JBBA 2026: Ekonomi Berkelanjutan Penting bagi Korporasi dan Instansi
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Bau badan kerap menjadi masalah bagi banyak orang. Tak jarang kepercayaan diri mereka ambyar karena bau badan. Tidak malas untuk mandi adalah salah satu upaya terbaik yang dapat dilakukan.
Dilansir dari laman webmd.com dan punchng.com, Selasa (13/8/2024), penyebab bau badan secara garis besar disebabkan oleh perkembangbiakan bakteri yang tercampur dalam keringat. Akibatnya, orang yang mudah berkeringat secara alami, yakni para penderita hiperhidrosis, mungkin lebih berisiko mengalami bau ketiak.
Fakta bahwa keringat tidak memiliki bau menjadi bukti bahwa bakteri adalah penyebab utamanya, Dengan itu, mandi setidaknya 1 kali dalam sehari dapat menjadi opsi terbaik untuk menghilangkan bakteri di kulit penyebab bau badan.
Untuk mengoptimalkan pembersihan bakteri, gunakanlah sabun antibakteri. Mandi menggunakan sabun antibakteri akan membantu menghilangkan bakteri yang ada. Pilihlah sabun dengan kata "antibakteri" pada kemasannya.
Mendapatkan deodoran yang tepat akan membantu mengatasi bau badan. Bahan dasar alkohol dalam deodoran memiliki kandungan antibakteri yang dapat membunuh bakteri penyebab bau badan. Selain itu, deodoran biasanya juga mengandung parfum guna menutupi bau.
Kebiasaan tidak mengganti baju, terutama setelah olahraga, adalah salah satu penyebab bau badan, karena hal ini menjadi tempat pengembangbiakkan bakteri. Kenakanlah pakaian bersih untuk menjauhi tubuh dari bakteri penyebab bau badan.
Setelah mandi, keringkan tubuh secara menyeluruh tanpa meninggalkan satu area pun. Saat kulit dalam keadaan kering, akan lebih sulit bagi bakteri penyebab bau badan untuk datang dan berkembang biak.
Penting untuk diingat bahwa apa yang Anda makan adalah bau badan Anda. Mengonsumsi makanan yang mengandung sulfur terlalu banyak, seperti brokoli, kembang kol, dan kubis, dapat menyebabkan bau badan.
BACA JUGA: Hati-Hati, Bau Badan Bisa Jadi Tanda Sakit Jantung
Untuk mengoptimalkan upaya ini, Anda juga dapat menghindari makanan pedas yang dapat memicu keluarnya keringat yang menyebabkan bau badan jika tercampur dengan bakteri.
Mengonsumsi alkohol menyebabkan pembuluh darah di dekat kulit membesar yang menyebabkan orang merasa kepanasan sehingga memicu keluarnya keringat dalam tubuh yang dapat menjadi penyebab bau badan jika tercampur dengan bakteri.
Untuk daerah beriklim panas, hindari pakaian sintetis atau ketat yang tidak memungkinkan kulit untuk bernapas. Ketika kulit susah bernapas, keringat yang keluar dapat menjadi penyebab terjadinya bau badan jika tercampur dengan bakteri.
Kenakanlah kain yang cenderung tipis seperti katun, linen ringan, dan wol ringan untuk menjaga tubuh tetap sejuk dan nyaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Lembah Oya Kedungjati di Selopamioro, Bantul, membuka peluang kerja dan pendapatan bagi pemuda sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Geely dan NIO memperkuat bisnis baterai dan charging dengan investasi Rp1,7 triliun serta pengembangan teknologi battery swapping.
Survei Segara Research Institute menunjukkan 73,8 persen ojol bergabung sebagai pekerja gig karena tidak mendapatkan pekerjaan formal.
Dato' Sri Tahir menyebut penunjukannya sebagai anggota Wantimpres Prabowo merupakan suatu kehormatan dan menyerahkan agenda kepada Pratikno.
MA mengabulkan uji pendapat DPRD Gowa terkait usulan pemberhentian Bupati Sitti Husniah Talenrang pada 1 Oktober 2026.