Jejak Romusha Pekanbaru Dikenang, Keluarga Korban dari Belanda Datang
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Ilustrasi anak-anak./Harian Jogja
Harianjogja.com, JAKARTA—Pendidikan terutama di sekolah seharusnya dapat membekali anak dengan keterampilan hidup atau life skills agar dapat belajar dengan cara yang relevan dan sesuai kebutuhan zaman.
"Saya percaya bahwa pendidikan seharusnya membekali anak dengan keterampilan hidup, bukan sekadar hafalan. Lewat kurikulum yang fleksibel dan kontekstual, memperkenalkan cara belajar yang relevan dengan kebutuhan zaman," kata Akademisi sekaligus salah satu pendiri HighScope Indonesia Antarina S.F. Amir dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (22/4/2025).
Dengan kepercayaannya itu, ia berupaya meningkatkan pendidikan Indonesia jadi lebih berkualitas dengan menerapkan metode pembelajaran.
"Dalam rangka memperingati Hari Kartini mari kita menyoroti sosok perempuan inspiratif yang telah memberikan kontribusi luar biasa di bidang pendidikan active learning atau pembelajaran aktif di sekolah," katanya.
Metode pembelajaran itu menggunakan pendekatan yang menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran, mendorong partisipasi aktif, berpikir kritis, dan kolaboratif sejak usia dini. Ia mewujudkan keyakinannnya itu melalui didirikannya HighScope Indonesia pada tahun 1996.
BACA JUGA: Biji Kenari Membantu Menjaga Kesehatan Jantung dan Meningkatkan Fungsi Otak
Antarina mengatakan sebagai perempuan Indonesia ingin terus membawa hal-hal positif bagi generasi selanjutnya dan menjunjung nilai-nilai perjuangan R.A. Kartini yang selalu memberdayakan generasi muda lewat pendidikan yang membebaskan cara berpikir.
"Saya tidak akan gentar menyuarakan perubahan dalam dunia pendidikan dengan tujuan menghasilkan manusia Indonesia berkualitas yang tak kalah dengan bangsa-bangsa lain di dunia," ucap dia.
Sebagai penulis, Antarina S.F. Amir turut memperkaya wacana pendidikan melalui karya-karyanya. Salah satu bukunya yang berjudul Life Skills for All Learners: How to Teach, Assess, and Report Education's New Essentials, ditulis bersama Prof. Thomas R. Guskey dan diterbitkan oleh ASCD pada tahun 2024. Melalui karya ini, Antarina menegaskan pentingnya pendidikan yang membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21 untuk menghadapi tantangan global.
Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, Antarina turut mengingatkan bahwa perempuan memiliki peran besar dalam menciptakan perubahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Manchester City vs Chelsea di final Piala FA Wembley. Guardiola dan McFarlane siap duel perebutan gelar.
Milad Aisyiyah ke-109 di Jogja dihadiri 500 peserta. Tekankan dakwah kemanusiaan, UMKM, dan penguatan sosial perempuan.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Malioboro dipadati 50.138 wisatawan saat long weekend. Puncak kunjungan terjadi malam hari di Jogja.
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia