Arab Saudi Ancam Denda Rp93 Juta bagi Jemaah Haji Ilegal
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Ilustrasi obat-obatan. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kekurangan zat besi dapat memengaruhi siklus menstruasi dengan membuat aliran haid lebih berat dan lebih lama akibat gangguan hormon serta penurunan kapasitas oksigen dalam darah.
Dokter Manjusha Goel selaku konsultan utama di Departemen Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit CK Birla di India menjelaskan kaitan kekurangan zat besi dengan siklus menstruasi.
Sebagaimana dikutip dalam siaran Hindustan Times, Kamis (11/2/2025), dia menyampaikan bahwa penurunan kadar zat besi akan menurunkan kapasitas pengangkutan oksigen dalam darah, yang mempengaruhi keseimbangan hormon.
"Kekurangan ini dapat mengganggu keseimbangan hormon normal dan melemahkan fungsi otot rahim, yang keduanya penting untuk mengatur aliran menstruasi," katanya.
Dia mengatakan, perempuan yang kekurangan zat besi berpeluang mengalami menstruasi yang lebih berat atau lebih lama karena kadar zat besi yang rendah dapat mengubah kadar prostaglandin.
"Hal ini dapat menyebabkan pengelupasan lapisan endometrium berlangsung lebih lama. Selain itu, kekurangan zat besi kronis dapat melemahkan fungsi trombosit dan proses pembekuan darah, yang selanjutnya membuat pendarahan menstruasi berlebihan," katanya.
Dokter Goel mengatakan bahwa siklus menstruasi yang berkepanjangan atau berat juga dapat menyebabkan kekurangan zat besi pada perempuan.
Kesimpulannya, kekurangan zat besi dapat membuat periode menstruasi menjadi lebih lama dan periode menstruasi yang berkepanjangan bisa menyebabkan kekurangan zat besi.
"Ini pada dasarnya mengaktifkan siklus yang berbahaya, di mana masing-masing memengaruhi yang lain," kata dokter Goel.
Siklus menstruasi yang berkepanjangan berpengaruh pada kesehatan perempuan, dapat menimbulkan kelelahan sampai penurunan kekebalan tubuh.
"Kehilangan darah terus-menerus dapat menurunkan kadar feritin, menyebabkan kelelahan, pusing, dan penurunan kekebalan tubuh, kerontokan rambut, dan memperburuk ketidakteraturan menstruasi," dokter Goel menjelaskan.
Guna mengatasi siklus berbahaya yang melibatkan kekurangan zat besi, dokter Goel menyarankan kaum perempuan untuk berupaya mendeteksi masalah sejak dini dengan memperhatikan siklus menstruasi mereka.
Menurut dia, perempuan yang mengalami menstruasi berkepanjangan atau sangat deras sebaiknya menjalani pemeriksaan untuk mengetahui apakah dia kekurangan zat besi, termasuk tes serum feritin dan hemoglobin.
Ia mengatakan, kekurangan zat besi dapat dicegah dan diatasi dengan mengonsumsi suplemen zat besi, menerapkan pola makan sehat bergizi seimbang, dan mengatasi masalah mendasar seperti fibroid, gangguan tiroid, atau ketidakseimbangan hormon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.