Detik-detik Kebakaran Tebet Tewaskan 4 Orang, Ini Kesaksian Warga
Kebakaran rumah dua lantai di Tebet, Jakarta Selatan, menewaskan empat orang. Warga mengungkap dugaan awal api dan proses evakuasi.
Ilustrasi obat-obatan. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kekurangan zat besi dapat memengaruhi siklus menstruasi dengan membuat aliran haid lebih berat dan lebih lama akibat gangguan hormon serta penurunan kapasitas oksigen dalam darah.
Dokter Manjusha Goel selaku konsultan utama di Departemen Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit CK Birla di India menjelaskan kaitan kekurangan zat besi dengan siklus menstruasi.
Sebagaimana dikutip dalam siaran Hindustan Times, Kamis (11/2/2025), dia menyampaikan bahwa penurunan kadar zat besi akan menurunkan kapasitas pengangkutan oksigen dalam darah, yang mempengaruhi keseimbangan hormon.
"Kekurangan ini dapat mengganggu keseimbangan hormon normal dan melemahkan fungsi otot rahim, yang keduanya penting untuk mengatur aliran menstruasi," katanya.
Dia mengatakan, perempuan yang kekurangan zat besi berpeluang mengalami menstruasi yang lebih berat atau lebih lama karena kadar zat besi yang rendah dapat mengubah kadar prostaglandin.
"Hal ini dapat menyebabkan pengelupasan lapisan endometrium berlangsung lebih lama. Selain itu, kekurangan zat besi kronis dapat melemahkan fungsi trombosit dan proses pembekuan darah, yang selanjutnya membuat pendarahan menstruasi berlebihan," katanya.
Dokter Goel mengatakan bahwa siklus menstruasi yang berkepanjangan atau berat juga dapat menyebabkan kekurangan zat besi pada perempuan.
Kesimpulannya, kekurangan zat besi dapat membuat periode menstruasi menjadi lebih lama dan periode menstruasi yang berkepanjangan bisa menyebabkan kekurangan zat besi.
"Ini pada dasarnya mengaktifkan siklus yang berbahaya, di mana masing-masing memengaruhi yang lain," kata dokter Goel.
Siklus menstruasi yang berkepanjangan berpengaruh pada kesehatan perempuan, dapat menimbulkan kelelahan sampai penurunan kekebalan tubuh.
"Kehilangan darah terus-menerus dapat menurunkan kadar feritin, menyebabkan kelelahan, pusing, dan penurunan kekebalan tubuh, kerontokan rambut, dan memperburuk ketidakteraturan menstruasi," dokter Goel menjelaskan.
Guna mengatasi siklus berbahaya yang melibatkan kekurangan zat besi, dokter Goel menyarankan kaum perempuan untuk berupaya mendeteksi masalah sejak dini dengan memperhatikan siklus menstruasi mereka.
Menurut dia, perempuan yang mengalami menstruasi berkepanjangan atau sangat deras sebaiknya menjalani pemeriksaan untuk mengetahui apakah dia kekurangan zat besi, termasuk tes serum feritin dan hemoglobin.
Ia mengatakan, kekurangan zat besi dapat dicegah dan diatasi dengan mengonsumsi suplemen zat besi, menerapkan pola makan sehat bergizi seimbang, dan mengatasi masalah mendasar seperti fibroid, gangguan tiroid, atau ketidakseimbangan hormon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kebakaran rumah dua lantai di Tebet, Jakarta Selatan, menewaskan empat orang. Warga mengungkap dugaan awal api dan proses evakuasi.
Belanda kembali mundur dari Eurovision 2027. AVROTROS menilai ajang musik itu tak lagi netral akibat dampak konflik Gaza.
Jadwal bola malam ini 24-25 Agustus 2026 menghadirkan Fulham vs Chelsea, Roma vs Fiorentina, Bologna vs Lazio hingga Kualifikasi Liga Champions.
Olahraga tradisional Nusantara akan menjadi salah satu sajian utama dalam ASEAN Sports Day (ASD) 2026 yang digelar di Jogja pada 31 Agustus-6 September 2026
BPBD DIY menyiapkan dukungan anggaran menghadapi puncak kekeringan Agustus-September 2026. Gunungkidul sudah salurkan 484 tangki air.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut kabut asap karhutla mulai mereda. Transportasi darat, laut, dan udara di Kalimantan tetap beroperasi.