Sering Menahan BAB di Pagi Hari Ini Dampaknya
Sulit BAB pagi hari bisa diatasi dengan kebiasaan sederhana seperti bangun lebih awal, napas dalam, dan minum air hangat.
Foto ilustrasi muffin
Harianjogja.com, MARYLAND—Fenomena hasil positif palsu tes narkoba menjadi perhatian dalam dunia medis karena dapat terjadi akibat konsumsi makanan tertentu, termasuk muffin dengan biji poppy atau biji khas khas. Kondisi ini berpotensi memengaruhi hasil drug screening yang kini semakin banyak digunakan dalam proses rekrutmen profesional maupun prosedur pemeriksaan hukum.
Dalam praktik laboratorium modern, pemeriksaan tes narkoba dirancang sangat sensitif untuk mendeteksi jejak senyawa tertentu dalam tubuh. Sensitivitas ini membuat sejumlah faktor eksternal, termasuk pola konsumsi makanan, dapat memengaruhi hasil skrining awal yang dilakukan melalui sampel urine. Salah satu kasus yang cukup sering dibahas dalam literatur medis adalah hasil positif palsu setelah seseorang mengonsumsi biji poppy (poppy seeds).
Sumber Kontaminasi Opium pada Biji Poppy
Dr. Kunal Sood, seorang spesialis Anestesiologi dan Kedokteran Nyeri Intervensional asal Maryland, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa biji poppy berasal dari tanaman Papaver somniferum atau opium poppy. Meski bijinya sendiri tidak memproduksi opioid, proses pemanenan dapat menyebabkan kontaminasi senyawa tertentu dari tanaman tersebut.
"Biji poppy dapat terlapisi oleh residu lateks dari tanaman induk yang mengandung morfin dan kodein," jelas Dr. Sood dalam edukasi medisnya, seperti dikutip dari Hindustan Times, Senin (9/3/2026).
Secara farmakologis, derivat opium diketahui mencakup sejumlah senyawa kuat yang digunakan dalam bidang medis maupun memiliki potensi penyalahgunaan, di antaranya:
Sensitivitas Alat Skrining Modern
Permasalahan utama dalam kasus ini berkaitan dengan ambang batas (cutoff level) alat tes urine modern yang dirancang sangat sensitif. Alat skrining awal biasanya mampu mendeteksi keberadaan senyawa opioid dalam jumlah sangat kecil, bahkan pada tingkat mikroskopis.
Berdasarkan sejumlah studi toksikologi, jejak opiat yang berasal dari konsumsi biji poppy dapat terdeteksi dalam urine selama sekitar 24 hingga 48 jam setelah dikonsumsi. Lama deteksi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
Secara medis, konsumsi produk roti seperti muffin biji poppy tidak akan menimbulkan efek intoksikasi atau kondisi “mabuk”. Hal ini karena kadar opium yang mungkin menempel pada permukaan biji poppy berada jauh di bawah dosis yang dapat memicu efek psikoaktif pada tubuh manusia.
Tantangan utama muncul pada tahap skrining awal karena alat uji tersebut tidak mampu membedakan apakah paparan opioid berasal dari konsumsi makanan, penggunaan obat resep legal, atau penyalahgunaan zat terlarang. Oleh sebab itu, untuk memastikan hasil yang akurat biasanya diperlukan tes konfirmasi lanjutan menggunakan metode Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) yang memiliki tingkat spesifisitas lebih tinggi.
Disclaimer:
Penjelasan medis ini disampaikan sebagai bagian dari edukasi kesehatan. Bagi individu yang dijadwalkan menjalani tes narkoba resmi, para ahli menyarankan untuk menghindari konsumsi makanan yang mengandung biji poppy setidaknya selama 48 jam sebelum pemeriksaan guna meminimalkan potensi munculnya hasil positif palsu tes narkoba yang dapat menimbulkan konsekuensi administratif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Hindustan Times
Sulit BAB pagi hari bisa diatasi dengan kebiasaan sederhana seperti bangun lebih awal, napas dalam, dan minum air hangat.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.