Perjalanan Wisnus Tembus 938,84 Juta hingga September 2026
BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-September 2026, naik 4,10% dan tertinggi sejak 2019.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Biasanya dalam kisah di novel atau film sederhana, ada kisah tentang pertemuan dan perpisahan, baik dengan keluarga, pasangan, maupun sahabat. Kisah perpisahan kerap kali berakhir mengharu biru.
Dalam kebiasaan yang tiba-tiba berubah, muncul perasaan takut kesepian bahkan ketakutan akan kesendirian.
Ternyata perasaan takut tersebut bisa jadi kamu memiliki autofobia, yakni ketakutan akan hidup sendiri tanpa ada yang menemani atau takut kesepian maupun terisolasi. Autofobia dikenal pula dengan istilah isolofobia, eremofobia, monofobia
Berikut ini beberapa hal penting mengenai gejala hingga penyebab autofobia:
Baca juga: Sinopsis In the Name of God: A Holy Betrayal, tentang 4 Orang yang Mengaku Tuhan di Korea
Gejala Autofobia
Pengaruh autophobia pada setiap orang berbeda-beda, ada seseorang yang merasa tidak aman kecuali saat bersama orang lain. Ada pula karena kesendiriannya menimbulkan perasaan sedih, takut, atau cemas yang intens.
Sejumlah tanda-tanda lain yang dapat dikenali dengan mudah ialah sebagai berikut
- Takut dipisahkan dari satu orang tertentu.
- Takut sendirian di rumah.
- Takut sendirian di depan umum.
- Takut merasa sendirian dan terisolasi.
- Takut menghadapi situasi berbahaya sendirian.
- Takut hidup sendiri.
Meski seseorang dengan phobia ini sadar bahwa ketakutan mereka tidak rasional namun sejumlah gejala fisik berikut tidak terkontrol saat menghadapi situasi tersebut seperti badan panas dingin, pusing, keringat berlebihan (hiperhidrosis), palpitasi jantung, mual, sesak napas (dispnea), gemetaran, hingga sakit perut atau gangguan pencernaan (dispepsia).
Penyebab Autofobia
Fobia biasanya disebabkan karena trauma atau pengalaman buruk pada masa kecil, berikut ialah potensi penyebab autofobia pada seseorang.
- Sendirian saat menghadapi peristiwa traumatis tanpa ada orang lain yang mendukung
- Merasa ditinggalkan di masa kanak-kanak, misalnya akibat perceraian orang tua atau kematian dalam keluarga
- Mengalami serangan panik, cedera, atau rumah pernah dibobol tanpa ada yang membantu
- Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan fobia yang sama atau berbeda
Diagnosa Autofobia
Melansir dari Women’s Health Jill Squyres Ahli Psikologis Klinis Colorado, Amerika Serikat menjelaskan salah satu cara mengetahui seseorang mengidap autofobia ialah adanya rasa sangat takut saat sendirian dan merasa membutuhkan orang lain atau orang lain di sekitar Anda untuk merasa aman. Meski di tempat yang seharusnya nyaman seperti dirumah.
“Segera setelah Anda sendirian, Anda mungkin merasa sangat kesepian, bosan, atau cemas," imbuhnya.
Jika terjadi beberapa kali saja maka masih tergolong normal, namun lain hal jika pola ketakutan, kepanikan, atau kesedihan terjadi secara intens setiap kali sendirian setidaknya selama enam bulan. Timbulnya gejala ketika Anda sekedar berpikir untuk menyendiri, hingga terjadi gejala ekstrem yang mengganggu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-September 2026, naik 4,10% dan tertinggi sejak 2019.
AC Milan kalah 0-2 dari Ferencvaros di Liga Europa. Dua gol Lenny Joseph dan kartu merah Bamidele Yusuf mewarnai laga.
Prakiraan cuaca DIY Jumat 6 November 2026 didominasi berawan. Sleman berpotensi hujan ringan, simak suhu dan kelembapannya.
DPRD Kota Jogja mematangkan Raperda P4GN dengan pendekatan edukasi yang menyasar generasi muda dan mencegah penyalahgunaan pil sapi.
Cek jadwal Angkutan KSPN dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan tarif serta jadwal perjalanan pulang.
Jadwal SIM Keliling Sleman November 2026 tersedia di MPP, SCH, dan SIMMADE. Simak tanggal, lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM.