Kebakaran Gunung Lawu Merembet ke Hutan Lindung Ngawi, 13 Hektare Terbakar
Kebakaran Gunung Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Tiga titik api masih menyala dengan luas area terbakar sekitar 13 hektare.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Mandi terlalu lama ternyata dapat mengganggu kesehatan kulit menurut pernyataan dr. Kardiana Purnama Dewi, Sp.KK seorang Dokter spesialis kulit dan kelamin.
"Salah satu kebiasaan yang kurang baik adalah mandi terlalu lama. Namun jika baru melakukan kegiatan yang berkeringat atau mengakibatkan kulit kotor, maka tak masalah apabila durasi mandi lebih lama agar tubuh dapat dibersihkan menyeluruh," ujar Dewi seperti yang disiarkan Antara.
Dokter yang juga anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) ini menjelaskan bila tidak perlu mandi dalam waktu lama jika tubuh tidak terlalu berkeringat atau kotor. Begitu juga dengan seseorang yang mandi menggunakan shower Dewi nilai wajar jika memakan waktu lama.
"Tidak mungkin mandi lama pakai gayung, pegal tangannya kan. Selain itu airnya juga cenderung hangat. Jarang orang kucur terus tapi air dingin. Nah air yang terlalu panas, terlalu lama, terus terlalu banyak menggosok dengan alat seperti sikat tubuh setiap hari, tentu bisa membuat kulit kering,” tambahnya.
Baca juga: Papan Iklan Tak Berizin di Sarkem Jogja Ditindak Satpol PP
Selain waktu mandi hal lain yang perlu diperhatikan ialah kebersihan dari alat-alat mandi. Misalnya puff yang biasa digunakan namun jarang dibersihkan. Sebab jika puff tak rajin dibersihkan, dapat menjadi sumber tubuh mengalami gatal-gatal atau muncul bintik-bintik kemerahan pada kulit.
Hal tersebut karena kuman tetap menumpuk meski puff sering terpapar sabun apalagi jika kondisi kamar mandi cenderung kering. Dewi menyarankan setidaknya puff dicuci dua atau tiga minggu sekali sebelum kembali dipakai.
Sementara untuk daerah kewanitaan karena memiliki kemampuan untuk membersihkan diri oleh karenanya area tersebut tak wajib untuk dibersihkan, tutur Dewi. Akan tetapi bila ingin menggunakan sabun pilihlah produk dengan konsentrasi yang lebih ringan.
“Jadi sebenarnya, area kewanitaan itu tidak perlu dibersihkan secara khusus. Hanya seperti saat mandi biasa, boleh menggunakan sabun yang sesuai, tapi dengan konsentrasi yang lebih ringan,” terang Dewi.
Beda lagi dengan anak perempuan usia dini, Dewi tidak menganjurkan penggunaan sabun kecuali usai BAB atau karena kebutuhan lain. "Namun, sebenarnya tidak ada kebutuhan khusus untuk membersihkan area kewanitaan jika kita tidak ada masalah,” pungkasnya.
Itulah informasi seputar dampak mandi terlalu lama untuk kesehatan kulit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran Gunung Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Tiga titik api masih menyala dengan luas area terbakar sekitar 13 hektare.
Threads menghadirkan parental supervision melalui Family Center. Orang tua bisa memantau aktivitas, membatasi waktu penggunaan, dan mengatur jam tidur remaja.
Sisa lem stiker di kaca mobil sulit dibersihkan? Simak lima cara mengatasinya menggunakan pembersih kaca, WD-40, alkohol, dan bahan lainnya.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen menghapus kelaparan dan kemiskinan serta memastikan anak Indonesia tidak kekurangan gizi.
MRS 2026 putaran keempat di Mandalika menerapkan aturan baru FIM, termasuk perubahan kuota Q1-Q2 dan batas start dari Pit Lane.
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.