Baterai Seng-Yodium Bisa Ngecas 3 Menit, Tahan 60.000 Kali
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.
Sate Petir Pak Nano./Instagram @jajanyogya
Harianjogja.com, JOGJA—Dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi medik dr Faizal Drissa Hasibuan, Sp.PD-KHOM tidak melarang orang-orang mengonsumsi sate. Namun sebaiknya dibatasi dan tidak lebih dari dua atau tiga kali dalam sepekan karena tergolong sudah berlebihan.
"Kalau memakai arang dan sering [makan sate yang dibakar dengan arang], tidak disertai konsumsi serat yang cukup, dia akan membuat deposit di permukaan usus, membuat radang karena yang dibakar itu akan menimbulkan oksidasi, yang disebut nitrile amine," kata dia dalam sebuah webinar kesehatan, Jumat (3/3/2023).
Menurut Faizal, risiko radang pada usus akan lebih kecil pada mereka yang menyantap sate (dibakar dengan arang) misalnya hanya sekali dalam sebulan, dan lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan serta rutin berolahraga.
"Memang ada risiko kalau yang memakai arang. Kalau yang tidak pakai arang lebih aman," kata dia.
Tak hanya sate, Faizal turut mengingatkan orang-orang agar berhati-hati dalam menggunakan teflon karena sejumlah literatur menyebut terdapat bahan kimia sintetik, polytetrafluoroethylene (PTFE) yang berisiko menimbulkan kanker.
Baca juga: Benarkah Leher Tengeng alias Leher Kaku karena Salah Bantal?
"Bahan dasar panci, terutama penggorengan itu mesti hati-hati. Ada beberapa literatur yang menyebutkan teflon juga berisiko untuk menimbulkan kanker, terutama teflon yang sering dipakai itu kan terkelupas ya gabung dengan makanan, kalau berulang-ulang, memang berisiko," jelasnya.
Sementara itu, melansir dari Healthline, yang perlu diperhatikan dari risiko kanker bukanlah tentang teflon itu sendiri, tetapi penggunaan asam perfluorooctanoic (PFOA) yakni bahan kimia yang dipakai dalam pembuatan teflon.
PFOA pernah digunakan dalam pembuatan teflon. Namun sejak 2013, semua produk bermerek teflon bebas PFOA. Meskipun ada beberapa penelitian yang menunjukkan adanya hubungan antara PFOA dan kanker, namun tidak terbukti adanya hubungan antara teflon dan kanker.
Studi umumnya melibatkan paparan PFOA yang sangat tinggi memunculkan hasil beragam. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat polifluoroalkil (PFAS) tingkat tinggi tertentu dapat menyebabkan peningkatan risiko sejumlah kanker seperti kandung kemih, ovarium, prostat dan testis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.
Jangan mudah tergiur game cuan dan bonus besar. Simak 6 cara mengecek legalitas, keamanan data, bonus, reputasi, dan penarikan dana.
China melaju ke final AVC Continental 2026 setelah mengalahkan Iran 3-0. Tuan rumah akan menghadapi Thailand di partai puncak.
Sejarah pajak ternyata sudah ada sejak sekitar 3.000 SM di Mesir Kuno. Begini cara Firaun memungut pajak berdasarkan lahan dan hasil panen.
Ingin membeli HP bekas? Simak cara membandingkan prosesor Snapdragon, Dimensity, dan Exynos berdasarkan generasi, CPU, GPU, AI, hingga kondisi perangkat.
Klasemen MotoGP 2026 berubah setelah Marc Marquez menang Sprint Aragon. Marc naik ke posisi ketiga dengan 212 poin, hanya empat angka dari Bezzecchi.