AI Ancam Sejumlah Profesi, Ini Jurusan Kuliah Paling Rentan
AI diperkirakan mengubah dunia kerja secara besar-besaran. Akuntansi, komunikasi, pemasaran, dan desain grafis menjadi jurusan yang dinilai paling rentan terdam
Foto ilustrasi kekerasan pada anak-anak, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA— Kasus kekerasan dan penelantaran di tempat penitipan anak (daycare) dalam lima tahun (2020-2025) terakhir menjadi peringatan serius bagi orang tua. Sejumlah kejadian viral di berbagai kota menunjukkan pola berulang: pengawasan lemah, standar pengasuhan minim, hingga pelaku yang justru berasal dari pengasuh sendiri.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa tidak semua daycare aman bagi anak, terutama balita usia 1–4 tahun yang belum mampu mengungkapkan apa yang dialami. Berikut Harian Jogja sajikan rangkuman lima kasus yang sempat menyita perhatian publik dari berbagai sumber:
1. Pekanbaru (2024): Disiksa dan Dilakban
Kasus di Pekanbaru menjadi salah satu yang paling mengerikan. Seorang balita diduga mengalami penyiksaan, mulai dari mulut dan kaki dilakban hingga dikunci di kursi. Video yang beredar memperlihatkan anak tidak diberi makan dan minum. Pemilik dan pengasuh daycare ditetapkan sebagai tersangka setelah dilaporkan orang tua korban.
2. Depok (2023): CCTV Bongkar Kekerasan
Di Depok, kasus mencuat setelah rekaman CCTV menunjukkan penganiayaan terhadap balita. Pemilik daycare divonis satu tahun penjara dan diwajibkan membayar restitusi Rp300 juta. Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan hukuman finansial besar, meski dinilai belum sebanding dengan dampak trauma anak.
3. Jakarta Timur (2022): Lebam dan Trauma
Kasus di Jakarta Timur menunjukkan pola berbeda. Orang tua menemukan anak pulang dengan luka lebam dan perubahan perilaku signifikan. Anak menjadi takut dan menolak kembali ke daycare, menandakan trauma psikologis yang serius.
4. Surabaya (2021): Kelalaian Berujung Sakit
Di Surabaya, seorang bayi mengalami kondisi kesehatan serius akibat kurangnya pengawasan. Pengasuh terlambat merespons gejala bahaya, memperlihatkan lemahnya sistem deteksi dini di daycare.
5. Tangerang (2020): Penelantaran dan Fasilitas Buruk
Kasus di Tangerang menyoroti fasilitas tidak layak dan minimnya perhatian terhadap kebutuhan dasar anak. Peristiwa ini memicu tuntutan agar pemerintah memperketat standar operasional daycare.
Pola Berulang: Pengawasan Lemah dan Standar Minim
Dari lima kasus tersebut, terlihat pola yang sama: kurangnya pengawasan, rendahnya kompetensi pengasuh, dan minimnya kontrol dari pihak berwenang. Banyak daycare belum memiliki standar operasional yang ketat, termasuk akses transparansi kepada orang tua.
Langkah Pencegahan bagi Orang Tua
Orang tua perlu lebih aktif memastikan keamanan anak di daycare. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
Kasus-kasus ini menjadi alarm keras bahwa pengawasan terhadap daycare harus diperketat. Pemerintah didorong untuk menerapkan sertifikasi wajib bagi pengasuh, inspeksi rutin, serta sanksi tegas bagi pelaku pelanggaran.
Bagi orang tua, kewaspadaan adalah benteng utama. Jangan hanya mengandalkan reputasi atau promosi—pastikan sendiri bahwa tempat penitipan benar-benar aman. Karena pada akhirnya, keselamatan anak tidak bisa ditawar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AI diperkirakan mengubah dunia kerja secara besar-besaran. Akuntansi, komunikasi, pemasaran, dan desain grafis menjadi jurusan yang dinilai paling rentan terdam
Kejagung dalami kasus korupsi program MBG, 4 tersangka ditahan, peluang tersangka baru terbuka.
Indonesia kalah 0-1 dari Australia di semifinal AFF U-19 2026 lewat gol menit 89 setelah VAR, gagal ke final.
TVRI Yogyakarta siapkan titik nobar Piala Dunia 2026 di seluruh DIY, dari Kota Jogja hingga Gunungkidul, libatkan UMKM.
Pemkot Jogja siapkan strategi hadapi kenaikan BBM, dari efisiensi anggaran hingga operasi pasar untuk jaga daya beli.
Cemas di malam hari ternyata dipicu stres dan aktivitas digital. Simak penjelasan ahli dan cara mengatasinya agar tidur lebih nyenyak.