Hujan Semalaman Picu Banjir dan Longsor di Tiga Kecamatan Cilacap
Hujan sejak Jumat malam memicu banjir dan longsor di Maos, Kroya, dan Jeruklegi, Cilacap. Genangan di rumah warga mencapai 50 cm.
Foto ilustrasi pemeriksaan gigi dan mulut yang dilakukan dokter gigi pada anak../Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JAKARTA—Kekuatan dan struktur gigi yang dimiliki anak merupakan salah satu hal yang dapat diturunkan secara genetik. Hal ini diungkapkan dokter spesialis gigi anak lulusan Universitas Indonesia drg. Aliyah, Sp.KGA.
"Benar karena (kekuatan dan struktur gigi anak) itu diturunkan secara genetik," kata Aliyah usai mengikuti jumpa pers di Jakarta, Senin (28/4/2025).
Aliyah menjelaskan bahwa sejak saat masih menjadi embrio, pembentukan gigi maupun rahang anak memiliki peluang sebesar 50:50 untuk mengikuti bentuk yang diturunkan oleh ayah maupun sang ibu.
Hal tersebut menurutnya berbeda dengan banyaknya penelitian yang dilakukan pada bagian tubuh lain. Contohnya seperti kepintaran yang disebut banyak diturunkan dari genetik ibu.
"Karena proses ayah dan ibu itu pada saat pembentukan gigi dan tulang rahang itu sama, jadi anak bisa menurunkan rahang ayahnya, atau kebalikan semua ikut ibunya itu bisa juga," kata Aliyah.
Meski demikian, Aliyah mengatakan lingkungan juga dapat menjadi faktor yang mempengaruhi kualitas gigi anak. Kebiasaan bertukar alat makan dengan orang tua atau anggota keluarga lainnya akan membuat bakteri dengan mudah mengenai anak, terutama yang sedang dalam masa tumbuh gigi.
BACA JUGA: Janji Insentif Motor Listrik yang Digaungkan Pemerintah Tertunda, Ternyata Ini Alasannya
Ia menekankan pentingnya satu keluarga kompak menjaga kebersihan masing-masing baik melalui alat makan maupun sikat gigi yang bersifat privat.
Karang gigi karena adanya mineral-mineral murni dari makanan yang dikonsumsi anak dan menumpuk juga bisa mempengaruhi gigi anak, terutama terkait dengan terjadinya perubahan warna permukaan gigi menjadi kuning (staining).
Termasuk kebiasaan menggigit es batu dalam durasi waktu yang panjang karena membuat gigi jadi terkikis.
"Tetapi kalau untuk masalah genetik semuanya bisa dicegah. Caranya adalah kalau dia pembersihannya baik, kalau dia melakukan cek gigi ke dokter empat bulan sekali, saya yakin masalah seperti (gigi) berlubang itu bisa tertangani dengan baik," ucapnya yang praktik di Rumah Sakit Medistra itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Hujan sejak Jumat malam memicu banjir dan longsor di Maos, Kroya, dan Jeruklegi, Cilacap. Genangan di rumah warga mencapai 50 cm.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 1 November 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 1 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.
WhatsApp Web bisa diakses melalui QR code atau nomor telepon. Simak cara login, menghubungkan perangkat, hingga logout dengan aman.
Pengguna Xiaomi, Redmi, dan Poco bisa mengurangi iklan serta menghapus aplikasi bawaan yang tidak diperlukan di HyperOS melalui langkah berikut.