New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Lato-lato/Shutterstock
Harianjogja.com, SOLO—Gim lato-lato lagi viral di Indonesia dan banyak dimainkan oleh anak-anak di Indonesia. Hal ini membuat masyarakat penasaran bagaimana sih awal mula permainan lato-lato viral?
BACA JUGA: Sederet Insiden yang Ditimbulkan Oleh Lato-Lato
Lato-lato merupakan permainan anak yang terbuat dari bahan plastik terdiri dua bandulan pendulum dan disambungkan dengan seutas tali atau benang nilon. Di bagian tengah tali terdapat sebuah cincin yang berfungsi sebagai pegangan untuk menggerakan dua bandulan tersebut.
Cara memainkan lato-lato pun terlihat cukup mudah bagi sebagia orang, yakni dengan membenturkan dua bendulan sehingga menimbulkan suara tek-tek-tek.
Lalu, bagaimana sih awal mula lato-lato viral?
Dosen Ilmu Sejarah Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari mengatakan, lato-lato viral dipengaruhi oleh adanya media teknologi yang memmbuat permainan ini dikenal banyak orang.
Dia menambahkan salah satu pihak yang mempopulerkan permainan ini adalah produsen permainan anak.
“Masing-masing zaman atau era selalu punya zeitgest atau yang kita sebut sebagai jiwa zaman. Kebetulan, sekarang permainan lato-lato. Siapa yang menyebabkan permainan tersebut populer, salah satunya produsen media permainan anak dan saya kira hal ini akan berulang pada waktu mendatang,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya yang ada di situs resmi Unair.
Bukan hanya produsen, awal mula lato-lato viral diduga juga karena keterlibatan Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang ikut memainkan gim satu ini.
Aksi Jokowi dan Ridwan Kamil tersebut dilakukan saat mengunjungi salah satu pasar di Subang, Jawa Barat. Aksi Jokowi bermain lato-lato itu diunggah oleh Ridwan Kamil di akun Instagram resminya, @ridwankamil, Selasa (27/12/2022).
“Main nok-nok bareng Presiden dan Gubernur,” tulis pria yang akrab disapa Kang Emil itu.
Terkait nilai-nilai dalam permainan lato-lato, Ikhsan mengatakan hal tersebut sama seperti permainan anak-anak pada umumnya, yakni interaktif, kompetitif, hingga kesenangan.
“Apalagi lato-lato ini viral setelah pandemi. Anak-anak bisa berinteraksi sehingga permainan tersebut menjadi media interaksi bagi mereka. Di samping itu, nilai kompetitif dalam permainan tersebut juga berkaitan dengan kemampuan atau skill mereka sehingga muncul perlombaan dan sebagainya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.