Selat Hormuz Tertutup, Ekonomi Inggris Terancam Resesi 2027
Inggris terancam resesi 2027 jika Selat Hormuz tertutup. Inflasi bisa tembus 6,4%, pertumbuhan minus 0,2%. Simak skenario lengkap EY.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pernah merasa sulit berkonsentrasi, mudah lupa, atau tiba-tiba kehilangan fokus saat beraktivitas? Kondisi yang sering disebut brain fog atau kabut otak ini bukan penyakit, melainkan gejala yang menandakan adanya penurunan fungsi kognitif sementara. Meski kerap dianggap sepele, brain fog dapat mengganggu produktivitas dan aktivitas sehari-hari jika terjadi berulang dalam jangka waktu lama.
Apa Itu Brain Fog?
Brain fog merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang mengalami penurunan kejernihan berpikir. Penderitanya dapat merasa pikirannya lambat, sulit memproses informasi, hingga kesulitan mengambil keputusan.
Secara medis, kondisi ini ditandai dengan berbagai keluhan kognitif yang memengaruhi aktivitas sehari-hari. Meski umumnya bersifat sementara, brain fog dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan atau pola hidup yang perlu diperbaiki.
Gejala yang paling sering muncul antara lain, seperti dikutip dari berbagai sumber:
Berbagai faktor dapat memicu munculnya kabut otak. Mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi medis tertentu.
1. Kurang Tidur dan Kualitas Istirahat Buruk
Tidur berperan penting dalam proses pemulihan fungsi otak. Saat tidur, otak melakukan konsolidasi memori dan proses pembersihan berbagai zat sisa metabolisme.
Karena itu, kebiasaan begadang atau gangguan tidur seperti insomnia dapat menurunkan kemampuan konsentrasi dan daya ingat pada hari berikutnya.
2. Perubahan Hormon
Fluktuasi hormon juga dapat memengaruhi fungsi kognitif seseorang.
Kondisi ini sering dialami perempuan yang memasuki masa menopause. Perubahan kadar estrogen dan progesteron diketahui dapat memengaruhi daya ingat, fokus, dan kemampuan berpikir secara keseluruhan.
3. Stres Kronis dan Depresi
Stres yang berlangsung lama membuat tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat membebani fungsi otak sehingga seseorang menjadi sulit fokus, mudah lupa, dan kehilangan kejernihan berpikir.
4. Kekurangan Nutrisi Penting
Otak membutuhkan berbagai nutrisi agar dapat bekerja optimal.
Beberapa zat gizi yang berperan penting antara lain:
Kekurangan nutrisi tersebut dapat berdampak pada menurunnya fungsi kognitif dan kemampuan konsentrasi.
5. Efek Samping Obat-obatan
Sejumlah obat diketahui dapat memengaruhi kerja neurotransmitter di otak.
Beberapa di antaranya adalah obat antikolinergik, obat penenang, antidepresan, hingga obat tidur. Efek samping yang muncul dapat berupa rasa kantuk berlebihan, sulit fokus, dan menurunnya kemampuan berpikir.
6. Kondisi Medis Tertentu
Dalam beberapa kasus, brain fog dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius.
Beberapa kondisi yang sering dikaitkan dengan brain fog meliputi:
Jika brain fog terjadi sangat sering atau disertai gejala fisik lain yang tidak biasa, pemeriksaan medis perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab pastinya.
Cara Mengatasi Brain Fog
Penanganan brain fog harus disesuaikan dengan faktor pemicunya. Namun secara umum, perubahan gaya hidup sehat dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Brain fog merupakan sinyal bahwa otak membutuhkan perhatian lebih. Dengan mengenali penyebabnya sejak dini, seseorang dapat mengambil langkah yang tepat untuk memulihkan fokus, meningkatkan konsentrasi, dan menjaga produktivitas sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inggris terancam resesi 2027 jika Selat Hormuz tertutup. Inflasi bisa tembus 6,4%, pertumbuhan minus 0,2%. Simak skenario lengkap EY.
Massive Attack mengaku ditahan dan diinterogasi di Singapura setelah mengibarkan bendera Palestina saat konser. Dua anggota juga dicekal masuk kembali.
5 aplikasi Google seperti YouTube, Chrome, Maps, Gmail, dan Google Home disebut paling banyak menguras baterai HP. Simak cara mengatasinya.
Sebanyak 39 pelajar SMA asal Bantul mulai belajar di Sekolah Rakyat Terpadu Kulon Progo. Seleksi dilakukan melalui asesmen kondisi keluarga.
Aldila Sutjiadi dan Erin Routliffe juara Washington Open 2026 usai menang di final. Gelar ini menjadi trofi WTA kedelapan Aldila.
WNI berusia 25 tahun ditahan di KLIA Malaysia setelah mengamuk akibat penerbangan tertunda lima jam dan mengancam staf maskapai.