Satpam SPPG Kecandran Salatiga Ditemukan Meninggal Saat Pergantian Jaga
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Usaha menurunkan berat badan saat puasa yang telah tercapai terkadang hancur seketika saat Lebaran. Bagaimana tidak? Beragam jenis makanan berhasil menggoda selera sehingga membuat kita ingin terus menyantapnya.
Tanpa sadar tiba-tiba berat badan sudah naik beberapa kilo padahal Lebaran belum berlangsung selama seminggu. Lapar mata tak jarang menjadi penyebab utama sehingga seseorang tak mampu menahan diri untuk ngemil.
Berikut ini ada beberapa kiat menurunkan berat badan yang naik saat Lebaran:
Meski Ramadan telah berlalu kebiasaan puasa masih bisa dilakukan dengan puasa sunnah. Salah satunya ialah puasa Syawal selama enam hari dari 2 Syawal dimana jika berpuasa saat tersebut akan menyempurnakan puasa dari bulan Ramadan.
Akan tetapi puasa Syawal dapat bersifat makruh bagi orang yang mesti berutang puasa dan puasa nazar. Selain itu kamu bisa pula melakukan puasa Senin-Kamis atau melakukan intermittent fasting yang memiliki pola serupa dengan puasa sunnah.
Baca juga: Ingin Tetap Sehat Usai Lebaran? Lakukan Hal Berikut Ini
Kebiasaan makan dua kali dalam sehari sebulan lamanya yakni saat sahur dan buka, membuat sebagian orang masih belum terbiasa dengan pola makan baru bahkan cenderung kalap saat Lebaran tiba.
Saat lebaran tiba usahakan untuk tetap mengonsumsi makanan penuh nutrisi mulai dari sayuran hijau, protein, serat hindari pula makanan manis atau asin seperti sajian kue Lebaran. Kemudian perlahan mulai kembali ke rutinitas pola makan lama atau baru, entah itu tetap makan dua maupun tiga kali sekali atau kembali melanjutkan diet sehat.
Makanan yang mengandung serat membuatmu tidak cepat lapar, cara serupa mungkin telah dilakukan sejumlah orang selama berpuasa agar dapat bertahan hingga waktu berbuka. Cara yang sama masih dapat kamu lakukan demi menjaga dan membantu menurunkan berat badan yang naik drastis saat Lebaran.
Selain ragam jenis kue, minuman bersoda pun menjadi andalan untuk sajian Lebaran. Kandungan kolesterol yang tinggi namun rendah nutrisi pada minuman bersoda ialah faktor penyebab kegemukan, hal ini telah terbukti melalui American Journal of Clinical Nutrition mengutip dari Klik Dokter bahwasanya asupan minuman soda berhubungan dengan peningkatan berat badan seseorang, sehingga memicu obesitas. Oleh karena sebaiknya perbanyaklah minum air putih atau jus tanpa gula tambahan
Ramadan berakhir kini tak ada alasan lain untuk menunda untuk berolahraga. Kiat-kiat di atas akan terkesan percuma jika tubuh tidak diimbangi aktivitas fisik yang dapat membantu tubuh untuk membakar lemak maupun kalori yang menumpuk di tubuh.
Jika masih terlalu mager cobalah lakukan olahraga sederhana seperti lompat tali atau self workout, maupun sekadar melakukan jalan pagi. Ketika tubuh telah mampu menyesuaikan diri mulailah tambah intensitas serta frekuensi berolahraga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.