Peneliti Temukan Resep Membuat Es Krim Anti Meleleh
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Bar di Jepang menawarkan layanan menampar bagi pelanggan. / YouTube
Harianjogja.com, NAGOYA—Sebuah bar di Jepang populer karena menawarkan layanan yang agak kontroversial kepada pelanggannya, yaitu menampar wajah mereka sebelum makanan disajikan.
Layanan itu diterapkan di sebuah bar dengan konsep izakaya, yaitu bar yang menyediakan minuman beralkohol dengan makanan ringan sebagai sampingan. Rupanya, bar itu juga menyajikan ‘hidangan tambahan’, yaitu tamparan hangat yang dilepaskan staf wanitanya.
BACA JUGA: Penemuan Aneh dari Jepang, Ada Payung yang Bisa Jadi Kursi Duduk
Melansir Oddity Central, bar bernama Izakaya Shachihoko-ya di Nagoya itu kini semakin banyak didatangi pelanggan yang ingin mencoba pengalaman menyakitkan tersebut. Pada awalnya, tamparan wajah dilakukan hanya oleh satu anggota staf izakaya, berdasarkan permintaan, namun seiring dengan meningkatnya permintaan, manajemen mempekerjakan beberapa gadis yang bersedia memberikan tamparan dan bahkan mulai mengenakan biaya sebesar 100 yen (Rp10.500) per tamparan.
Publikasi media berbahasa Mandarin, Liberty Times Net, baru-baru ini menerbitkan laporan tentang layanan tamparan wajah yang aneh di izakaya, mengklaim bahwa pada suatu waktu layanan tersebut membebankan biaya hingga 500 yen kepada orang-orang karena memilih salah satu anggota stafnya yang akan ditampar. Layanan ini populer di kalangan pria dan wanita Jepang, serta turis asing yang penasaran.
“Semakin keras staf perempuan menampar mereka, semakin bersemangat pula pengunjungnya,” demikian klaim laporan Liberty Times Net. “Bukan saja pengunjungnya tidak marah, tapi mereka juga tampak merasa lebih santai setelah dipukul. Mereka bahkan akan berterima kasih kepada anggota staf yang memukul mereka.”
Para staf yang memukul pelanggan ini pun tidak bercanda. Mereka menampar sepenuh hati, dan para pengunjung menyukainya.
BACA JUGA: Cara Unik Hilangkan Stres, Jepang Punya Festival Memaki
Namun, pada titik tertentu, Shachihoko-ya memutuskan untuk menghentikan layanan utamanya dan fokus pada layanan izakaya standar. Bulan lalu, mereka mengeluarkan pengumuman di platform X, mendesak siapapun untuk tidak datang dengan harapan akan ditampar.
“Shachihoko-ya saat ini tidak memberikan tamparan. Kami mengapresiasi perhatian yang diterima hari ini, namun kami tidak bisa mengakomodasi kunjungan dengan tujuan menerima tamparan,” bunyi pesan tersebut. “Kami tidak menyangka video lama akan menjadi viral seperti ini, jadi harap dipahami sebelum datang.”
Tidak jelas kapan bar izakaya itu menghentikan layanan kontroversial tersebut. Kendati demikian, layanan itu masih mendapat perhatian dan banyak yang menyesal telah melewatkan pengalaman itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.