Film Dokumenter Elon Musk Tayang di Venesia, Ini Sorotan Teasernya

Jumali
Jumali Selasa, 08 September 2026 19:47 WIB
Film Dokumenter Elon Musk Tayang di Venesia, Ini Sorotan Teasernya

Elon Musk - Royal Society/Wikipedia

Harianjogja.com, JOGJA—Kehidupan dan kontroversi Elon Musk akan diangkat dalam film dokumenter terbaru berjudul Musk. Film garapan sutradara peraih Oscar, Alex Gibney, tersebut mulai memperlihatkan gambaran isinya melalui teaser trailer resmi yang dirilis Bleecker Street.

Dokumenter berdurasi sekitar 235 menit itu tidak hanya membahas perjalanan Musk sebagai pengusaha teknologi. Alex Gibney juga berusaha mengulik besarnya kekuasaan, pengaruh, serta kontroversi yang mengiringi sosok di balik SpaceX, Tesla, dan platform X yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

Film Musk dijadwalkan melakukan pemutaran perdana di Festival Film Venesia sebelum kemudian hadir dalam Festival Film Internasional Toronto.

Teaser yang dirilis dibuka dengan gambaran berbeda mengenai Musk. Sejumlah suara memberikan pujian tinggi terhadap miliarder tersebut, termasuk pernyataan yang menyebutnya sebagai kapitalis terbesar dalam sejarah.

“Kapitalis terbesar dalam sejarah!” bunyi salah satu pernyataan dalam teaser.

Namun, suasana kemudian berubah. Film mulai mempertanyakan bagaimana publik seharusnya melihat sosok Musk setelah perjalanan panjangnya membangun kerajaan bisnis di bidang teknologi, otomotif, antariksa, dan media sosial.

Cuplikan peluncuran roket SpaceX turut ditampilkan. Di tengah berbagai pencapaian tersebut, narator justru melontarkan pertanyaan yang mempertentangkan dua gambaran ekstrem mengenai Musk.

“Apakah dia penemu terbesar yang masih hidup, ataukah seorang fasis yang telah kehilangan akalnya?” ujar narator dalam teaser dokumenter tersebut.

Pertanyaan itu menjadi salah satu bagian paling mencolok dari cuplikan perdana film. Teaser kemudian menampilkan tulisan yang menggambarkan Musk sebagai “Earth's most unchecked man” atau pria paling tak terawasi di Bumi.

Suara narator selanjutnya menggambarkan Musk sebagai “a man who has lost his mind” atau seorang pria yang telah kehilangan akal. Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan adegan sebuah roket yang mengalami kegagalan dan jatuh.

Dokumenter ini merupakan proyek yang telah dikerjakan Gibney sejak awal 2023. Sutradara tersebut sejak awal disebut ingin menggunakan sosok Musk untuk memeriksa persoalan mengenai kekuatan dan pengaruh yang membentuk kehidupan politik serta ekonomi pada abad ke-21.

Gibney juga menaruh perhatian pada hubungan Musk dengan pemerintah dan lembaga regulator. Posisi Musk yang memiliki bisnis strategis di berbagai sektor membuat hubungan tersebut menjadi salah satu bagian penting yang hendak ditelaah melalui film.

Musk sendiri tidak terlibat dalam produksi dokumenter tersebut. Ia sebelumnya menyebut proyek Gibney sebagai “hit piece” atau karya yang dibuat untuk menyerang dirinya dan memilih menolak berpartisipasi.

Meski mendapat penolakan dari Musk, Gibney tetap melanjutkan proyek tersebut. Dokumenter ini pada akhirnya mencoba menyajikan potret sang miliarder melalui berbagai sisi, termasuk pencapaian bisnis, pengaruh politik, serta kontroversi yang terus mengiringi aktivitasnya.

Kehadiran Musk juga menarik perhatian karena film tersebut dibuat ketika pengaruh Musk tidak lagi terbatas pada industri teknologi. Melalui SpaceX dan Tesla, ia memiliki posisi kuat dalam industri antariksa dan kendaraan listrik, sementara X memberinya ruang besar dalam ekosistem media sosial dan percakapan publik.

Teaser tersebut memberi sinyal bahwa dokumenter Gibney tidak akan sekadar menjadi biografi mengenai perjalanan seorang pengusaha. Film ini tampaknya ingin mempertanyakan seberapa besar kekuasaan yang dapat dimiliki seorang individu ketika kepentingan bisnis, teknologi, komunikasi publik, dan hubungan dengan pemerintah saling beririsan.

Pemutaran di Venesia dan Toronto nantinya menjadi kesempatan pertama bagi publik untuk melihat secara utuh pendekatan Gibney dalam membedah sosok Elon Musk.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online