Advertisement

Sembunyi di Gua 14 Tahun Usai Merampok SPBU Rp340 Ribu, Pria Ini Menyerahkan Diri

Lajeng Padmaratri
Senin, 06 Maret 2023 - 15:07 WIB
Lajeng Padmaratri
Sembunyi di Gua 14 Tahun Usai Merampok SPBU Rp340 Ribu, Pria Ini Menyerahkan Diri Gua tempat Liu Moufu, pria Tionghoa yang melakukan perampokan pom bensin pada tahun 2009, menghabiskan 14 tahun hidupnya bersembunyi. / Oddity Central

Advertisement

Harianjogja.com, ENSHI—Seorang pria Tionghoa yang melakukan perampokan pom bensin pada tahun 2009 menghabiskan 14 tahun hidupnya bersembunyi di dalam gua pegunungan. Baru-baru ini dia menyerahkan diri untuk mendapatkan kebebasannya.

Melansir Oddity Central, pria bernama Liu Moufu itu berusia pertengahan 30-an ketika dia merampok SPBU. Bersama saudara ipar dan kaki tangannya, kala itu mereka mendapatkan 156 yuan atau sekitar Rp340.000 untuk dibawa kabur. Sekitar 60 yuan mereka habiskan untuk membeli makanan dan kembang api. Sisanya dibagi tiga, sehingga masing-masing hanya memiliki 32 yuan (Rp70.000).

Advertisement

Ketiga pria itu akhirnya berpisah, tetapi tidak lama kemudian polisi menemukan kaki tangan Liu dan menangkapnya. Pria itu menyadari bahwa hanya masalah waktu sebelum pihak berwenang muncul di depan pintunya, jadi dia memutuskan untuk bersembunyi daripada mengambil risiko hukuman penjara.

Perampok itu melarikan diri menghabiskan waktu berhari-hari bersembunyi di hutan, sementara polisi menggeledah rumahnya dan menanyai keluarganya. Hingga akhirnya Liu menetap di sebuah gua karst kecil di pegunungan.

Untuk bertahan hidup, dia mulai berburu dan mengais-ngais makanan, dan kadang-kadang berkelana ke desa asalnya untuk mencuri bahan makanan seperti kentang dan daging, dan menemui orang tuanya selama beberapa menit. Dia berhati-hati untuk hanya pulang selama festival besar, ketika dia tahu kebanyakan orang akan berada di alun-alun. Meskipun demikian, dia selalu ketahuan oleh orang lain, dan polisi selalu datang untuk mencarinya.

Tidak jelas apakah keluarga Liu mengetahui tempat persembunyiannya. Meski demikian, mereka tidak pernah memberi tahu polisi atau mengunjunginya sementara pihak berwenang mengawasi mereka.

Yang jelas, itu berarti Liu Moufu menghabiskan sebagian besar hari-harinya sendirian, dengan hanya beberapa anjing liar yang dibawanya untuk menangkis binatang buas di malam hari. Seiring berlalunya waktu, Liu merasa semakin sulit untuk menghadapi kesepian dan tekanan terus-menerus agar tidak ditemukan, tetapi entah bagaimana ia berhasil hidup sebagai seorang pertapa selama 14 tahun.

Meskipun istri dan orang tuanya berulang kali berusaha membuatnya menyerah, Liu Moufu selalu menolak. Baru pada tahun ini dia akhirnya menyadari bahwa dia telah mengunci diri dari orang-orang yang dia sayangi begitu lama. Dia melewatkan pemakaman ayahnya, pernikahan putranya, dan dia bahkan belum pernah melihat cucunya. Bulan lalu, dia akhirnya memutuskan untuk menyerahkan diri.

“Usia saya lebih dari 50 tahun, istri saya tidak dalam kesehatan yang baik, dan saya memiliki cucu yang sangat baik. Aku ingin hidup normal!" ujarnya dikutip dari Oddity Central.

Liu Moufu mengarahkan polisi ke gua kecil yang disebutnya rumah selama 14 tahun terakhir. Lokasinya berada jauh di dalam kawasan pegunungan berhutan, sekitar 10 kilometer dari pemukiman manusia terdekat. Meski demikian, tetap saja setiap kali dia mendengar suara yang mencurigakan, dia meninggalkan guanya dan bersembunyi lebih dalam di hutan.

Walau banyak waktu telah berlalu sejak perampokan yang membuat Liu menjadi buronan, dia tetap tidak bisa lepas dari hukumannya. Apalagi, fakta bahwa ia menggunakan senjata selama perampokan berarti dia menghadapi hukuman 10 tahun penjara. Meskipun jumlah uang yang diambil kecil, perampokan masih dianggap sebagai tindak pidana yang sangat serius.

“Saya merampok 156 yuan dan bersembunyi di gua selama 14 tahun! Saya menyesalinya," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Oddity Central

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Penyidik Kasus Harun Masiku yang Terima Perintah di Luar KPK Bakal Dipecat

News
| Sabtu, 22 Juni 2024, 22:17 WIB

Advertisement

alt

Libur Iduladha, Warung Satai Klathak di Jogja Ini Diserbu Wisatawan

Wisata
| Kamis, 20 Juni 2024, 21:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement