Nakhodai Kesbangpol DIY, Lilik Gencar Koordinasi Internal dan Eksternal
Lilik Andi Aryanto, S.IP., M.M, secara resmi menahkodai Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY. Lilik dilantik oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X pad
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Jajanan kaki lima dan beragam camilan kekinian menjadi makanan yang disukai kaum remaja. Padahal makanan tersebut belum tentu memiliki kadar gizi yang baik untuk tubuh.
Jika mengonsumsi jajanan seperti itu secara terus-menerus, maka akan mengganggu tumbuh kembang remaja. Untuk itu diperlukan panduan untuk memperbaiki pola makan remaja.
Dilansir dari Hellosehat, berikut in tips memperbaiki pola makan remaja agar lebih sehat:
Sarapan berperan penting untuk tubuh diantaranya untuk memberi energi lebih banyak dan membantu remaja untuk lebih berkonsentrasi. Untuk itu, jangan sampai melewatkan waktu sarapan.
Menu sarapan sehat untuk remaja bisa berupa roti isi, susu, telur dadar, atau oatmeal yang bisa dicampurkan dengan buah pisang. Selain itu juga bisa mencoba makanan sehat cepat saji yang berbeda seperti sarapan sereal gandum, muesli, roti gandum, muffin gandum, buah, yoghurt, atau pasta.
Untuk mendapatkan pola makan yang menyehatkan, sebaiknya remaja mengurangi konsumsi yang manis-manis. American Heart Association (AHA) merekomendasikan asupan gula untuk anak usia 2-18 tahun adalah tidak lebih dari 6 sendok teh atau 100 kalori dalam sehari. Rekomendasi tersebut tidak termasuk gula alami dalam susu, buah, dan sayur.
Gula membuat tubuh anak tidak mudah kenyang dan selalu ingin makan. Selain memicu obesitas pada anak, gula juga bisa menjadi penyebab karies pada gigi.
Remaja biasanya mendapatkan protein dan karbohidrat yang cukup, tetapi kekurangan vitamin dan mineral dari buah dan sayuran. Kebanyakan dari mereka susah makan sayur.
Namun, untuk menjalani pola makan yang sehat bagi remaja, remaja tetap perlu mengonsumsi buah dan sayur setidaknya satu porsi setiap hari. Buah yang dapat dikonsumsi misalnya semangka, melon, anggur, atau stroberi. Sementara untuk sayur berupa sayur sop dengan isian wortel, buncis, dan sosis.
Bila ingin menjalani pola makan yang menyehatkan, sebaiknya kurangi intensitas mengonsumsi makanan cepat saji seperti ayam goreng, minuman bersoda, dan keripik kentang. Pasalnya, makanan cepat saji mengandung kadar lemak tinggi terutama lemak jenuh, garam dan gula tinggi, rendah serat, kurang kalsium dan zat besi, serta kalori tinggi.
Pola makan yang buruk dapat menyebabkan kenaikan berat badan, tekanan darah tinggi pada remaja, sembelit, kelelahan dan remaja susah konsentrasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lilik Andi Aryanto, S.IP., M.M, secara resmi menahkodai Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY. Lilik dilantik oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X pad
Komisi III DPR mendukung Kejagung mengusut tuntas dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis yang menyeret mantan petinggi BGN.
Pelaku pencurian rokok di minimarket Sentolo mengaku anggota Resmob karena terobsesi menjadi polisi. Atribut dibeli secara daring.
Silmy Karim mendatangi Gedung Merah Putih KPK usai sempat dicari terkait OTT kasus pengurusan KITAS dan KITAP di Imigrasi.
Presiden Prabowo mengapresiasi dedikasi petugas Makan Bergizi Gratis yang bertugas hingga daerah terpencil dalam Konsolidasi Nasional MBG.
Jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal pada Haji 2026 turun drastis menjadi sekitar 180 orang berkat pengetatan istitha'ah kesehatan.