Porsche Pangkas 9.000 Karyawan hingga 2035, China Jadi Biang Kerok
Porsche akan memangkas sekitar 9.000 tenaga kerja hingga 2035 sebagai bagian restrukturisasi di tengah penurunan penjualan di China dan melambatnya pasar kendar
Supermoon - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Fenomena Bulan Purnama Serigala (Wolf Moon) pada 3 Januari 2026 diprediksi menjadi supermoon paling terang. Bulan berada di perigee berdekatan dengan perihelion Bumi.
Pada momen tersebut, jarak Bulan ke Bumi diperkirakan hanya sekitar 362.312 kilometer. Posisi ini membuat Bulan tampak 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibandingkan saat berada di titik terjauhnya (apogee).
Keunikan utama Wolf Moon 2026 terletak pada faktor sinkronisasi waktu. Fenomena ini terjadi hanya beberapa jam sebelum Bumi mencapai Perihelion, yaitu titik terdekat planet kita dengan Matahari.
Melansir Science Alert, kondisi ini mengakibatkan intensitas sinar Matahari yang mencapai sistem Bumi-Bulan meningkat sekitar 3,4%. Dampaknya, Bulan Purnama akan mendapatkan pantulan cahaya ekstra yang jauh lebih intens. Gabungan antara jarak Bulan yang sangat dekat dan peningkatan pencahayaan Matahari inilah yang menciptakan kilau "super" yang jarang terjadi.
Fenomena ini menjadi kesempatan emas bagi para pengamat langit, khususnya di wilayah Belahan Bumi Utara. Udara yang cenderung lebih dingin dan kering di awal tahun biasanya membuat atmosfer lebih transparan dan langit menjadi lebih jernih.
Kabar baiknya, Anda tidak memerlukan teleskop atau peralatan khusus untuk menikmati pemandangan ini. Kilau luar biasa Bulan Purnama Serigala dapat dinikmati dengan mata telanjang, asalkan kondisi cuaca cerah dan minim polusi cahaya.
Istilah Supermoon muncul karena orbit Bulan yang berbentuk elips (lonjong), bukan lingkaran sempurna. Dalam setahun, terjadi sekitar 13 kali perigee, namun tidak semuanya bertepatan dengan fase bulan purnama. Variasi jarak ini dipengaruhi oleh dinamika gravitasi Matahari serta interaksi orbit jangka panjang Bumi-Bulan.
Sementara itu, Perihelion adalah siklus tahunan di mana Bumi berada pada jarak sekitar 147,1 juta kilometer dari Matahari. Posisi ini membuat energi Matahari yang sampai ke Bulan meningkat, sehingga bulan purnama pada Januari diperkirakan 6,5% lebih terang dibandingkan saat Bumi berada di titik terjauh (aphelion) pada bulan Juli.
Penamaan Wolf Moon sendiri berakar dari tradisi suku asli Amerika. Mereka mengaitkan bulan purnama Januari dengan musim dingin yang ekstrem, di mana lolongan serigala sering terdengar lebih nyaring di sekitar pemukiman. Di tahun 2026, tradisi kuno ini akan berpadu dengan sains modern, menghadirkan suguhan kosmik yang tak boleh dilewatkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Porsche akan memangkas sekitar 9.000 tenaga kerja hingga 2035 sebagai bagian restrukturisasi di tengah penurunan penjualan di China dan melambatnya pasar kendar
Rusia mendukung program nuklir Korea Utara dan menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea karena meningkatnya ketegangan kawasan.
Kejagung menyiapkan kantor sementara dan pejabat struktural untuk operasional tujuh Kejari baru yang dibentuk melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2026.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.