Krisis Air Bersih, Warga Padukuhan di Bantul Ini Kesulitan Mandi dan Minum
Warga Padukuhan Petung Bangunjiwo Kabupaten Bantul mengalami krisis air bersih sepanjang bulan Agustus.
Ilustrasi anak dan orang tua/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kenari Kota Jogja menyebut pola asuh yang tidak seimbang terjadi karena orang tua tidak memiliki konsep yang benar. Budaya patriarki yang masih mengakar di masyarakat Indonesia juga menjadi salah satu persoalan.
Psikolog Puspaga Kenari Jogja, Tri Novita Herdalena menyebut pasangan suami istri acap kurang memperhitungkan konsekuensi yang terjadi ketika telah memiliki buah hati. “Karena budaya di Indonesia masih banyak patriarki, pola pikirnya perempuan domestik sedangkan laki-laki di kantor,” ujar Novita di gedung TP PKK Balai Kota Jogja, Jumat (17/3/2023).
Minimnya pengetahuan soal pembagian tugas dan kewajiban dalam pengasuhan anak sangat berpotensi menjadi pemicu perpecahan dalam keluarga sehingga dapat mempengaruhi pola tumbuh kembang dan perubahan sikap anak yang menurut Novita dapat menduplikasi apa yang dilihat. “Anak melihat pola kedua orang tuanya, sehingga perilaku muncul dari apa yang jadi identifikasi. Konsekuensinya kedepanya anak bisa pelaku kekerasan atau menjadi korba," kata dia.
BACA JUGA: Dear Moms, Cermati Tips Tingkatkan Kualitas Pola Asuh Anak Berkualitas
Permasalah tersebut menurut Novita bisa diantisipasi jika keduanya sudah memiliki pertimbangan dan konsep yang baik dalam mengasuh. Novita menyampaikan bahwa peran kedua pihak baik suami maupun istri sangat penting meskipun keduanya memiliki kesibukan masing dalam bekerja.
“Dalam mengasuh anak itu sebenarnya yang dibutuhkan tanggung jawab kedua-duanya. Kalau keduanya bekerja, bisa diserahkan sama simbah atau asisten rumah tangga,” ujar Novita.
Meskipun begitu dirinya juga para wanita yang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga harus bisa berkompromi dan penuh ikhlas dan bukan karena terpaksa. Disisi lain suami selain memberikan nafkah juga harus memahami sisi batin istri yang merawat anak dalam keseharian.
“Suami juga harus memberikan apresiasi dengan kalimat yang mesra dan kasih sayang, sehingga menciptakan kesejukan dalam keluarga. Bisa juga dengan sentuhan fisik,” ujar Novita.
Puspaga sendiri melakukan berbagai program guna memberikan pemahaman mengenai keluarga yang menyasar sejumlah sekolah yang diintergrasikan pada Sekolah Ramah Anak mulai dari tingkat kota hingga wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Petung Bangunjiwo Kabupaten Bantul mengalami krisis air bersih sepanjang bulan Agustus.
BYD M6 DM resmi meluncur di Indonesia sebagai MPV hybrid pertama BYD dengan klaim irit 65 km/liter dan jarak tempuh hingga 1.000 km.
Oakwood Yogyakarta menghadirkan pengalaman hunian modern yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan bisnis maupun rekreasi.
Seleksi Sekda Kota Jogja memasuki tahap akhir. Hasto Wardoyo masih berkonsultasi dengan Gubernur DIY sebelum menentukan nama terpilih.
HE 1O1 Yogyakarta Tugu menghadirkan pengalaman menginap dan kuliner bertajuk Rasa Raya Eid Al Adha, guna meramaikan momen Idul Adha dengan sentuhan cita rasa
Aisyiyah menegaskan dakwah kemanusiaan, penguatan Posbakum, dan peran perempuan dalam perdamaian global di tengah meningkatnya konflik dunia.