Advertisement

Kekurangan Zat Gizi Ini Bisa Ganggu Kesehatan Perempuan

Maya Herawati
Senin, 23 Februari 2026 - 18:07 WIB
Maya Herawati
Kekurangan Zat Gizi Ini Bisa Ganggu Kesehatan Perempuan Foto ilustrasi sumber zat besi. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Kekurangan zat gizi pada perempuan dalam jangka panjang dapat memengaruhi imunitas, hormon, kesuburan, hingga kesehatan secara keseluruhan. Dokter mengingatkan tiga nutrisi penting yang sering kurang terpenuhi dan berdampak besar pada tubuh.

Kekurangan zat gizi pada perempuan sering kali tidak langsung disadari karena gejalanya muncul perlahan. Kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari hingga kesehatan jangka panjang jika tidak segera ditangani.

Advertisement

Ahli patologi dan hematopatologi dari Agilus Diagnostics, Dr. Kamlesh Prajapti, menjelaskan bahwa ada beberapa nutrisi penting yang berperan besar dalam kesehatan perempuan, khususnya zat besi, vitamin B12, dan folat. Penjelasan tersebut dikutip dari siaran Hindustan Times, belum lama ini.

"Kekhawatiran yang sebenarnya adalah bahwa gejalanya merayap perlahan dan pada saat mereka dikenali, kehidupan sehari-hari sudah terpengaruh," kata Dr. Prajapti.

Peran Zat Besi dalam Tubuh Perempuan

Zat besi memiliki fungsi utama dalam pembentukan hemoglobin pada sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ketika kadar zat besi rendah, gejala yang muncul dapat berupa kelelahan berkepanjangan, sesak napas, pusing, penurunan kapasitas kerja, hingga infeksi berulang.

"Itulah mengapa saat kadar zat besi rendah sering muncul kelelahan terus-menerus, sesak napas, pusing, berkurangnya kapasitas kerja, atau infeksi berulang," katanya.

Jika tidak segera ditangani, kekurangan zat besi dapat menyebabkan gangguan menstruasi, masalah selama kehamilan, pemulihan setelah melahirkan yang lebih lambat, serta gejala seperti rambut rontok, kulit pucat, dan tubuh mudah lelah.

Untuk memenuhi kebutuhan zat besi, ia merekomendasikan konsumsi bayam, kacang-kacangan, biji-bijian, gula aren, kurma, daging merah, serta kuning telur. Konsumsi makanan kaya vitamin C seperti jeruk dan tomat juga dianjurkan karena membantu penyerapan zat besi lebih optimal.

Pentingnya Vitamin B12 bagi Sistem Saraf

Vitamin B12 berperan dalam menjaga kesehatan saraf, mendukung fungsi otak, membantu pembentukan sel darah merah, serta proses sintesis DNA. Kekurangan vitamin ini dapat ditandai dengan kelelahan berkepanjangan, sensasi kesemutan pada tangan atau kaki, gangguan konsentrasi, serta perubahan suasana hati.

Asupan vitamin B12 dapat diperoleh dari makanan seperti susu, yogurt, keju, telur, ikan, dan daging. Pemenuhan nutrisi ini penting untuk menjaga kesehatan perempuan secara menyeluruh.

Folat dan Kesehatan Reproduksi

Folat atau vitamin B9 memiliki peran penting terutama sebelum dan selama kehamilan karena membantu pertumbuhan serta perbaikan sel tubuh. Nutrisi ini juga berkontribusi dalam mendukung imunitas dan kesehatan secara umum.

Kecukupan folat selama masa prakehamilan dan kehamilan membantu menurunkan risiko kelainan perkembangan pada janin serta cacat lahir. Kekurangan folat juga dapat meningkatkan risiko anemia dan menurunkan daya tahan tubuh.

Sumber folat dapat diperoleh dari sayuran hijau tua seperti brokoli, asparagus, alpukat, jeruk, kacang tanah, kacang lentil, serta biji-bijian utuh. Informasi mengenai kekurangan zat gizi pada perempuan ini penting untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga pola makan seimbang guna mendukung kesehatan jangka panjang, termasuk fungsi hormon, kesuburan, dan daya tahan tubuh.

BACA JUGA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Hindustan Times

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Pemerintah Siapkan Masa Transisi PBI JKN, Layanan Tetap Aman

Pemerintah Siapkan Masa Transisi PBI JKN, Layanan Tetap Aman

News
| Senin, 23 Februari 2026, 18:57 WIB

Advertisement

WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda

WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda

Wisata
| Senin, 23 Februari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement