Cara Cek Status Penerima KJP Online Pakai NIK, Simak Langkahnya
Cara cek status penerima KJP Plus secara online menggunakan NIK melalui KJP Portal DKI Jakarta. Simak langkah dan informasi lengkapnya.
Ilustrasi/Shutterstock-Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Mungkin Anda pernah mengalami mata sering kedutan, yang kadangkala dianggap sebagai mitos seperti akan menangis. Padahal, mata kedutan bisa jadi tanda suatu penyakit, yang bahkan bisa berbahaya.
BACA JUGA: Sering Kedutan, Waspadai Gangguan Saraf
Kedutan myokymia atau kelopak mata sebenarnya adalah kondisi kontraksi terus menerus yang menyebabkan kejang kecil di kelopak mata, umumnya terjadi di kelopak mata bagian bawah.
Bagi kebanyakan orang, gejalanya cepat berlalu, tetapi beberapa orang mengalaminya selama berminggu-minggu.
Meskipun penyebab kondisinya belum bisa dipastikan, tapi kedutan mata juga bisa pertanda suatu penyakit.
Klinik Cleveland menjelaskan kedutan mata biasanya merupakan gangguan kecil yang biasanya terjadi cepat datang dan hilang.
"Jika itu terjadi Anda perlu melakukan dekompresi dan destress," tulisnya dilansir dari Express.
Klinik Cleveland menyatakan bahwa ada beberapa tanda yang mungkin memerlukan kunjungan ke dokter dan perlu penanganan lebih lanjut sebagai berikut:
Kedutan yang berlangsung lebih dari beberapa hari
Kedutan di bagian tubuh lain
Kelemahan, kelopak mata terkulai atau penglihatan ganda.
Jika mata tampak merah, kelopak mata bengkak, atau gejala lain seperti pusing muncul, ini mungkin juga memerlukan perhatian medis.
Orang yang hanya menderita kedutan mata lebih mungkin mengalami kejang sporadis yang disebabkan oleh stres.
Penyakit yang picu kedutan mata
Namun, beberapa penyebab serius juga dikaitkan dengan kedutan kelopak mata, termasuk penyakit autoimun, gangguan gerak, dan tumor kanker.
Dystonia, misalnya, adalah istilah medis yang menggambarkan serangkaian gangguan gerakan yang memicu kejang dan kontraksi otot.
Ada beberapa subtipe distonia, tetapi yang lebih sering dikaitkan dengan adanya kedutan mata adalah blefarospasme dan distonia serviks.
Dystonia serviks menyebabkan otot leher kejang dan miring dengan cara yang tidak biasa, mempengaruhi kedua mata juga dalam beberapa kasus.
Harvard Medical School menjelaskan bahwa dalam blepharospasm, "dystonia fokal kelopak mata menyebabkan kedutan yang tidak disengaja dan kelopak mata yang kuat.
Meskipun distonia tidak fatal, masalah yang terkait dengan kondisi di atas dapat mengancam jiwa jika diabaikan.
Kemungkinan penyebab kedutan lainnya adalah abrasi kornea, yang menggambarkan goresan kecil pada jendela di bagian depan mata akibat cedera.
“Penyebab umum termasuk kuku menggaruk mata, masuk suatu benda ke mata, terutama jika mata kemudian digosok,” kata Rumah Sakit Mata Moorfields.
Gejala utama abrasi kornea adalah nyeri, tetapi pasien mungkin juga mengalami kemerahan, kepekaan terhadap cahaya, dan mual.
The Moffitt Cancer Center menjelaskan mata berkedut adalah indikator lain yang jelas bahwa mungkin ada tumor otak.
Menurut mereka, tumor di otak dapat menyebabkan masalah optik jika lobus temporal, batang otak, atau lobus oksipital terpengaruh.
“Sementara beberapa perubahan penglihatan dapat terjadi secara bertahap, setiap perubahan mendadak harus segera didiskusikan dengan dokter.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Cara cek status penerima KJP Plus secara online menggunakan NIK melalui KJP Portal DKI Jakarta. Simak langkah dan informasi lengkapnya.
PSS Sleman kalah 3-1 dari Garudayaksa FC pada pekan ke-8 Super League 2026/2027. Kevin Gomes mendapat kartu merah pada babak pertama.
Simak jadwal perpanjangan SIM Sleman November 2026 di MPP, SIM Keliling SCH, dan SIMMADE beserta jam layanan serta persyaratannya.
Como 1907 menang 1-0 atas Venezia pada pekan ke-10 Liga Italia 2026/2027. Penalti Lucas Da Cunha memastikan kemenangan keempat beruntun.
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran
Satlantas Polresta Jogja merilis jadwal pelayanan SIM November 2026, mulai Satpas, SIM Keliling Alkid, SIM MAMI, hingga layanan Drive Thru.