Advertisement

Ketahui 4 Mitos dan Fakta Seputar Puasa Ramadan

Tri Indah Lestari (ST22)
Rabu, 29 Maret 2023 - 12:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Ketahui 4 Mitos dan Fakta Seputar Puasa Ramadan Ilustrasi merokok - reuters

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Setiap tahunnya umat muslim menjalani Rukun Islam ketiga yakni puasa selama bulan Ramadan. Meski demikian masih banyak mitos yang dipertanyakan oleh para umat muslim tak hanya di Indonesia namun seluruh dunia.

Lantas apa saja mitos yang membingungkan para umat muslim? Langsung saja simak ulasan berikut ini:

Advertisement

1. Merokok membatalkan puasa

Tak jarang masih terlihat seseorang yang puasa namun tetap merokok. Meski bukan termasuk makanan maupun minuman, asap yang masuk dalam tubuh dari rokok mengandung partikel yang dapat ditelan dan mencapai perut. Seperti yang disiarkan NU Online, Imam Ibnu Hajar al-Haitami, menyebutkan bahwa rokok memiliki ‘sensasi’ tertentu yang dapat dirasakan dari kandungan tembakaunya.

Oleh karena itu merokok dapat membatalkan puasa ialah sebuah fakta, tentunya hal ini termasuk pula dengan rokok elektrik atau vape. Perlu diketahui asap/uap terbagi dua, yakni asap/uap yang membatalkan puasa seperti rokok dan asap/uap yang tidak membatalkan puasa misalnya berasal dari aroma masakan, asap kemenyan atau minyak angin.

Baca juga: Ledakan Mercon di Magelang: Tiga Orang Ditetapkan Jadi Tersangka

2. Menelan ludah sendiri berarti batal

Sudah seperti pepatah puasa di bulan Ramadan sejumlah orang masih sering dihantui pikiran menelan ludah sendiri berarti batal. Pernyataan ini tentu saja mitos karena menelan ludah adalah tindakan yang reflek terjadi secara alami bahkan kita melakukannya tanpa sadar setiap hari.

Mengutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama, Imam an-Nawawi dalam al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab (6/341) menyatakan bahwa para ulama sepakat menelan air ludah atau air liur tidak membatalkan puasa.

Hal ini berlaku jika air liur sering terbiasa keluar karena sulit dihindari, oleh karenanya akan berbeda cerita jika kamu dengan sengaja menahan air liur di mulut kemudian ditelan, tindakan seperti itu tentu saja membatalkan puasa.

3. Puasa sama dengan tidak boleh sikat gigi

Bau mulut menjadi permasalah utama lainnya selain rasa haus dan lapar yang dirasakan, pernyataan tidak boleh sikat gigi selama puasa sehingga bau mulut timbul karena kebersihan rongga mulut yang tidak terjaga.

Tapi semua itu hanya mitos belaka, faktanya sikat gigi selama puasa diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa, tentunya selama tidak menelan pasta gigi atau air kumuran dengan sengaja. Hukum sikat gigi saat puasa yang dilakukan sebelum masuk waktu Dzuhur ialah makruh, berarti jika dikerjakan tidak berdosa dan jika ditinggalkan berpahala.

4. Puasa tidak baik untuk penderita asam lambung

Penderita asam lambung meski menjaga pola makan demi mencegah timbulnya gejala maag yang tak jarang mengganggu aktivitas harian. Tidak heran jika sebagian penderita maag khawatir menjalani puasa yang akan memperburuk kondisi perutnya.

Namun kenyataannya puasa selama Ramadan justru tidak memicu gejala signifikan pada penderita asam lambung dengan syarat tetap menjaga pola makan dan mengonsumsi makanan tinggi serat saat sahur serta antasida atau obat anti sekresi saat sahur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Penyidik Kasus Harun Masiku yang Terima Perintah di Luar KPK Bakal Dipecat

News
| Sabtu, 22 Juni 2024, 22:17 WIB

Advertisement

alt

Libur Iduladha, Warung Satai Klathak di Jogja Ini Diserbu Wisatawan

Wisata
| Kamis, 20 Juni 2024, 21:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement