Advertisement

Pentaskan BullyBully, Teater asal Belanda Sampaikan Isu Serius dengan Cara Menyenangkan

Arief Junianto
Selasa, 17 Januari 2023 - 18:37 WIB
Arief Junianto
Pentaskan BullyBully, Teater asal Belanda Sampaikan Isu Serius dengan Cara Menyenangkan Salah satu adegan dalam BullyBully. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Kelompok teater asal Belanda, Maas Theater & Dance menggelar pentas teater musikal terbarunya di Indonesia, termasuk DIY. Teater musikal bertajul BullyBully itu merupakan yang kali pertama digelar di Indonesia.

Dalam BullyBully, Maas Theater & Dance hendak menyampaikan wawasan tentang isu serius dengan cara yang menyenangkan sehingga mudah dipahami oleh penonton semua kalangan dan usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Pertunjukan yang didukung oleh Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis ini dipentaskan di sejumlah tempat, yakni di Taman Budaya Jambi (9-10 Januari 2023); Erasmus Huis Jakarta (13-14 Januari 2023).

Sementara di DIY, pentas tersebut akan digelar di auditorium Fakultas Seni Pertunjukan Jurusan Teater ISI Jogja pada Rabu (18/1/2023) pukul 15.00 WIB.

BACA JUGA: Kontradiksi Kota dan Ironi Masa Lalu, Catatan Pementasan Semalam Masa Silam Mengunjungiku

Keesokan harinya, Kamis (19/1/2023), pentas itu akan kembali digelar di Pendhapa Art Space, Ring Road Selatan, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Khusus untuk pentas di Pendhapa Art Space, pertunjukan akan digelar dalam dua sesi, yakni sesi 1 pada pukul 14.00 WIB dan sesi 2 pada pukul 16.30 WIB.

Dikutip dari rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (17/1/2023), BullyBully menawarkan wawasan tentang benturan dua kekuatan dunia yang berupaya menemukan titik irisan di tengahnya.

Dikonseptualisasikan dan disutradarai oleh René Geerlings, teater musikal ini menampilkan dua aktor, banyak lagu, pertengkaran lucu, hingga akhir kisah yang bahagia.

"Saya sangat senang BullyBully bisa pentas keliling di berbagai kota di Indonesia. Dalam BullyBully, isu besar yang rumit akan kami tampilkan dalam paradigma anak balita. Saya percaya bahwa anak-anak di mana pun di dunia ini harus dapat mengungkapkan pikiran mereka dan bersikap kritis terhadap lingkungan sekitar. Orang dewasa sering berpikir bahwa mereka tahu yang terbaik, tetapi kita tidak boleh lupa mendengarkan anak-anak,” ujar Geerlings melalui rilis.

Selain BullyBully, pada 2021 lalu, Erasmus Huis menayangkan secara daring pertunjukan karya lain Maas Theater and Dance yang berjudul Whoops.

Tahun ini, Erasmus Huis berharap ingin menarik penonton muda untuk datang dan menonton pertunjukan secara langsung.

“Sebuah pergelaran untuk seluruh keluarga!. Di Belanda, seni pertunjukan untuk anak memiliki kualitas yang tinggi. Anak-anak dianggap serius oleh para penampil opini, perasaan, dan penilaian anak-anak adalah nyata, belum dipengaruhi oleh kondisi politik ataupun ekonomi,” kata Direktur Erasmus Huis Yolande Melsert.

Sementara Direktur Pendhapa Art Space, Ganes Satia mengaku sangat senang bisa bekerja sama lagi dengan Erasmus Huis lagi.

“Sebelumnya, Erasmus Huis, bekerja sama menggelar pameran World Press Photo 2022. Tahun ini bekerja sama lagi, menggelar pentas teater musikal menampilkan kelompok Maas Theater and Dance dari Belanda,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jokowi Buka Suara soal Niat Kaesang Terjun ke Politik: Saya Tidak Memengaruhi

News
| Senin, 30 Januari 2023, 10:47 WIB

Advertisement

alt

4 Rekomendasi Bakso di Jogja, Cocok Buat Makan Siang

Wisata
| Senin, 30 Januari 2023, 11:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement