Bekas TPA Jatibarang Semarang Terbakar, Penyebab Belum Pasti
Bekas TPA Jatibarang Semarang terbakar seluas 3 hektare. Damkar menyebut sampah masih dibuang dan penyebab kebakaran belum dipastikan.
Jalan kaki - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Hipertensi bisa diturunkan dengan pola hidup sehat. Selain pola makan juga pola beraktivitas.
Dikutip dari dari Honor Health dan Goodrx, Selasa (18/6/2024), orang dengan hipertensi dianjurkan melakukan beberapa olahraga untuk menstabilkan kadar tekanan darah. Karena, berolahraga secara teratur dapat memompa lebih banyak darah dan mengurangi tekanan pada arteri. Penderita hipertensi dapat melakukan olahraga seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, angkat beban, dan aerobik.
Berikut ini olahraga yang cocok bagi penderita hipertensi:
Berjalan Kaki
Jalan kaki menjadi olahraga yang mudah dilakukan, tetapi dapat berkontribusi menurunkan kadar tekanan darah. Penelitian menunjukkan, berjalan kaki selama 10 menit sebanyak 3 kali dalam sehari lebih efektif mencegah lonjakan tekanan darah, dibandingkan berjalan kaki selama 30 menit setiap hari.
Selain itu, Anda juga dianjurkan berjalan kaki sebentar setelah makan malam. Karena, aktivitas fisik ini dapat membantu mengontrol tekanan darah dan mencegah kenaikan kadar gula darah.
Bersepeda
Olahraga bersepeda dapat memaksimalkan kinerja jantung dalam memompa darah. Hal ini berkontribusi untuk menurunkan dan mencegah kenaikan tekanan darah pada penderita hipertensi. Selain itu, juga mengurangi risiko terkena komplikasi seperti obesitas, kolesterol, dan diabetes.
Anda dapat bersepeda sebanyak tiga kali dalam sehari, dengan durasi waktu selama 10 menit guna meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
BACA JUGA: Rencana Bansos untuk Korban Judi Online Sangat Berisiko, Ini Kata Ekonom
Berenang
Sebuah penelitian menemukan, berenang dapat membantu mengendalikan tekanan darah pada orang dewasa berusia 60 tahun ke atas. Selain aman untuk penderita hipertensi, berenang juga dapat dilakukan penderita obesitas, karena bisa menurunkan risiko kecelakaan otot akibat aktivitas berat.
Untuk itu, Anda dapat berenang secara rutin selama 45 menit guna menunjang penurunan tekanan darah sistolik dan meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Angkat Beban
Olahraga angkat beban yang mengandalkan kemampuan otot ini diyakini mampu meningkatkan kebugaran tubuh. Selain itu, dapat menurunkan dan mencegah lonjakan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Namun, Anda perlu melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter untuk menyesuaikan dengan kondisi kesehatan. Karena, olahraga ini juga dapat memicu komplikasi apabila salah dalam pengaplikasiannya.
Aerobik
Olahraga kardio dapat menjadi alternatif dalam mencegah komplikasi akibat hipertensi tinggi. Karena itu, Anda dapat melakukan senam aerobik untuk mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. Penelitian menunjukkan, aerobik menyebabkan penurunan denyut jantung dan cardiac output, yang pada akhirnya berkontribusi dalam menurunkan tekanan darah.
Mendaki Gunung
Aktivitas fisik seperti hiking atau mendaki gunung, telah terbukti efektif membantu mencegah kenaikan tekanan darah tubuh. Karena, dapat mengurangi kekakuan arteri sehingga membantu sirkulasi darah lebih mudah. Penelitian menunjukkan, hiking mampu menurunkan tekanan darah tubuh hingga 10 poin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Bekas TPA Jatibarang Semarang terbakar seluas 3 hektare. Damkar menyebut sampah masih dibuang dan penyebab kebakaran belum dipastikan.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
MRS 2026 putaran empat menjadi uji coba perangkat elektronik Sirkuit Mandalika sekaligus menjaga grip lintasan menjelang MotoGP Indonesia 2026.
AJI Yogyakarta mendesak perusahaan media memperkuat SOP keselamatan jurnalis, termasuk pelatihan, APD, mitigasi, komunikasi, dan evakuasi.
Turnamen Biliar Joglosemar 2026 mempertemukan insan pers Jogja, Solo, dan Semarang sebagai persiapan menuju Porwanas 2027.
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.