Gencatan Senjata Baru Disepakati, Muncul Ledakan di Kilang Minyak Iran
Ledakan guncang kilang minyak di Iran usai gencatan senjata dengan AS. Penyebab belum diketahui, situasi kawasan kembali tegang.
Foto ilustrasi kentang olahan. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemicu migrain tidak selalu berasal dari stres atau kurang tidur. Sejumlah penelitian menunjukkan makanan tertentu, termasuk tomat, bawang, dan kentang, berpotensi menjadi pemicu migrain pada sebagian orang, terutama jika dikonsumsi dalam bentuk olahan yang mengandung zat pemicu sakit kepala.
Peran Makanan sebagai Pemicu Migrain
Migrain merupakan gangguan saraf yang dipengaruhi kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup. Salah satu pemicu migrain berasal dari makanan yang dapat memengaruhi kerja neurotransmiter di otak, penyempitan pembuluh darah, hingga komunikasi antara usus dan otak. Zat seperti histamin, tiramin, dan flavonoid kerap dikaitkan dengan munculnya migrain pada individu yang memiliki sensitivitas tertentu.
Menurut Association of Migraine Disorders, seperti dikutip dari The Times of India, Rabu (17/12/2025) tomat, bawang, dan kentang dapat memicu migrain. Karena pemicu setiap orang berbeda-beda, memantau pola makan Anda sangatlah penting.
Tomat sebagai Pemicu Migrain
Tomat dikenal sebagai bahan pangan sehat yang banyak digunakan dalam berbagai masakan. Namun, kandungan histamin dan salisilat di dalam tomat dapat menjadi pemicu migrain bagi sebagian penderita. Produk tomat olahan seperti saus tomat, pasta tomat, dan tomat kalengan dilaporkan lebih sering memicu migrain dibandingkan tomat segar, karena konsentrasi zat pemicu meningkat selama proses pengolahan.
Bawang dan Risiko Migrain
Bawang, baik dikonsumsi mentah maupun dimasak, juga berpotensi menjadi pemicu migrain. Senyawa sulfur dalam bawang dapat memengaruhi pembuluh darah dan sinyal saraf. Konsumsi bawang mentah serta produk berbahan bubuk bawang, seperti bumbu instan dan makanan siap saji, disebut lebih berisiko memicu migrain dibandingkan bawang segar yang diolah secara sederhana.
Kentang Olahan Dinilai Lebih Berisiko
Kentang segar umumnya aman dikonsumsi penderita migrain jika dimasak tanpa tambahan berlebihan. Namun, produk kentang olahan seperti keripik, kentang goreng, dan kentang tumbuk instan kerap mengandung garam tinggi, pengawet, serta penguat rasa yang berpotensi menjadi pemicu migrain. Oleh karena itu, pemilihan kentang segar yang diolah sendiri dinilai lebih aman.
Mengatur Pola Makan
Penderita migrain dianjurkan mencermati pola makan harian untuk mengenali pemicu migrain yang bersifat personal. Makanan utuh yang minim proses pengolahan cenderung lebih aman, sementara bahan tambahan seperti MSG, pengawet, dan pemanis buatan perlu diwaspadai. Pendampingan ahli gizi atau dokter saraf dapat membantu menyusun strategi diet yang tepat untuk mengendalikan migrain.
Sensitivitas terhadap tomat, bawang, dan kentang sebagai pemicu migrain berbeda pada setiap orang. Dalam banyak kasus, bentuk olahan justru lebih sering memicu migrain dibandingkan bahan segarnya. Dengan mengenali pemicu migrain dari makanan dan menerapkan pola makan yang bijak, penderita migrain berpeluang menurunkan frekuensi serangan dan meningkatkan kualitas hidup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : The Times of India
Ledakan guncang kilang minyak di Iran usai gencatan senjata dengan AS. Penyebab belum diketahui, situasi kawasan kembali tegang.
RANS Entertainment memuncaki peringkat global live streaming YouTube dengan 2,96 juta jam tonton berdasarkan data Streams Charts.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.