Banggar DPR Beri 18 Rekomendasi ke Purbaya soal APBN 2025
Banggar DPR memberikan 18 rekomendasi kepada Menteri Keuangan Purbaya terkait pertanggungjawaban APBN 2025, termasuk soal pajak dan utang.
Ilustrasi mendaki gunung/Harian Jogja
Harianjogja.com, JAKARTA—Bagi perempuan yang mendaki atau hiking tiba-tiba mengalami menstruasi menjadi tantangan tersendiri. Terutama saat harus tetap menjaga kebersihan demi kesehatan selama hiking.
Dikansir dari laman Well and Good, Sabtu (11/5/2024), penulis dan pakar backpacking Heather Anderson mengatakan produk menstruasi yang menjadi pilihan para pendaki adalah menstrual cup.
Anda hanya perlu membawa satu cangkir, sehingga menghemat ruang di ransel Anda dan umumnya aman dipakai hingga 12 jam, menurut Mayo Clinic.
BACA JUGA: Siklus Menstruasi Anda Bisa Jadi Barometer Kesehatan
Kelly O. Elmore, MD, seorang dokter kandungan bersertifikat di San Diego mengatakan menstrual cup perlu dikosongkan lebih sering tergantung pada aliran darah Anda. Sebelum Anda menggunakannya, pastikan untuk mencuci tangan, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
Untuk membersihkan menstrual cup dari darah menstruasi, Anderson menyarankan untuk menggali dan mengubur bekas kotoran. Lalu cuci menstrual cup dengan sabun biodegradable bebas pewarna dan pewangi, atau direbus dengan air bersih selama 5-7 menit.
Ia juga menambahkan selama pembuangan dan pembersihan, pastikan Anda berada setidaknya 200 kaki (kurang lebih 70 meter) dari sumber air sungai, danau, sungai, perkemahan, dan jalan setapak.
Selain itu, pilihan lainnya adalah tampon atau pembalut. Namun baik tampon atau pembalut harus rutin diganti setiap 4-8 jam sekali agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan bakteri.
Kelemahan terbesar dari penggunaan produk sekali pakai yaitu anda harus “mengemasnya”, atau membawa tampon dan pembalut bekas di ransel Anda sampai Anda memiliki akses ke tempat sampah, kata Anderson.
Untuk membuat tugas menjadi lebih mudah, Anderson merekomendasikan untuk menempatkan produk bekas ke dalam tas sekali pakai yang dapat menutup rapat dan menghalangi bau.
BACA JUGA: Mau Bersepeda tapi Lagi Haid? Biar Aman, Lakukan Tips Ini...
Selain tas yang dirancang khusus, Anda juga dapat menyimpan produk menstruasi bekas di dalam kantong Ziploc yang dilapisi lakban untuk menjaga kerahasiaannya, dan dapat membuangnya ketika pulang.
Anderson juga mengatakan pakaian dalam untuk menstruasi atau periode underwear, berguna untuk perjalanan singkat semalam atau perjalanan dua hari.
Pakaian ini berfungsi ganda sebagai pakaian dalam standar setelah Anda selesai menstruasi, dapat digunakan kembali, dan dapat dipakai maksimal 12 hingga 14 jam, tergantung aliran darah dan merek yang dipakai. CDC merekomendasikan untuk membersihkannya lebih sering guna mencegah ruam atau infeksi.
Mengenai perlengkapan lainnya, Anderson menyarankan membawa obat pereda keram perut untuk berjaga-jaga dan bawa lebih dari satu menstrual cup, tampon atau celana dalam menstruasi.
Jika Anda mengalami sakit kepala ringan, pusing, sakit kepala, kelelahan, atau ketidaknyamanan umum, pelan-pelan atau istirahatlah, saran Dr. Elmore.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Banggar DPR memberikan 18 rekomendasi kepada Menteri Keuangan Purbaya terkait pertanggungjawaban APBN 2025, termasuk soal pajak dan utang.
BNN menggagalkan penyelundupan 2,6 ton sabu cair dari MV Ocean Porter yang diperkirakan berpotensi berdampak pada 14,1 juta jiwa.
Dua gajah sumatera Deo dan Sinta tiba di Tabang Zoo setelah menempuh perjalanan lima hari dari Gembira Loka Zoo Jogja.
Kokap Kulonprogo mengandalkan potensi lokal, Kopi Roro, Waduk Sermo, dan padat karya untuk membuka peluang ekonomi masyarakat.
Impor tanaman hias Indonesia mencapai Rp18 triliun pada 2025. ASA Indonesia mendorong petani lokal meningkatkan produksi aglaonema.
KAI menghadapi persoalan pembebasan lahan dalam pembangunan jalur kereta baru di Sumatra, Kalimantan, dan Bali.