Tinggi
Bukan tanpa alasan. Standar tinggi lahir dari pengalaman dan pemahaman diri yang matang. Mereka tahu apa yang diinginkan dan tidak mau kompromi pada hal-hal prinsipil. Konsekuensinya, proses mencari pasangan bisa lebih lama dan lebih selektif. Tapi ini bukan kerugian, karena kualitas lebih penting dari kuantitas.
4. Merasa Sudah Utuh Tanpa Pasangan
Ini mungkin yang paling mengejutkan bagi sebagian orang. Perempuan mandiri sering merasa bahagia dan cukup meski tanpa hubungan romantis. Mereka tidak menjadikan pasangan sebagai kebutuhan utama. Kebahagiaan sudah ditemukan dari karier, hobi, pertemanan, dan pencapaian pribadi. Pasangan bukan pelengkap yang wajib ada, tapi bonus.
5. Teguh pada Prinsip
Sikap tegas dan berpegang pada prinsip memang membuat mereka sulit berkompromi pada hal-hal kecil. Namun hubungan yang sehat membutuhkan kemampuan saling menyesuaikan. Bukan berarti tidak bisa kompromi, tetapi mereka tidak mau kehilangan jati diri hanya demi mempertahankan hubungan.
Jadi, menjadi mandiri bukanlah hambatan untuk menjalin hubungan. Justru modal besar. Perempuan mandiri tahu batasan, tahu nilai dirinya, dan tidak akan terjebak dalam hubungan toksik. Selama diimbangi dengan keterbukaan dan komunikasi yang baik, kemandirian adalah fondasi yang kokoh untuk hubungan yang lebih sehat dan setara.
Jadi, para perempuan mandiri, jangan pernah berkecil hati. Pasangan yang tepat akan menghargai kemandirian Anda sebagai kekuatan, bukan ancaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah menguat 0,55% ke Rp17.950 per dolar AS pada perdagangan 10 Juni 2026. Kenaikan BI Rate menjadi 5,50% menjadi pendorong utama penguatan.
PDAM Sleman jamin pasokan air bersih saat libur sekolah 2026 untuk hingga 450 ribu wisatawan, sekaligus antisipasi kemarau.
DIY kekurangan dokter paru, baru 37 dari kebutuhan 160. Akses layanan pasien terhambat, fasilitas kesehatan jadi sorotan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 11 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Operasi gabungan di Bantul amankan 1.560 batang rokok ilegal. Imogiri jadi lokasi temuan terbesar.
Job Fair Jogja 2026 hadirkan 1.671 lowongan dari 43 perusahaan. Pemda DIY dorong generasi muda siap kerja global.