Advertisement

Cara Unik Hilangkan Stres, Jepang Punya Festival Memaki

Lajeng Padmaratri
Senin, 09 Oktober 2023 - 20:27 WIB
Lajeng Padmaratri
Cara Unik Hilangkan Stres, Jepang Punya Festival Memaki Pengunjung kuil Atago di Kasama, Jepang saat perayaan Akutai Matsuri, atau dikenal sebagai festival memaki. - Japantimes

Advertisement

Harianjogja.com, TOKYO—Jepang merupakan tujuan luar biasa yang menawarkan budaya khas yang tidak dapat ditemukan di tempat lain di dunia. Salah satu yang menarik untuk diikuti ialah festival memaki.

Perayaan itu dalam bahasa Jepang dikenal sebagai akutai matsuri, yang artinya festival 'bahasa kasar'. Festival itu biasanya diadakan setiap bulan Desember. Mereka melakukannya di Kuil Atago di Kota Kasama, Ibaraki, Jepang.

Advertisement

BACA JUGA: Di Jepang, Ada Sebuah Kota yang Berada di dalam Kawah Gunung Berapi

Melansir Mainichi, pada momen itu, para pengunjung kuil dengan penuh semangat berebut untuk mendapatkan persembahan yang dikatakan dapat memberikan kesehatan, keselamatan bagi keluarga, dan hasil panen yang berlimpah, sambil meneriakkan kata-kata kutukan seperti "dasar bodoh!"

Konon festival ini dimulai sekitar pertengahan zaman Edo (1603-1868), ketika penguasa Domain Tsuchiura pada saat itu mencoba mencari tahu apa yang membuat rakyat jelata tidak senang melalui rasa frustrasi yang mereka utarakan.

Festival ini dihadiri oleh seorang pendeta Shinto dan 13 perwakilan pengunjung kuil yang mengenakan pakaian putih, mengenakan topi hitam tradisional dan membawa tongkat bambu, berperan sebagai Tengu, sejenis makhluk dalam cerita rakyat Jepang.

BACA JUGA: Punya Gedung Unik, Pabrik Pengolahan Limbah Ini Banyak Dikunjungi Wisatawan

Mereka mengunjungi 16 kuil kecil di sekitar kuil utama, dan mempersembahkan koin lima yen dan kue beras. Setelah pendeta Shinto selesai berdoa, para peserta mulai meneriakkan kata-kata makian dan berebut sesaji. Persembahan itu juga dimaksudkan sebagai kepercayaan warga setempat bahwa keberuntungan akan tiba saat memasuki tahun baru.

Sementara itu, Japantimes pernah menulis bahwa festival ini adalah cara warga setempat dalam melampiaskan stres. Menurut pengetahuan lokal, festival di Kasama itu sebagai cara untuk mengusir roh jahat dan melepaskan beban warga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Cegah Kecelakaan, Pemkab Bagikan Traffic Cone untuk 72 Sekolah di Sleman

News
| Senin, 11 Desember 2023, 13:17 WIB

Advertisement

alt

Cari Tempat Seru untuk Berkemah? Ini Rekomendasi Spot Camping di Gunungkidul

Wisata
| Rabu, 06 Desember 2023, 20:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement