Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Ilustrasi ginjal/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Ginjal memiliki peran penting bagi kesehatan dan kebugaran tubuh kita. Menurut UK National Health Services (NHS), peran utama ginjal adalah membersihkan darah dari racun dan mengubah sisanya menjadi urin.
BACA JUGA: Jogja Masuk Daftar Daerah Tertinggi Kasus Gagal Ginjal
Selain itu, ginjal juga mengatur tekanan darah, membuat sel darah merah, dan mengontrol kadar pH di dalam tubuh. Jika ginjal mengalami masalah atau kelainan, dapat menyebabkan berbagai komplikasi.
Ini beberapa tanda-tanda ginjal bermasalah:
1. Pembengkakan di sekitar mata, wajah, dan kaki
Ketika ginjal berhenti berfungsi secara efektif yang dapat menghambat proses membuang racun dan limbah, maka akan mengakibatkan pembengkakkan di sekitar mata, wajah, dan kaki karena penumpukan racun dan kotoran bersamaan dengan penumpukkan kelebihan air dan garam di jaringan tubuh.
Baca Juga : Menkes Budi: Santunan Korban Gagal Ginjal Akut Sedang Dibahas
2. Kelelahan ekstrem
Jika ginjal terhambat dalam produksi sel darah merah, dapat menyebabkan anemia yang mengganggu suplai oksigen dan nutrisi dalam tubuh ke otak dan otot. Oleh karena itu, tubuh akan merasakan amat lelah.
3. Perubahan pada urin
Ginjal yang tidak sehat dapat menyebabkan ketidakaturan saluran kemih. Beberapa orang mungkin akan sering buang air kecil, sedangkan yang lain akan melihat ada darah dalam urinnya. Selain itu, urin yang berbusa dan berisi gelembung juga bisa mengindikasikan masalah pada ginjal.
4. Sesak napas
Masalah ginjal dapat menyebabkan penumpukkan cairan di paru-paru dan dapat menyebabkan sesak napas. Hal ini bisa disebut sebagai kelebihan cairan atau hipervolemia. Beberapa orang juga mungkin mengalami nyeri dada dan dapat mengalami komplikasi kesehatan lainnya.
5. Kulit kering dan gatal
Kulit kering dan gatal menunjukkan ketidakseimbangan mineral dan nutrisi dalam darah. Bisa juga karena peningkatan kadar fosfor dalam darah secara tiba-tiba.
Menurut Kidney Research UK, penderita diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, obesitas, dan riwayat keluarga dengan kerusakan ginjal rentan terhadap masalah ginjal. Tidak hanya itu, merokok, mengonsumsi alkohol, menggunakan kokain, heroin, dan obat keras lainnya juga dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal.
Untuk menjaga kesehatan ginjal, Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDKD) merekomendasikan untuk makan makanan yang sehat, meningkatkan aktivitas fisik, menjaga berat badan yang ideal, tidur yang cukup, membatasi asupan alkohol, mengelola diabetes dan tekanan darah tinggi, dan mengurangi stress.
Makanan yang bermanfaat bagi ginjal menurut National Kidney Foundation adalah biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran, minyak zaitun, ikan berlemak, ubi jalar, dan beri-berian. Lalu juga hindari makanan yang tinggi natrium, kalium, dan fosfor untuk menghindari masalah ginjal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Dua korban kebakaran di Berbah berhasil dievakuasi dari lantai tiga. Proses evakuasi terkendala akses sempit dan material berbahaya.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh diperlukan untuk memberikan efek jera.
Harga beras Jogja naik pada September 2026 akibat pasokan berkurang. BPS juga mewaspadai kenaikan harga pangan menjelang Nataru.
Kebakaran Trans Home Sleman terjadi Kamis siang. Api muncul dari bagian belakang dan cepat merembet hingga melahap area toko.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang berdampak pada 10 hektare lahan. Sebanyak 11 truk pemadam dan alat berat dikerahkan.