Kaki Kaku Tengah Malam? Waspada, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jumali
Jumali Sabtu, 01 Agustus 2026 17:07 WIB
Kaki Kaku Tengah Malam? Waspada, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi kram otot kaki./Freepik


Harianjogja.com, JOGJA—Pernahkah Anda terbangun di tengah malam karena kaki tiba-tiba terasa kaku dan nyeri? Kondisi ini dikenal sebagai kram kaki saat tidur atau nocturnal leg cramps. Meskipun umumnya hanya berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit, rasa sakit yang muncul bisa cukup mengganggu dan menyisakan pegal setelahnya.

Dilansir dari Alodokter, kram biasanya terjadi akibat kontraksi otot secara tiba-tiba, terutama pada bagian betis, paha, atau telapak kaki. Penyebab pastinya belum selalu diketahui, tetapi ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini.

Salah satu penyebab utama kram kaki adalah kelelahan otot. Aktivitas fisik yang berat, seperti olahraga berintensitas tinggi atau berdiri dalam waktu lama, dapat membuat otot kaki mengalami kelelahan. Saat tubuh beristirahat, otot yang lelah lebih rentan mengalami kontraksi secara tiba-tiba sehingga memicu kram. Selain itu, tubuh yang kekurangan cairan atau dehidrasi juga dapat mengganggu fungsi otot dan saraf. Kekurangan cairan menyebabkan keseimbangan elektrolit, seperti natrium, kalium, dan magnesium, terganggu sehingga risiko kram meningkat.

Faktor lain yang sering diabaikan adalah posisi tidur yang kurang tepat. Telapak kaki yang menekuk ke bawah dalam waktu lama dapat membuat otot betis menegang dan lebih mudah mengalami kram. Kram juga lebih sering dialami oleh orang dewasa dan lanjut usia. Seiring bertambahnya usia, massa otot, fungsi saraf, dan metabolisme tubuh mengalami perubahan sehingga otot menjadi lebih rentan mengalami kontraksi. Pada sebagian orang, kram kaki yang sering muncul bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan seperti diabetes, gangguan ginjal, gangguan tiroid, anemia, hingga kelainan saraf. Karena itu, kram yang berulang sebaiknya tidak diabaikan.

Jika kram muncul saat tidur, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk meredakan nyeri. Pertama, lakukan peregangan dengan menarik jari kaki perlahan ke arah tubuh. Gerakan ini membantu meregangkan otot yang berkontraksi. Kedua, pijat lembut area yang mengalami kram agar otot lebih rileks. Ketiga, cobalah berdiri dan berjalan pelan selama beberapa saat. Keempat, tempelkan kompres hangat pada otot yang terasa tegang. Kelima, minum air putih jika diduga tubuh kekurangan cairan. Langkah-langkah ini umumnya efektif untuk meredakan kram yang masih tergolong ringan.

Meski tidak selalu bisa dicegah, risiko kram kaki dapat dikurangi dengan menerapkan kebiasaan sehat. Lakukan peregangan otot kaki sebelum tidur untuk mengurangi ketegangan. Penuhi kebutuhan cairan setiap hari agar tubuh tetap terhidrasi. Rutin berolahraga dengan intensitas ringan hingga sedang membantu menjaga kesehatan otot dan saraf.

Hindari posisi tidur yang membuat otot kaki terlalu tegang, misalnya dengan menggunakan bantal penyangga di bawah lutut. Gunakan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas untuk mengurangi beban berlebih pada otot kaki. Kebiasaan sederhana ini dapat menurunkan frekuensi kram yang Anda alami.

Kram kaki sesekali umumnya tidak berbahaya. Namun, jika kondisi ini terjadi sangat sering, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti pembengkakan, mati rasa, kelemahan otot, maupun perubahan warna kulit, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah kram berkaitan dengan gangguan kesehatan tertentu sehingga dapat ditangani sesuai penyebabnya.

Jangan abaikan kram yang terus berulang karena bisa jadi itu adalah sinyal tubuh yang membutuhkan perhatian medis. Dengan mengenali penyebab, cara meredakan, dan langkah pencegahan, Anda dapat mengurangi risiko kram dan menikmati tidur yang lebih nyenyak.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online