Sebelum Pilih Susu Formula Anak, Orang Tua Perlu Cek Komposisi dan Sumber Susu
Memilih susu formula anak perlu cek komposisi dan sumber susu. Kenali pentingnya transparansi, proses produksi, dan fitur Scan & Cek.
Ilustrasi seseorang flu - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Dokter mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan benjolan di leher yang menetap karena dapat mengindikasikan limfoma atau kanker kelenjar getah bening.
Saat sakit flu, kelenjar getah bening yang salah satunya berada di leher dapat menyebabkan pembengkakan. Kondisi ini terjadi karena kelenjar getah bening berperan sebagai bagian dari sistem imun yang bekerja melawan infeksi virus.
Namun, pembengkakan yang terjadi biasanya disertai rasa nyeri, hanya satu benjolan, dan akan mengecil serta hilang dengan sendirinya setelah infeksi membaik atau flu dinyatakan sembuh. Sedangkan, pada kondisi tertentu, benjolan tersebut bisa menjadi tanda limfoma, yaitu penyakit keganasan pada kelenjar getah bening.
Limfoma adalah jenis kanker darah yang terjadi Ketika sel darah putih (limfosit) tumbuh tidak terkendali dan membentuk tumor dalam sistem limfatik, yang mencakup kelenjar getah bening, limpa, sumsum tulang, dan timus.
Tanda Umum
Benjolan akibat limfoma memiliki sifat progresif, yakni terus membesar dari waktu ke waktu.
Menurut dr. Ryan Ardian Saputra, seorang dokter penyakit dalam yang berpraktik di RS EMC Alam Sutra, benjolan tersebut umumnya tidak menimbulkan nyeri, tidak kunjung hilang, dan bisa muncul di beberapa lokasi sekaligus, seperti leher, ketiak, atau lipat paha. Bahkan, benjolan bisa terasa bergumpal dan berjumlah lebih dari satu.
“Sebetulnya limfoma itu kanker darah dengan manifestasi pada kelenjar getah bening. Jadi walaupun kelihatannya sebagai tumor padat, namun originnya berasal dari darah. Dia menyerang sel darah putih,” kata dokter dengan subspesialis hematologi, onkologi medik tersebut.
Secara epidemiologi, limfoma masuk ke dalam 10 besar kanker yang banyak dialami oleh masyarakat Indonesia, yang angka kejadiannya cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
“Cukup banyak kejadiannya, walaupun tidak sebanyak kanker payudara. Selain genetik, faktor penyebab utamanya adalah karena sering kali terpapar zat-zat karsinogenik,” ujar dokter yang juga berpraktik di RS Qadr tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Memilih susu formula anak perlu cek komposisi dan sumber susu. Kenali pentingnya transparansi, proses produksi, dan fitur Scan & Cek.
Gunungkidul masih kekurangan 936 guru SD-SMP. Disdik menyebut pemenuhan tenaga pendidik bergantung pada anggaran dan kebijakan pusat.
Idiec meminta aturan turunan Perpres Ojol menjamin pendapatan pengemudi, kemitraan yang adil, transparansi algoritma, dan perlindungan data.
Simak cara memilih situs streaming film legal dan risiko LK21 atau Indoxxi, mulai dari malware, pencurian data, hingga pelanggaran hak cipta.
Okupansi hotel di KEK Mandalika mencapai 100% selama MotoGP 2026. Hotel di Mataram dan Senggigi juga terisi hingga 80-90%.
LPS mencatat tiga BPR di DIY dicabut izin usahanya. Klaim penjaminan simpanan yang dibayarkan mencapai Rp58,51 miliar.