Polri Andalkan Data Satelit untuk Deteksi Karhutla, Ribuan Personel Dikerahkan
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Ilustrasi remaja bermain ponsel - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Sejumlah ahli menyebut ada istilah otak popcorn (popcorn brain), sebuah gejala akibat terlalu menatap layar gawai seharian.
Dilansir dari Medical Daily, Minggu, istilah otak popcorn berasal dari sebuah kondisi otak seseorang terus berpikir dari satu pikiran ke pikiran yang lain dalam sekejap seperti biji popcorn. Pikiran yang tersebar itu mengganggu fokus dan konsentrasi, sehingga menyebabkan berkurangnya produktivitas dan kesulitan dalam menyelesaikan tugas.
Kondisi tersebut sering dikaitkan dengan lamanya durasi seseorang menatap layar. Studi menunjukkan bahwa rentang perhatian masyarakat telah menurun secara signifikan selama beberapa dekade terakhir karena penggunaan internet dan perangkat digital yang berlebihan.
Penggunaan perangkat digital secara berlebihan, multitasking, dan laju kehidupan modern yang cepat dapat membebani otak. Sayangnya, kurang waktu istirahat dan tidur justru memperburuk kondisi ini.
“Waktu di depan layar yang berlebihan dapat mempengaruhi perkembangan otak yang sehat pada anak-anak dan remaja dalam aspek perhatian, perkembangan bahasa, dan keterampilan fungsi eksekutif mereka,” kata Konselor Kesehatan Mental dan Pendiri Tampa Counseling Place Natalie Rosado.
Selain berdampak pada kesehatan otak, Natalie menyoroti penggunaan perangkat digital secara berlebihan dapat mengganggu pola tidur sehingga berdampak pada kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesejahteraan mental akibat cahaya biru yang dipancarkan layar menekan produksi melatonin, sebuah hormon yang bertanggung jawab untuk membuat seseorang tertidur.
Hal lain yang ia soroti adalah banyak orang menonton video atau banyak menggunakan gawai sebagai sarana untuk melarikan diri dari kenyataan dan menghindari masalah. Ia mengingatkan bahwa hal ini dapat menghalangi individu untuk mengatasi masalah mereka secara efektif dan dapat meningkatkan tekanan dalam jangka panjang.
BACA JUGA: Kabar Gembira! Uztaz dan Takmir Masjid di Jogja Akan Dapat BPJS Kesehatan
“Paparan terus-menerus terhadap gambaran ideal dan kehidupan yang terkurasi dapat menyebabkan perasaan tidak mampu dan rendah diri, terutama di kalangan generasi muda, sehingga meningkatkan risiko depresi dan kecemasan. Menghabiskan waktu daring secara berlebihan dapat menggantikan interaksi tatap muka, sehingga menimbulkan perasaan tidak nyaman, kesepian dan keterpisahan dari hubungan kehidupan nyata," ujar Natalie.
Guna terhindar dari fenomena otak popcorn Natalie memberi saran kepada masyarakat untuk mulai menggunakan aplikasi pelacakan durasi layar yang dapat membantu individu menjadi lebih peduli terhadap kebiasaannya menatap layar dan mengidentifikasi konten apa yang dapat dikurangi untuk dilihat.
Ia pun menganjurkan untuk membatasi notifikasi pada gawai agar tiap individu dapat bekerja lebih fokus dan terhindar dari godaan untuk menatap layar jika tidak diperlukan.
Menurutnya, masyarakat juga bisa menemukan bentuk hiburan alternatif yang tidak melibatkan mata menatap layar seperti permainan papan, teka-teki, kerajinan tangan atau aktivitas fisik.
Saran selanjutnya yang ia berikan adalah belajar manajemen waktu seperti teknik Pomodoro yang melibatkan interval kerja terfokus diikuti dengan istirahat singkat, membantu menjaga produktivitas dan mencegah kelelahan mental.
"Menetapkan rutinitas yang konsisten membantu melatih otak untuk tetap penuh perhatian selama waktu yang ditentukan. Membagi tugas menjadi bagian-bagian yang dapat dikelola, menetapkan tujuan yang spesifik dan dapat dicapai untuk setiap tugas atau sesi belajar, dan memberi penghargaan pada diri sendiri setelah selesai dapat membantu untuk tetap termotivasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Honda kembali menggandeng Red Bull di MotoGP 2027. Kerja sama ini juga berdampak pada Fabio Quartararo yang meninggalkan Monster Energy.
Media asing menyoroti reshuffle Kabinet Prabowo, terutama pergantian Menlu Sugiono oleh diplomat karier Arrmanatha Nasir.
Sembilan tahun Batik Enom, Devie Fransisca membuktikan batik bisa menjadi pakaian sehari-hari melalui inovasi warna, desain, hingga jersey batik.
Air mengucur dari langit-langit pesawat Emirates EK123 rute Dubai-Istanbul. Maskapai menjelaskan penyebabnya adalah penumpukan kondensasi.
Jelang pencoblosan Pilur Bantul 4 Oktober 2026, warga diminta cermat menyaring informasi media sosial dan tidak mudah percaya hoaks.