China Bersiap Pimpin BRICS 2027, Xi Jinping Ajukan 4 Usulan
China siap mengambil alih keketuaan BRICS pada 2027. Xi Jinping mengajukan empat usulan untuk memperkuat kerja sama Selatan Global.
Ilustrasi vaksinasi HPV pada anak SD untuk mencegah kanker serviks - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Semakin sering melahirkan secara normal bisa meningkatkan risiko tertular Human Papillomavirus (HPV). Hal ini diutarakan dokter spesialis obstetri ginekologi konsultan onkologi RSK Dharmais dr. Widyorini Lestari Hanafi Sp.OG(K)Onk.
“Karena ada pergerakan dari serviks terbuka untuk lahiran nanti tertutup lagi, jadi mungkin trauma dari serviks, tapi itu fungsi alami dalam proses persalinan tapi ternyata mempengaruhi sel-sel dari serviks, sehingga mudah terkena infeksi dari HPV,” kata dokter yang disapa Wini ini dalam diskusi mengenai kanker serviks di Jakarta, Selasa (22/4/2025).
Saat melahirkan normal, bayi akan melewati saluran vagina, serviks, atau vulva yang mungkin terdapat virus HPV. Proses melahirkan normal juga bisa menyebabkan lecet atau luka kecil pada vagina, yang dapat menjadi tempat masuknya virus HPV ke dalam tubuh bayi.
Wini mengatakan, memiliki banyak anak terutama melalui persalinan normal semakin memperbesar risiko tertularnya virus HPV.
BACA JUGA: Biji Kenari Membantu Menjaga Kesehatan Jantung dan Meningkatkan Fungsi Otak
Selain melahirkan secara normal, wanita yang menikah muda juga dapat meningkatkan risiko terjangkitnya virus HPV. Hal ini karena wanita yang berhubungan seksual aktif di bawah usia 18 tahun masih belum memiliki organ kandungan yang lengkap.
“Faktor risiko memang bukan penyebab, tapi faktor yang bisa menyebabkan dan menambah risiko terjadinya infeksi HPV, contoh menikah di usia muda karena organ kandungan perempuan belum matang, kedua banyak partner seksual,” katanya.
Ia mengatakan, virus HPV tidak dapat dicegah, namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menekan risiko virus berubah menjadi kanker serviks. Antara lain melakukan vaksinasi bagi anak perempuan mulai usia 9-14 tahun.
Bagi wanita dewasa di atas 30 tahun dan berhubungan seksual aktif, disarankan untuk melakukan tes HPV dengan pap smear, atau IVA tes, 3 tahun sekali.
Selain vaksinasi, Wini menyarankan untuk menjaga kebersihan organ wanita utamanya saat menggunakan toilet umum dan rajin mencuci tangan sehabis dari toilet.
“Kalau toilet umum namanya virus bisa dimana saja, virus hpv juga bisa dimana saja, toilet umum hanya suatu media dimana virus ada di situ tapi kalau terkena virus itu belum tentu terinfeksi, terinfeksi tetap dari berhubungan seksual,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
China siap mengambil alih keketuaan BRICS pada 2027. Xi Jinping mengajukan empat usulan untuk memperkuat kerja sama Selatan Global.
Asap kebakaran Gunung Bromo mulai terbatas dan api terkendali. Petugas gabungan tetap siaga karena masih ditemukan sisa bara.
Nglanggeran didorong menjadi model desa wisata nasional setelah meraih Best Tourism Village Award 2021 dari UN Tourism.
Kapal Virgo Transport 8 membawa 243 orang dan hilang kontak di Laut Jawa. Sebanyak 103 orang dievakuasi, enam meninggal dan 140 masih dicari.
Tol Jogja-Solo ruas Purwomartani-Maguwoharjo mulai menyentuh Ring Road Utara. Separator 1,5 km dibongkar untuk struktur tol elevated.
367.064 penerima bansos Jateng terindikasi judol. Sebanyak 12.226 warga menjalani proses sanggah dan data masih terus diperbarui.