Hizbullah Klaim Luncurkan 20 Serangan ke Tentara Israel
Hizbullah mengklaim melakukan 20 operasi militer terhadap tentara Israel di Lebanon selatan sebagai respons pelanggaran gencatan senjata.
Makanan sumber serat. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Tren diet tinggi serat atau fibermaxxing kian populer sebagai strategi menjaga kesehatan, namun ahli gizi klinis mengingatkan praktik ini berisiko memicu gangguan nutrisi jika tidak dijalankan secara proporsional dan sesuai kebutuhan tubuh.
Ahli gizi klinis Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K), menilai konsumsi serat berlebihan berpotensi menggeser asupan zat gizi lain yang sama pentingnya, seperti karbohidrat dan protein, sehingga keseimbangan nutrisi harian menjadi terganggu. Ia menegaskan bahwa prinsip dasar gizi tetap menempatkan keseimbangan sebagai fondasi utama pola makan sehat.
Menurut Luciana, kebutuhan serat harian masyarakat Indonesia berada pada kisaran 30–37 gram per hari. Asupan yang melampaui batas tersebut berisiko menurunkan kecukupan zat gizi esensial lain yang dibutuhkan tubuh untuk menunjang fungsi metabolisme dan daya tahan tubuh.
Masalah lain yang kerap muncul akibat konsumsi serat berlebihan adalah gangguan pencernaan, terutama jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang memadai. Kondisi ini dapat memicu sembelit dan rasa tidak nyaman pada saluran cerna, meskipun serat selama ini dikenal bermanfaat bagi kesehatan usus.
"Segala sesuatu yang berlebihan akan berakibat tidak baik. Konsumsi serat berlebihan akan mengurangi asupan makanan dari kelompok lain, misalnya bahan makanan sumber karbohidrat dan protein," kata Luciana, Jumat (24/1/2026).
Luciana menjelaskan bahwa serat tetap memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh jika dikonsumsi sesuai kebutuhan. Serat membantu melancarkan pencernaan, mencegah sembelit, serta berkontribusi dalam pengendalian berat badan karena memberikan rasa kenyang lebih lama.
Selain itu, serat berperan dalam menjaga kestabilan kadar gula darah, menurunkan kadar kolesterol jahat, serta mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Konsumsi serat yang tepat juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker usus besar
Menyikapi maraknya diet populer tanpa dasar ilmiah yang kuat, Luciana mengimbau masyarakat agar tidak sekadar mengikuti tren. Ia menekankan pentingnya merujuk pada pedoman gizi resmi yang disusun oleh institusi berwenang sebagai acuan pola makan sehari-hari.
"Sebaiknya mengikuti pedoman yang dianjurkan institusi yang bertanggung jawab. Anjuran konsumsi sayur dan buah, yang keduanya merupakan sumber serat, adalah setengah dari piring makan kita,” katanya.
Luciana menambahkan bahwa penerapan pola makan dengan gizi seimbang, termasuk pengaturan konsumsi serat sesuai kebutuhan, merupakan kunci menjaga kesehatan jangka panjang sekaligus mencegah dampak negatif dari praktik diet ekstrem yang tidak terkontrol.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Hizbullah mengklaim melakukan 20 operasi militer terhadap tentara Israel di Lebanon selatan sebagai respons pelanggaran gencatan senjata.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.