Mata Perih dan Sulit Tidur Bisa Berawal dari Kebiasaan Ini

Jumali
Jumali Minggu, 26 Juli 2026 04:37 WIB
Mata Perih dan Sulit Tidur Bisa Berawal dari Kebiasaan Ini

Foto ilustrasi menulis menggunakan laptop. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Keluhan mata perih, leher kaku, hingga sulit tidur semakin sering dirasakan masyarakat yang menghabiskan banyak waktu di depan layar gawai. Kebiasaan yang terlihat sepele ini ternyata dapat memengaruhi kesehatan mata, postur tubuh, hingga kondisi mental jika berlangsung terus-menerus tanpa jeda istirahat yang cukup.

Paparan layar dalam durasi panjang kini menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Mulai dari bekerja menggunakan laptop, mengikuti pembelajaran daring, bermain gim, menonton tayangan hiburan, hingga beraktivitas di media sosial, semuanya membuat mata dan tubuh bekerja lebih lama dibandingkan sebelumnya.

Mengutip informasi kesehatan yang dipublikasikan Hello Dokter, penggunaan perangkat digital secara berlebihan dapat memunculkan berbagai gangguan yang perlu diwaspadai.

Salah satu dampak yang paling sering muncul adalah mata lelah atau asthenopia. Kondisi ini terjadi ketika otot mata dipaksa terus fokus pada layar dalam waktu lama. Akibatnya, mata dapat terasa berat, perih, kering, hingga mengalami penglihatan kabur sementara setelah penggunaan perangkat digital berkepanjangan.

Paparan layar juga dapat meningkatkan risiko mata kering. Saat seseorang berkonsentrasi menatap layar, frekuensi berkedip biasanya menurun. Padahal, kedipan mata berfungsi membantu menyebarkan air mata agar permukaan mata tetap lembap. Ketika frekuensi berkedip berkurang, mata dapat terasa seperti berpasir, gatal, atau terbakar.

Selain itu, ketegangan pada mata dapat memicu sakit kepala. Keluhan ini umumnya muncul di area dahi, pelipis, maupun di sekitar mata. Semakin lama mata dipaksa bekerja tanpa istirahat, semakin besar kemungkinan munculnya rasa tidak nyaman tersebut.

Gangguan tidur juga menjadi salah satu dampak yang sering dikaitkan dengan penggunaan gawai berlebihan. Cahaya biru yang dipancarkan layar dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh dengan menekan produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Akibatnya, seseorang dapat mengalami kesulitan tidur atau kualitas tidur yang menurun.

Tidak hanya berdampak pada mata, kebiasaan menatap layar dalam posisi yang kurang ergonomis dapat memicu nyeri pada leher dan bahu. Posisi kepala yang terlalu menunduk atau bahu yang terus tegang saat bekerja menggunakan laptop dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang berulang.

Penggunaan perangkat digital tanpa jeda juga berpotensi menurunkan konsentrasi. Otak yang terus menerima informasi dalam waktu panjang dapat mengalami kelelahan mental, sehingga kemampuan fokus, daya ingat, dan produktivitas menjadi berkurang.

Dalam jangka panjang, postur tubuh juga dapat terpengaruh. Kebiasaan membungkuk atau terlalu sering mencondongkan badan ke arah layar dapat memberikan tekanan pada tulang belakang. Kondisi ini dapat memicu nyeri punggung dan gangguan postur apabila berlangsung terus-menerus.

Dampak lain yang tidak kalah penting adalah berkurangnya aktivitas fisik. Waktu yang dihabiskan untuk duduk berjam-jam di depan layar dapat membuat tubuh kurang bergerak. Kondisi tersebut berkaitan dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang memadai.

Untuk mengurangi berbagai risiko tersebut, masyarakat dapat menerapkan kebiasaan sederhana seperti aturan 20-20-20, yakni mengalihkan pandangan setiap 20 menit ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter selama 20 detik. Selain itu, posisi duduk yang ergonomis, pencahayaan ruangan yang memadai, serta membatasi penggunaan gawai menjelang waktu tidur juga dapat membantu mengurangi dampak negatif paparan layar dalam kehidupan sehari-hari.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online