Advertisement

9 Cara Ini Bisa Menurunkan Berat Badan secara Alami

Novita Sari Simamora
Sabtu, 23 April 2022 - 15:37 WIB
Bhekti Suryani
9 Cara Ini Bisa Menurunkan Berat Badan secara Alami Ilustrasi perempuan menjalani diet sehat agar panjang umur - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Memiliki bentuk tubuh ideal menjadi mimpi setiap orang. Ada beberapa cara alami yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan tanpa diet yang menyiksa.

Ada beberapa cara menurunkan berat badan, yang didukung oleh ilmu pengetahuan yang berdampak pada manajemen berat badan. Namun, diet tanpa akhir, tidak akan berdampak signifikan pada penurunan berat badan.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Simak cara menurunkan berat badan menurut pakar ilmiah dan tanpa menyiksa diri:

1. Mencoba Puasa Intermiten

Puasa intermiten (IF) adalah pola makan yang melibatkan puasa jangka pendek secara teratur dan mengonsumsi makanan dalam periode waktu yang lebih singkat di siang hari.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa puasa intermiten jangka pendek, yang berlangsung hingga 24 minggu, menyebabkan penurunan berat badan pada individu yang kelebihan berat badan.

2. Olahraga 

Jika seseorang ingin menurunkan berat badan, mereka harus menyadari semua yang mereka makan dan minum setiap hari. Cara paling efektif untuk melakukannya adalah dengan mencatat setiap item yang mereka konsumsi, baik dalam jurnal atau pelacak makanan online, serta melakukan olahraga.

3. Makan dengan bijak

Mengonsumsi makanan dengan bijak, bisa meningkatkan kesadaran pola hidup sehat. Makanlah secara mindful, ini bisa membuat Anda lebih memperhatikan bagaimana pola konsumsi yang sehat. Praktik ini dapat memungkinkan orang untuk menikmati makanan yang mereka makan dan mempertahankan berat badan yang sehat.

4. Makan protein untuk sarapan

Protein dapat mengatur hormon nafsu makan untuk membantu orang merasa kenyang. Ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan hormon kelaparan ghrelin dan peningkatan hormon kenyang peptida YY, GLP-1, dan cholecystokinin.

Penelitian pada orang dewasa muda juga telah menunjukkan bahwa efek hormonal dari sarapan berprotein tinggi dapat bertahan selama beberapa jam. Pilihan yang baik untuk sarapan berprotein tinggi termasuk telur, gandum, mentega kacang dan biji, bubur quinoa, sarden, dan puding biji chia.

5. Mengurangi gula dan karbohidrat olahan

Diet yang baik adalah menghindari gula tambahan, sebab gula bisa memicu obesitas jika dikonsumsi berlebihan. Karbohidrat olahan adalah makanan olahan berat yang tidak lagi mengandung serat dan nutrisi lainnya. Ini termasuk nasi putih, roti, dan pasta.

Makanan ini cepat dicerna, dan diubah menjadi glukosa dengan cepat. Kelebihan glukosa memasuki darah dan memicu hormon insulin, yang mendorong penyimpanan lemak di jaringan adiposa. Ini berkontribusi pada penambahan berat badan.

6. Makan banyak serat

Makanan berserat bisa menggambarkan karbohidrat nabati yang tidak mungkin dicerna di usus kecil, tidak seperti gula dan pati. Memasukkan banyak serat dalam makanan dapat meningkatkan rasa kenyang, yang berpotensi menyebabkan penurunan berat badan.

7. Menyeimbangkan bakteri usus

Salah satu bidang penelitian yang muncul adalah berfokus pada peran bakteri dalam usus pada manajemen berat badan.

Usus manusia menampung sejumlah besar dan beragam mikroorganisme, termasuk sekitar 37 triliun bakteri. Setiap individu memiliki varietas dan jumlah bakteri yang berbeda di dalam ususnya.

Beberapa jenis dapat meningkatkan jumlah energi yang diperoleh seseorang dari makanan, yang mengarah ke timbunan lemak dan penambahan berat badan.

8. Tidur nyenyak

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa tidur kurang dari 5-6 jam per malam dikaitkan dengan peningkatan insiden obesitas. Ada beberapa alasan di balik ini.

Penelitian menyarankan bahwa tidur yang tidak cukup berdampak buruk pada kondisi tubuh, sebab bisa mengubah kalori menjadi energi, yang disebut metabolisme. Ketika metabolisme kurang efektif, tubuh bisa menyimpan energi yang tidak terpakai sebagai lemak. Selain itu, kurang tidur dapat meningkatkan produksi insulin dan kortisol, yang juga mendorong penyimpanan lemak.

9. Mengelola tingkat stres Anda

Stres bisa memicu pelepasan hormon seperti adrenalin dan kortisol, yang pada awalnya menurunkan nafsu makan sebagai bagian dari respons tubuh untuk melawan atau lari.

Namun, ketika orang berada di bawah tekanan konstan, kortisol dapat tetap berada di aliran darah lebih lama, yang akan meningkatkan nafsu makan mereka dan berpotensi menyebabkan mereka makan lebih banyak.

    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    Sumber : JIBI/Bisnis.com

    Advertisement

    Video Terbaru

    Advertisement

    Berita Pilihan

    Advertisement

    alt

    Sempat Tertunda karena Pandemi, Pembangunan Masjid Agung Jateng di Magelang Akhirnya Dimulai

    News
    | Rabu, 01 Februari 2023, 09:27 WIB

    Advertisement

    alt

    Ini Nih... Wisata di Solo yang Instagramable, Ada yang di Dalam Pasar!

    Wisata
    | Selasa, 31 Januari 2023, 23:17 WIB

    Advertisement

    Advertisement

    Advertisement