Profil Blok Natuna D-Alpha Punya Gas 222 TCF, Dikembangkan Hashim Djojohadikusumo
Arsari Group memenangkan lelang Natuna D-Alpha dengan komitmen Rp1,83 triliun. Blok ini memiliki potensi gas hingga 222 TCF.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Asam folat atau folic acid merupakan sintesis dari vitamin B9 atau folat yang dikenal baik untuk ibu hamil atau menyusui. Memenuhi kadar asam folat selama periode pertumbuhan akan membantu pembentukan sel-sel maupun sistem organ pada janin seperti otak dan sumsum tulang belakang, pembentukan sel darah merah, hingga menjaga imunitas tubuh.
Tak hanya baik untuk ibu hamil kekurangan maupun kelebihan asam folat pada tubuh dapat meningkatkan risiko anemia, penyakit jantung dan kanker tertentu, memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
Mengingat fungsi asam folat ialah memproduksi DNA dan RNA serta sel darah merah dan putih di sumsum tulang, mengubah karbohidrat menjadi energi, membantu pertumbuhan jaringan dan sel baru, dan memproduksi protein tertentu.
Medical News Today mencatat defisiensi folat lebih banyak terjadi pada wanita, memengaruhi sekitar 19% remaja wanita rentang usia 14-19 tahun dan 17% wanita dewasa rentang usia 19-30 tahun.
Berikut beberapa peran penting asam folat bagi kesehatan tubuh:
1. Menurunkan risiko komplikasi kehamilan
Asam folat yang cukup pada ibu hamil mampu membantu mencegah masalah perkembangan janin seperti preeklamsia (tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol pada ibu hamil), serta membantu mencegah penyimpangan tabung saraf, termasuk kelainan sumsum tulang belakang dan otak seperti spina bifida atau anensefali.
2. Mencegah penyakit jantung dan stroke
Selain berfungsi membentuk sel darah merah, asam folat turut berperan untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah di dalam tubuh. Hal ini dilakukan dengan memecah asam amino homocysteine yang disebut meningkatkan risiko penyakit jantung. Rutin mengonsumsi suplemen asam folat dapat menurunkan kadar homosistein sekaligus menurunnya risiko penyakit jantung termasuk serangan jantung dan stroke.
3. Mengurangi gejala kondisi kesehatan mental
Melansir Healthline, sebuah studi tahun 2022 menemukan mengonsumsi suplemen asam folat dan folat dapat membantu mengurangi gejala kondisi kesehatan mental seperti depresi pasca persalinan, skizofrenia, dan gangguan bipolar.
Keterkaitan tersebut menimbang dari folat yang ikut terlibat dalam produksi bahan kimia otak yakni neurotransmiter. Bahkan meninjau dari studi yang ada mengonsumsi suplemen folat bersamaan dengan obat antipsikotik atau antidepresan dapat mengurangi gejala skizofrenia atau depresan, meski masih dibutuhkan studi lebih lanjut guna memperkuat temuan tersebut.
Kebutuhan asam folat dapat dipenuhi dengan mengonsumsi brokoli, kubis, kembang kol, pepaya, bayam, kiwi, jeruk, gandum utuh, hati sapi, kuning telur, buncis, kacang polong, dan kacang-kacangan seperti kacang merah, kacang polong, dan kacang tanah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Arsari Group memenangkan lelang Natuna D-Alpha dengan komitmen Rp1,83 triliun. Blok ini memiliki potensi gas hingga 222 TCF.
Nelayan Pati Haryanto ditemukan meninggal di Pantai Dukuh Widengan setelah empat hari hilang saat berusaha menolong rekannya yang tenggelam.
Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel untuk menangani karhutla. Hotspot terdeteksi 1.323 titik hingga 19 September 2026.
Pedagang Pasar Rakyat Bantul Kota menyebut kunjungan pembeli turun hingga 50% setelah MBG berjalan dan berdampak pada penjualan makanan.
Populasi lansia Jepang mencapai rekor 29,6 persen atau 36,24 juta jiwa, tertinggi di antara negara berpenduduk lebih dari 40 juta.
Napoli gagal mempertahankan keunggulan atas Fiorentina dan harus puas bermain 1-1 pada pekan kelima Liga Italia 2026/27.