Malioboro Run, Penumpang Kereta Stasiun Tugu Yogyakarta Diminta Datang Lebih Awal
Malioboro Run 4 Oktober berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. KAI mengimbau penumpang Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan datang lebih awal.
Ilustrasi serangan jantung (Freepik)
Harianjogja.com, JAKARTA—Mengetahui golongan darah penting karena riset membuktikan faktor ini ikut memengaruhi risiko penyakit jantung.Penelitian terbaru menunjukkan ada satu faktor yang tidak bisa kita ubah dan ternyata ikut berperan yaitu golongan darah.
Studi ilmiah menghubungkan golongan darah A, B, dan AB dengan risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih tinggi. Peningkatan risiko ini terkait dengan peningkatan faktor pembekuan dan penanda peradangan.
Mengenali golongan darah sebagai faktor risiko dapat membantu menyesuaikan pencegahan dini, skrining, dan intervensi gaya hidup untuk hasil kardiovaskular yang lebih baik.
Studi ilmiah terus menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah O memiliki keuntungan alami karena berisiko lebih rendah mengalami serangan jantung.
Golongan Darah O
Menurut para peneliti, jawabannya terletak pada cara darah kita membeku. Orang dengan golongan darah non-O (yaitu A, B, dan AB) secara alami memiliki kadar protein pembeku darah yang lebih tinggi.
Salah satu protein kunci yang dimaksud adalah faktor von Willebrand (VWF). Kadar VWF yang lebih tinggi dapat meningkatkan kecenderungan darah untuk menggumpal. Gumpalan darah inilah yang bisa menyumbat arteri dan pada akhirnya memicu serangan jantung atau stroke. Sebaliknya, orang dengan golongan darah O memiliki kadar protein VWF yang lebih rendah, sehingga darah mereka tidak terlalu rentan untuk membentuk gumpalan berbahaya.
Seberapa Besar Perbedaannya?
Meskipun signifikan secara statistik, perbedaan risikonya tidak terlalu drastis. Studi menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah A atau B memiliki risiko penyakit jantung sekitar 8-10% lebih tinggi dibandingkan golongan darah O. Sementara itu, golongan darah AB disebut memiliki risiko tertinggi, yaitu sekitar 20% lebih tinggi.
Inilah bagian terpenting yang harus diingat: memiliki golongan darah O bukanlah "tiket bebas" untuk mengabaikan gaya hidup sehat. Faktor-faktor seperti merokok, diet yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, dan tekanan darah tinggi memiliki dampak yang jauh lebih besar terhadap risiko serangan jantung dibandingkan golongan darah.
Sebaliknya, jika Anda memiliki golongan darah A, B, atau AB, Anda tidak perlu panik. Anggap saja informasi ini sebagai pengingat untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan jantung Anda melalui cara-cara yang sudah terbukti:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Malioboro Run 4 Oktober berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. KAI mengimbau penumpang Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan datang lebih awal.
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal sebagai calon legenda sepak bola setelah Spanyol menang 3-1 atas Republik Ceko.
Indonesia menyampaikan sikap soal excess capacity, kerja paksa, dan MFN dalam Pertemuan Menteri Perdagangan G20 di Amerika Serikat.
Sebanyak 580 atlet dari Jawa Tengah dan DIY mengikuti kejuaraan pencak silat di Temanggung untuk pembinaan dan penjaringan bibit unggul.
DPRD Kota Jogja mendorong optimalisasi lahan perkotaan, pekarangan, dan aset pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.
Event di Jogja dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi kreatif dengan membuka peluang bagi UMKM, pekerja seni, dan pelaku usaha kreatif.