Harga BBM 15 Oktober 2026, Pertamax Rp15.950 per Liter
Harga BBM 15 Oktober 2026 di Pertamina, BP, Vivo, dan Shell tidak berubah. Pertamax Rp15.950, Pertalite Rp10.000 per liter.
Jalan kaki - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Hipertensi bisa diturunkan dengan pola hidup sehat. Selain pola makan juga pola beraktivitas.
Dikutip dari dari Honor Health dan Goodrx, Selasa (18/6/2024), orang dengan hipertensi dianjurkan melakukan beberapa olahraga untuk menstabilkan kadar tekanan darah. Karena, berolahraga secara teratur dapat memompa lebih banyak darah dan mengurangi tekanan pada arteri. Penderita hipertensi dapat melakukan olahraga seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, angkat beban, dan aerobik.
Berikut ini olahraga yang cocok bagi penderita hipertensi:
Berjalan Kaki
Jalan kaki menjadi olahraga yang mudah dilakukan, tetapi dapat berkontribusi menurunkan kadar tekanan darah. Penelitian menunjukkan, berjalan kaki selama 10 menit sebanyak 3 kali dalam sehari lebih efektif mencegah lonjakan tekanan darah, dibandingkan berjalan kaki selama 30 menit setiap hari.
Selain itu, Anda juga dianjurkan berjalan kaki sebentar setelah makan malam. Karena, aktivitas fisik ini dapat membantu mengontrol tekanan darah dan mencegah kenaikan kadar gula darah.
Bersepeda
Olahraga bersepeda dapat memaksimalkan kinerja jantung dalam memompa darah. Hal ini berkontribusi untuk menurunkan dan mencegah kenaikan tekanan darah pada penderita hipertensi. Selain itu, juga mengurangi risiko terkena komplikasi seperti obesitas, kolesterol, dan diabetes.
Anda dapat bersepeda sebanyak tiga kali dalam sehari, dengan durasi waktu selama 10 menit guna meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
BACA JUGA: Rencana Bansos untuk Korban Judi Online Sangat Berisiko, Ini Kata Ekonom
Berenang
Sebuah penelitian menemukan, berenang dapat membantu mengendalikan tekanan darah pada orang dewasa berusia 60 tahun ke atas. Selain aman untuk penderita hipertensi, berenang juga dapat dilakukan penderita obesitas, karena bisa menurunkan risiko kecelakaan otot akibat aktivitas berat.
Untuk itu, Anda dapat berenang secara rutin selama 45 menit guna menunjang penurunan tekanan darah sistolik dan meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Angkat Beban
Olahraga angkat beban yang mengandalkan kemampuan otot ini diyakini mampu meningkatkan kebugaran tubuh. Selain itu, dapat menurunkan dan mencegah lonjakan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Namun, Anda perlu melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter untuk menyesuaikan dengan kondisi kesehatan. Karena, olahraga ini juga dapat memicu komplikasi apabila salah dalam pengaplikasiannya.
Aerobik
Olahraga kardio dapat menjadi alternatif dalam mencegah komplikasi akibat hipertensi tinggi. Karena itu, Anda dapat melakukan senam aerobik untuk mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. Penelitian menunjukkan, aerobik menyebabkan penurunan denyut jantung dan cardiac output, yang pada akhirnya berkontribusi dalam menurunkan tekanan darah.
Mendaki Gunung
Aktivitas fisik seperti hiking atau mendaki gunung, telah terbukti efektif membantu mencegah kenaikan tekanan darah tubuh. Karena, dapat mengurangi kekakuan arteri sehingga membantu sirkulasi darah lebih mudah. Penelitian menunjukkan, hiking mampu menurunkan tekanan darah tubuh hingga 10 poin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga BBM 15 Oktober 2026 di Pertamina, BP, Vivo, dan Shell tidak berubah. Pertamax Rp15.950, Pertalite Rp10.000 per liter.
Bantul mencatat HTH terpanjang di Indonesia selama El Nino 2026. Pemkab telah menyalurkan 6,6 juta liter air bersih ke wilayah terdampak.
Ratusan massa bertahan di DPRD DIY hingga petang dalam aksi kritik dua tahun Prabowo-Gibran. Situasi memanas saat massa mencoba mendobrak pintu.
DPRD Bantul mendorong UMK 2027 mendekati Kebutuhan Hidup Layak Rp4,5 juta dengan mempertimbangkan kondisi pekerja dan kemampuan perusahaan.
DPUPKP Kota Jogja memetakan titik rawan genangan di Jambon, XT Square, Giwangan hingga Jogokaryan untuk mengantisipasi hujan deras.
Bareskrim menetapkan lima tersangka kasus blackout Batam-Bintan yang dipicu korsleting di Trafo 1 GI Sei Harapan, dengan kerugian Rp57,3 miliar.