Advertisement

Dokter Sarankan Suplemen Ini Saat Puasa Ramadan

Newswire
Sabtu, 07 Februari 2026 - 15:17 WIB
Maya Herawati
Dokter Sarankan Suplemen Ini Saat Puasa Ramadan Buah/buahan sumber vitamin C / StokCake

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Konsumsi vitamin C dan zinc dinilai membantu menjaga daya tahan tubuh saat puasa Ramadan, terutama di tengah musim hujan. Dokter umum lulusan Universitas Indonesia, dr. Irwan Heriyanto, menyebut kedua nutrisi tersebut cukup untuk mendukung imunitas dan mencegah infeksi selama berpuasa.

Advertisement

Dalam diskusi kesehatan bersama Halodoc di Jakarta, Irwan menjelaskan bahwa puasa Ramadan yang diperkirakan berlangsung pada Februari masih berada dalam periode musim hujan, sehingga perhatian terhadap daya tahan tubuh saat puasa menjadi penting.

“Untuk pertahanan tubuh, mencegah infeksi dan sebagainya, biasanya vitamin C dan yang banyak mengandung zinc juga itu sebetulnya sudah cukup,” kata Irwan, belum lama ini .

Ia menilai kondisi musim hujan justru memberi keuntungan bagi umat Muslim yang menjalankan puasa karena suhu udara cenderung lebih dingin. Situasi tersebut dapat mengurangi risiko dehidrasi dan produksi keringat berlebih.

Menurut dr. Irwan, cuaca yang lebih sejuk juga berpotensi menekan gangguan kesehatan seperti vertigo atau pusing berputar yang kerap muncul saat Ramadan akibat kurangnya asupan cairan.

“Kalau di bulan puasanya itu musim hujan, itu memang lebih enak katanya, lebih tidak panas, tidak terlalu dehidrasi, tidak keluar keringat terlalu banyak. Sehingga tadi yang hidrasi terkait dengan vertigo dan lain sebagainya itu mungkin bisa reduksi,” kata Board of Medical Excellence Halodoc ini.

Selain menjaga daya tahan tubuh saat puasa dengan vitamin C dan zinc, ia menjelaskan Ramadan menjadi momentum tubuh melakukan proses “self cleaning” atau pembersihan alami dari racun yang mungkin menumpuk selama 12 bulan terakhir.

Untuk mengurangi risiko peradangan atau infeksi selama Ramadan, dr. Irwan menyarankan agar masyarakat membatasi konsumsi makanan manis saat berbuka puasa.

Makanan manis berlebihan dapat memicu lonjakan gula darah yang berdampak pada munculnya penyakit kronis serta gangguan kesehatan kulit seperti jerawat.

Ia mengingatkan bahwa asupan gula tidak hanya berasal dari makanan berbahan dasar gula, tetapi juga dari nasi yang dikonsumsi sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dalam memilih makanan dengan memahami bahwa rasa manis hanya memberikan sensasi sesaat di mulut.

“Itu sebenarnya rasanya cuma yang di mulut aja. Lewat dari leher sini udah nggak ada rasanya. Rasanya enaknya cuma di sini (di mulut). Jadi itu yang mungkin dicamkan di kita bahwa sebetulnya apa yang kita makan itu hanya untuk cukup saja, jangan terlalu berlebihan. Hanya ingin mencicip saja, ingin mencoba, ya silakan. Tapi apa-apa yang kebanyakan itu enggak bagus,” kata Irwan.

Imbauan menjaga daya tahan tubuh saat puasa dengan vitamin C dan zinc serta pengaturan pola makan selama Ramadan ini menjadi bagian dari upaya mempertahankan imunitas, mencegah infeksi, dan menjaga kondisi tubuh tetap stabil sepanjang bulan suci, terutama ketika musim hujan masih berlangsung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Bibit Nanas Dikorupsi, Kejaksaan Sita Miliaran Rupiah

Bibit Nanas Dikorupsi, Kejaksaan Sita Miliaran Rupiah

News
| Sabtu, 07 Februari 2026, 16:27 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement