Advertisement
Batu Mulia Terlangka, Kyawthuite Hanya Ada Satu di Dunia

Advertisement
Harianjogja.com, BURMA—Bicara mineral, benak kita pasti akan terbayang kristal atau permata. Namun, pernahkah Anda mendengar nama Kyawthuite?
Perkenalkan, Kyawthuite merupakan mineral terlangka di dunia. Melansir Oddity Central, mineral transparan berwarna jingga kemerahan ini hanya ada satu sampel kecil di Myanmar.
Advertisement
Jika ditotal, ada sekitar 6.000 mineral yang diakui oleh Asosiasi Mineralogi Internasional. Meskipun banyak di antaranya diklasifikasikan sebagai mineral yang langka, tidak ada yang benar-benar bisa menyaingi Kyawthuite dalam hal kelangkaan. Satu-satunya sampel yang pernah ditemukan beratnya hanya 1,61 karat (0,3 gram) dan kini disimpan di Museum Sejarah Alam Los Angeles.
Ahli menuturkan bahwa salah satu unsur pada batu mineral ini ialah bismut yang tergolong salah satu unsur yang sangat berat. Hal itu membuat kepadatan Kyawthuite lebih dari delapan kali lipat air, menjadikannya sangat berat untuk ukurannya yang kecil.
Batu mulia ini diberi nama oleh Dr. Kyaw Thu, seorang ahli mineralog-petrolog-gemolog dari Burma, Myanmar. Mineral yang sangat langka ini ditemukan di dasar sungai di wilayah Mogok, Myanmar oleh pemburu safir.
Penemuan mineral terlangka di dunia merupakan sebuah keberuntungan. Pemburu batu rubi yang menemukannya tidak menyadari betapa berharganya harta yang mereka dapatkan, jadi mereka menjualnya di pasar. Namun, Kyaw Thu yang secara teratur mengunjungi Kota Mogok sebagai surganya rubi, memperhatikan bahwa ada sesuatu yang istimewa tentang permata kecil itu.
“Dari belajar di lapangan dan sering membeli batu dari Pasar Khanae, saya tahu bahwa batu ini agak aneh dan saya membelinya. Kemudian, ketika saya mencapai Kota Yangon, saya memeriksanya dan meyakini bahwa ini tidak seperti permata lain yang pernah kami temukan,” kata Kyaw Thu kepada The Myanmar Times.
Kyaw Thu membeli satu-satunya permata Kyawthuite yang dikenal di dunia pada tahun 2010 dan bekerja sama dengan para ahli dari Amerika Serikat dan Asosiasi Mineralogi Internasional untuk membuatnya diakui sebagai mineral baru. Perjuangannya berbuah manis pada 2015 ketika akhirnya batu mulia ini diakui oleh Masyarakat Mineralogi Internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Oddity Central
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Indonesia Terkena Tarif 32 Persen Donald Trump, Bapans Dorong Peningkatan Produksi Pangan Dalam Negeri
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jumlah Kendaraan Keluar Jogja Meningkat di H+2 Lebaran, Tempel Jadi Perbatasan Paling Sibuk
- Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi Hari Ini
- Lebaran, PMI DIY Imbau Warga Jangan Lupa Tetap Donor Darah Agar Stok Terjaga
- Antisipasi Gangguan Keamanan, Polisi Mengintensifkan Patroli Wisata di Bantul
- BPBD Bantul Imbau Warga Waspadai Potensi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem hingga 4 April 2025
Advertisement
Advertisement