Forbes Rilis 20 Jurusan Paling Fleksibel, Ada Jurusanmu?
Forbes rilis 20 jurusan kuliah dengan peluang kerja terluas 2026. Dari administrasi bisnis hingga kesehatan masyarakat, cek daftar lengkap dan prospek karinya d
Supermoon - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Fenomena Bulan Purnama Serigala (Wolf Moon) pada 3 Januari 2026 diprediksi menjadi supermoon paling terang. Bulan berada di perigee berdekatan dengan perihelion Bumi.
Pada momen tersebut, jarak Bulan ke Bumi diperkirakan hanya sekitar 362.312 kilometer. Posisi ini membuat Bulan tampak 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibandingkan saat berada di titik terjauhnya (apogee).
Keunikan utama Wolf Moon 2026 terletak pada faktor sinkronisasi waktu. Fenomena ini terjadi hanya beberapa jam sebelum Bumi mencapai Perihelion, yaitu titik terdekat planet kita dengan Matahari.
Melansir Science Alert, kondisi ini mengakibatkan intensitas sinar Matahari yang mencapai sistem Bumi-Bulan meningkat sekitar 3,4%. Dampaknya, Bulan Purnama akan mendapatkan pantulan cahaya ekstra yang jauh lebih intens. Gabungan antara jarak Bulan yang sangat dekat dan peningkatan pencahayaan Matahari inilah yang menciptakan kilau "super" yang jarang terjadi.
Fenomena ini menjadi kesempatan emas bagi para pengamat langit, khususnya di wilayah Belahan Bumi Utara. Udara yang cenderung lebih dingin dan kering di awal tahun biasanya membuat atmosfer lebih transparan dan langit menjadi lebih jernih.
Kabar baiknya, Anda tidak memerlukan teleskop atau peralatan khusus untuk menikmati pemandangan ini. Kilau luar biasa Bulan Purnama Serigala dapat dinikmati dengan mata telanjang, asalkan kondisi cuaca cerah dan minim polusi cahaya.
Istilah Supermoon muncul karena orbit Bulan yang berbentuk elips (lonjong), bukan lingkaran sempurna. Dalam setahun, terjadi sekitar 13 kali perigee, namun tidak semuanya bertepatan dengan fase bulan purnama. Variasi jarak ini dipengaruhi oleh dinamika gravitasi Matahari serta interaksi orbit jangka panjang Bumi-Bulan.
Sementara itu, Perihelion adalah siklus tahunan di mana Bumi berada pada jarak sekitar 147,1 juta kilometer dari Matahari. Posisi ini membuat energi Matahari yang sampai ke Bulan meningkat, sehingga bulan purnama pada Januari diperkirakan 6,5% lebih terang dibandingkan saat Bumi berada di titik terjauh (aphelion) pada bulan Juli.
Penamaan Wolf Moon sendiri berakar dari tradisi suku asli Amerika. Mereka mengaitkan bulan purnama Januari dengan musim dingin yang ekstrem, di mana lolongan serigala sering terdengar lebih nyaring di sekitar pemukiman. Di tahun 2026, tradisi kuno ini akan berpadu dengan sains modern, menghadirkan suguhan kosmik yang tak boleh dilewatkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Forbes rilis 20 jurusan kuliah dengan peluang kerja terluas 2026. Dari administrasi bisnis hingga kesehatan masyarakat, cek daftar lengkap dan prospek karinya d
Kepala BGN Sudaryono menemui Jaksa Agung ST Burhanuddin membahas pendampingan hukum dan pengawasan tata kelola program MBG.
Polisi menjerat S dengan pasal berlapis KUHP baru atas perusakan bendera dan palang kereta di Bantul-Sleman, ancaman maksimal 7 tahun penjara.
Kejagung memeriksa 12 dari 22 saksi dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG periode 2025–2026. Tujuh orang telah menjadi tersangka.
Kemenkeu mencairkan Rp20,5 triliun kepada 490 Pemda untuk membantu kebutuhan gaji PPPK dan belanja daerah.
Asupan zat besi anak Indonesia baru 65,8 persen dari AKG. Dokter RSCM mengingatkan dampaknya terhadap kognitif dan tumbuh kembang.