Lereng Barat Daya Merapi Diguyur Deras, Warga Diminta Waspada
Hujan deras di lereng barat daya Merapi picu risiko lahar dan awan panas. Warga diminta menjauhi sungai berhulu Merapi.
Teh hijau. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Teh adalah salah satu minuman yang memiliki nilai kesehatan tinggi karena kandungan senyawa aktif di dalamnya, terutama polifenol.
Sebagai hasil olahan daun Camellia sinensis, teh dikenal mengandung berbagai jenis polifenol yang memiliki efek biologis penting bagi tubuh. Baik teh hijau, teh hitam, maupun teh oolong, semuanya mengandung polifenol meskipun dalam komposisi yang berbeda tergantung pada proses pengolahannya.
Polifenol dalam Tumbuhan
Polifenol adalah kelompok senyawa kimia yang secara alami terdapat pada tumbuhan. Senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan, yang berarti mampu menangkal radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh.
Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat memicu stres oksidatif, suatu kondisi yang berkaitan dengan perkembangan berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, dan gangguan neurodegeneratif.
Dalam teh, polifenol yang paling menonjol adalah katekin, teaflavin, dan tearubigin. Katekin banyak ditemukan dalam teh hijau, sedangkan teaflavin dan tearubigin lebih dominan dalam teh hitam.
Manfaat polifenol untuk kesehatan telah banyak diteliti. Salah satu manfaat utamanya adalah kemampuannya untuk melindungi sistem kardiovaskular.
Polifenol membantu memperbaiki fungsi pembuluh darah, mengurangi peradangan, dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), yang semuanya berperan dalam menurunkan risiko penyakit jantung.
Selain itu, polifenol juga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, sehingga berpotensi mencegah atau mengendalikan diabetes tipe 2.
Polifenol juga diketahui berkontribusi terhadap kesehatan otak. Kandungan antioksidannya dapat membantu melindungi sel-sel saraf dari kerusakan dan menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh secara rutin berkaitan dengan penurunan risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson.
BACA JUGA: Gangguan Kejiwaan Halusinasi Tak Bisa Dianggap Remeh, Simak Kata Dokter
Menjaga Keseimbangan Mikrobiota Usus
Selain manfaat tersebut, polifenol dalam teh juga berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Mereka dapat bertindak sebagai prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik, yang penting bagi kesehatan pencernaan dan sistem kekebalan tubuh.
Polifenol juga memiliki sifat antiinflamasi dan antimikroba, yang membantu tubuh melawan infeksi dan peradangan.
Dengan berbagai manfaat yang telah terbukti melalui banyak penelitian, teh menjadi salah satu sumber polifenol yang mudah diakses dan dapat dinikmati dalam kehidupan sehari-hari. Konsumsi teh secara rutin, dalam jumlah yang wajar, dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat untuk mendukung kesehatan jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Dari berbagai sumber
Hujan deras di lereng barat daya Merapi picu risiko lahar dan awan panas. Warga diminta menjauhi sungai berhulu Merapi.
Kenali perbedaan BEV, HEV, PHEV, dan REEV pada mobil listrik dan hybrid sebelum memilih kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Jose Mourinho dikabarkan telah mencapai kesepakatan lisan untuk kembali melatih Real Madrid dengan kontrak dua tahun.
Pengumuman UTBK-SNBT 2026 dibuka 25 Mei pukul 15.00 WIB. Simak link resmi, cara cek hasil, dan jadwal unduh sertifikat UTBK.
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S