Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa, Sih? Tayang 12 November
Kerja Ngejar Apa, Sih? tayang 12 November 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan kisah persaingan masa probasi.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Keringat berlebih memang mengganggu. Selain menyebabkan bau, keringat berlebihan juga akan meninggalkan noda di baju. Padahal, kita tidak selalu dihadapkan pada situasi yang menguntungkan, dan bisa langsung membersihkan badan serta berganti pakaian.
Berikut cara untuk mengatasi keringat berlebih:
Antiperspirant adalah zat kimia yang dapat mengurangi produksi keringat. Zat ini banyak ditemukan dalam produk pewangi ketiak. Antiperspirant berbeda dengan deodorant. Jika deodorant berfungsi mengontrol bau badana, maka antiperspirant memiliki fungsi utama untuk mengontrol dan mencegah produksi keringat berlebih dalam tubuh. Untuk mendapatkan Antiperspiran, Anda bisa membelinya di apotek terdekat.
Jika Anda memiliki keringat berlebih, lebih baik Anda menggunakan pakaian berbahan ringan dan tidak menyerap panas. Pilihlah pakaian warna putih agar bisa membantu tubuh tetap dingin dan mengurani risiko berkeringat.
Jangan makan makanan pedas. Sebab, jika Anda makan makanan pedas, maka keringat akan mudah keluar. Selain itu hindari minum teh dan kopi. Karena teh dan kopi akan menyebabkan keringat.
Salah satu upaya mencegah keringat berlebihan adalah menjaga tubuh tetap dingin. Caranya, Anda bisa berdiam di rumah dengan kipas angin atau AC menyala.
Cara terakhir mengatasi keringat berlebih adalah dengan berkonsultasi dengan dokter. Nantinya dokter akan memberikan saran dan obat untuk mengatasi keringat berlebih yang Anda alami.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kerja Ngejar Apa, Sih? tayang 12 November 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan kisah persaingan masa probasi.
DPRD DIY meminta pemerintah dan DPR RI menyinkronkan aturan ojol dalam RUU Ketenagakerjaan dan revisi UU LLAJ.
Pendapatan parkir Sleman baru Rp3,17 miliar hingga September 2026. DPRD menilai masih banyak potensi PAD yang bisa dioptimalkan.
Lima motuba seperti Civic Estilo, Starlet, BMW E30, W124 dan Lancer GTi masih diburu karena desain, sejarah, komunitas, dan kelangkaannya.
Kemarau panjang belum memicu gagal panen di Bantul. Petani menyesuaikan komoditas, memilih palawija dan padi berumur pendek.
Survei Ipsos menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia dalam kepuasan kehidupan asmara dengan skor 85, hanya di bawah Thailand.