Jokowi Datangi Mantan Dosen Pembimbingnya di UGM
Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menyambangi mantan dosen pembimbingnya, Ir. Kasmudjo, semasa kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Ilustrasi pekerja Jepang yang terbiasa menerapkan konsep Kaizen/ejinsight
Harianjogja.com, JAKARTA - Banyak di antara kita sering menunda-nunda pekerjaan dan menjadi malas sehingga tidak dapat mencapai tujuan atau goals tepat waktu. Orang Jepang punya konsep Kaizen, yakni cara tetap rajin dan mampu melawan rasa malas.
Meskipun memulai proyek baru dengan sangat antusias, banyak orang kehilangan semangat dan gairah di tengah jalan. Apalagi jika keinginan untuk menunda pekerjaan atau menyimpannya untuk hari lain begitu kuat. Apakah Anda sedang berjuang menyelesaikan tugas atau ingin melawan rasa malas? Mungkin Anda bisa menerapkan konsep Kaizen.
Dilansir dari Times of India, konsep Kaizen juga dikenal sebagai \'prinsip satu menit\' untuk perbaikan diri. Kaizen merupakan teknik yang dilakukan orang Jepang untuk mengalahkan kemalasan dan menyelesaikan pekerjaan.
Ide atau konsep di balik Kaizen, yaitu orang harus berkomitmen untuk melakukan aktivitas setidaknya selama satu menit, setiap hari pada waktu yang sama.
Kaizen diambil dari kata itu berarti \'kai\' (perubahan) dan \'zen\' (kebijaksanaan). Konsep Kaizen ditemukan oleh Masaaki Imai, seorang ahli teori organisasi dan konsultan manajemen Jepang. Dia populer karena karyanya tentang manajemen mutu. Di Jepang, Kaizen merupakan teknik yang diterapkan untuk meningkatkan keterampilan manajemen dan mendorong pertumbuhan pribadi.
“Pesan dari strategi Kaizen, yakni tidak ada hari yang berlalu tanpa semacam perbaikan yang dilakukan di suatu tempat. Anda tidak bisa melakukan Kaizen sekali atau dua kali dan mengharapkan hasil langsung. Anda harus melakukannya untuk jangka panjang," ujar Masaaki Imai seperti dilansir dari Times of India, Rabu (6/10/2021).

Seperti disebutkan sebelumnya, Kaizen merupakan teknik sederhana dimana Anda mendedikasikan satu menit setiap hari untuk sebuah kegiatan. Salah satu contohnya, jika Anda ingin membaca buku atau memainkan alat musik, maka Anda harus fokus selama satu menit untuk melakukannya, setiap hari pada waktu yang sama.
Tidak peduli seberapa malas Anda untuk menyelesaikan tugas, Anda membuat titik untuk bangun dan berkomitmen untuk itu untuk waktu yang singkat.
"Seringkali, kita mengabaikan aktivitas tertentu dengan alasan hanya membuang-buang waktu. Namun, satu menit merupakan semua yang Anda butuhkan," imbuh Imai.
Anda tidak perlu terburu-buru untuk melakukan Kaizen. Apalagi, Anda hanya perlu meluangkan satu menit dari waktu Anda setiap hari. Setelah Anda menguasai latihan ini, Anda secara bertahap akan menemukan diri Anda meningkatkan batas waktu. Bahkan, Anda bisa memperpanjangnya waktunya menjadi satu jam.
Kaizen merupakan teknik yang bisa dilakukan siapa saja dan kapan saja. Anda hanya perlu memahami apa yang ingin Anda capai dan apa tujuan Anda.
Budaya Jepang merupakan sumber dari banyak teknik yang berguna dalam peningkatan kualitas hidup. Selain Kaizen, budaya Jepang lain yang bisa Anda tiru antara lain, Kakeibo (seni menabung) dan KonMari (teknik yang melibatkan penataan dan penataan rumah).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menyambangi mantan dosen pembimbingnya, Ir. Kasmudjo, semasa kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
12 dampak kesehatan konsumsi santan berlebihan, mulai dari kolesterol hingga obesitas, serta cara aman menikmatinya.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Persija Jakarta resmi berpisah dengan Mauricio Souza usai gagal juara Super League 2025/2026 dan mulai cari pelatih baru.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
FIFA resmi tetapkan 48 basecamp Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko yang membawa dampak ekonomi besar bagi kota nonstadion.