FAJI Sleman Resmi Berdiri, Langsung Persiapan Ikuti 2 Kejuaraan
Pengda FAJI DIY mengukuhkan struktur kepengurusan Pengurus Cabang (Pengcab) FAJI Sleman periode 2026 - 2030.
John Raymond menandatangani selebaran dalam pembukaan pameran Ataraxia di LAV Gallery, Jogja, Sabtu (6/5/2023). - Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Memilih Jogja sebagai lokasi pameran tunggal perdananya sejak berkarya pada 2017, John Raymond mengangkat ketenangan jiwa dalam balutan tema Ataraxia.
Raymond menghadirkan 25 karya dalam pameran berlangsung di LAV Gallery di kawasan Mantrijeron, Jogja dari Sabtu (6/5/2023) sampai Jumat (2/6/2023) itu. Dalam pembukaan, Sabtu, turut hadir Citra Pratiwi selaku kurator pameran tunggal perdana John Raymond.
Di sela-sela pembukaan, Raymond menuturkan ataraxia merupakan bahasa Yunani yang bisa diartikan sebagai ketenangan. Cocok dengan ketenangan jiwa yang jadi konsep dalam pameran tunggal perdananya.
“Selama menggarap karya, saya menemukan dikotomi kendali. Ada yang dikendalikan tapi ada yang tak bisa dikendalikan. Diri sendiri bisa dikendalikan namun alam tidak bisa dikendalikan,” tuturnya, Sabtu.
Hal itu salah satunya didapat Raymond ketika menggarap karya di Pantai Anyer, Banten, Jawa Barat. Ketika berusaha mendapatkan ketenangan, dirinya justru menemukan keriuhan ombak, angin ataupun panasnya terik Matahari.
Ketika dalam melukis goresan-goresan dan warna-warna bisa dikendalikan, justru saat di kanvas ada elemen kejutan yang melahirkan garis-garis tak terduga. “Sama seperti hidup, yang bisa dikendalikan itu diri sendiri tetapi orang lain atau alam tak bisa dikendalikan,” ucap seniman kelahiran Bandung, Jawa Barat itu.
Dalam Ataraxia, Citra melihat karya Raymond yang cenderung minimalis justru menjadi daya tarik sendiri karena kebanyakan seniman abstrak ekspresionis itu karyanya penuh ledakan energi.
“Ataraxia seperti perwujudan sifat Raymond yang introvert. Selalu ada ruang kosong dalam karyanya yang serasa mengajak penikmat karyanya untuk merefleksi diri sendiri. Mencari arti diam dalam kediaman itu,” ucapnya.
Di dalam lukisan Raymond akan bisa dirasakan alunan dalam garis, lekukan dan aliran. Gerak-gerak garis yang bersifat gestural ini mengingatkan orang pada anima dan animus yang ada di dalam diri manusia.
Anima dan Animus merupakan pikiran bawah sadar manusia, kepribadian subjektif yang mewakili tangga bawah sadar yang lebih dalam dari bayangan. Seorang seniman bisa berada dalam energi ini ketika ia melepas kesadaran ia sebagai sebuah bentuk transenden atau immaterial.
“Lukisan abstrak John Raymond sebuah ungkapan mengalun yang merupakan resapan dari proses hiruk pikuk kehidupan dengan proses refleksi yang panjang,” kata Citra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengda FAJI DIY mengukuhkan struktur kepengurusan Pengurus Cabang (Pengcab) FAJI Sleman periode 2026 - 2030.
Sebanyak 189.473 warga Sleman menerima MBG hingga 16 September 2026. Belum ada sekolah yang dicoret dari daftar penerima.
Kutu kebul menyerang 2.000 batang melon petani di Banguntapan, Bantul. Tanaman gagal panen dan menyebabkan kerugian jutaan rupiah.
Cara beli iPhone 18 secara online dan offline di iBox, Digimap, Hello Store, dan Blibli lengkap dengan metode pembayaran.
Sebanyak 252 penerima bansos Gunungkidul membuat pernyataan berhenti judi online. Total 9.921 penerima terindikasi judi online pada 2026.
PSS, PSIM, empat kelompok suporter, dan Polda DIY menandatangani komitmen menjaga keamanan BRI Super League 2026/2027.