Advertisement
Jalan Kaki 30 Menit Sehari Turunkan Risiko Penyakit Menurut Dokter
Jalan kaki. / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Jalan kaki 30 menit setiap hari terbukti membantu menurunkan risiko penyakit jantung, menjaga tekanan darah, dan meningkatkan kesehatan mental, menurut penjelasan dokter yang membagikan manfaat aktivitas sederhana ini sebagai kunci hidup lebih sehat.
Gaya hidup kurang bergerak menjadi salah satu pemicu utama berbagai masalah kesehatan. Namun, menjaga tubuh tetap aktif tidak selalu harus dilakukan dengan olahraga berat atau rutinitas gym yang melelahkan. Aktivitas sederhana seperti jalan kaki justru dinilai efektif menjaga kebugaran bila dilakukan secara konsisten.
Advertisement
Dokter umum di National Health Service (NHS) Inggris, Amir Khan, seperti dikutip dari Hindustan Times, menjelaskan bahwa jalan kaki selama 30 menit setiap hari dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan fisik dan mental. Ia membagikan manfaat tersebut melalui unggahan edukatif di media sosial pada awal Januari.
Menurut Khan, perubahan kecil yang dilakukan secara rutin jauh lebih berkelanjutan dibanding olahraga berat yang sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
BACA JUGA
1. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Jalan kaki secara teratur terbukti mampu menekan risiko tersebut.
Khan menjelaskan bahwa orang yang rutin berjalan kaki cenderung memiliki tekanan darah lebih stabil, kadar kolesterol lebih baik, serta risiko serangan jantung yang lebih rendah.
Selain itu, aktivitas ini membantu mengontrol kadar gula darah, sehingga berperan penting dalam menjaga kesehatan metabolik.
Ia menambahkan bahwa berjalan dengan kecepatan stabil selama 30 menit mampu meningkatkan denyut jantung secara aman dan efektif bagi kesehatan jantung.
2. Menjaga Kesehatan Sendi dan Mobilitas
Jalan kaki membantu menjaga kelenturan sendi dan mencegah kekakuan akibat kurang bergerak. Aktivitas ini merangsang pelumasan alami pada sendi dan memperkuat otot di sekitarnya.
Manfaat lainnya meliputi:
- Meningkatkan aliran darah ke tulang rawan,
- Mengurangi risiko osteoartritis,
- Membantu mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis).
Sejumlah studi juga menunjukkan bahwa jalan kaki termasuk latihan terbaik untuk membantu meredakan nyeri pada sendi lutut.
3. Menurunkan Risiko Beberapa Jenis Kanker
Menurut Khan, jalan kaki berkaitan dengan penurunan risiko kanker tertentu, termasuk kanker usus besar, payudara, dan ginjal.
Data dari penelitian Universitas Oxford menunjukkan bahwa berjalan sekitar 7.000 langkah per hari menurunkan risiko kanker hingga 11 persen, sementara 9.000 langkah per hari dapat menurunkan risiko hingga 16 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa manfaat kesehatan dapat diperoleh tanpa harus mencapai target ekstrem seperti 10.000 langkah setiap hari.
4. Meningkatkan Daya Tahan dan Sistem Imun
Jalan kaki berkontribusi terhadap sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat. Aktivitas ini membantu menurunkan tingkat stres, memperbaiki sirkulasi darah, dan meningkatkan kualitas tidur.
Semua faktor tersebut berperan dalam menekan peradangan dan mendukung kerja sistem imun.
Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa berjalan di ruang terbuka hijau memberikan manfaat tambahan, seperti peningkatan fokus, suasana hati, dan fungsi fisik secara keseluruhan.
5. Menjaga Kesehatan Mental dan Mengurangi Stres
Manfaat jalan kaki tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga mental. Aktivitas ini merangsang pelepasan endorfin yang membantu memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres.
Berjalan kaki secara rutin dapat membantu meredakan kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, serta membuat seseorang merasa lebih tenang dan bertenaga dalam menjalani aktivitas harian.
Jalan kaki 30 menit setiap hari menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan jantung, sendi, sistem imun, dan kesehatan mental. Dengan kebiasaan ringan yang mudah dilakukan, risiko berbagai penyakit dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Catatan untuk pembaca: Laporan ini didasarkan pada konten informatif dari media sosial dan bukan pengganti saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda mengenai kondisi medis tertentu.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Hindustan Times
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




