Inflasi September 2026 Diproyeksi Tembus 3,3%, MBG dan El Nino Jadi Pemicu
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Selama ini, banyak orang berpendapat bahwa kebiasaan makan berlebihan identik dengan risiko penambahan berat badan. Namun studi baru yang terbit di The American Journal of Clinical Nutrition mengatakan tidak demikian.
Studi terbaru menyebut bahwa makan berlebihan bukan penyebab seseorang mengalami obesitas. Dikatakan bahwa penyebab obesitas terjadi karena pola diet konsumsi sumber glikemik tinggi. Salah satunya sumber karbohidrat olahan.
Dikutip dari Healthshots, jenis sumber makanan ini menyebabkan respons hormonal yang dapat mengubah metabolisme tubuh. Sehingga sumber ini dapat mendorong penyimpanan lemak, penambahan berat badan, dan menyebabkan obesitas.
Baca juga: 8 Hal Ini Perlu Kamu Tahu Jika Punya Pasangan Berperasaan Sensitif
Data statistik dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan, obesitas telah memengaruhi lebih dari 40 persen orang dewasa di Amerika.
Di mana pengaruh ini menempatkan mereka pada risiko penyakit yang lebih tinggi mulai dari jantung, stroke, diabetes tipe 2, hingga jenis kanker tertentu.
Selain itu, lewat pedoman Diet USDA USA periode 2020-2025, menyarankan bahwa orang dewasa perlu mengurangi jumlah kalori mereka dari makanan dan minuman yang dikonsumsi. Tak hanya itu, perlu imbangi dengan peningkatan aktivitas fisik, seperti olahraga misalnya.
Baca juga: Ini Tips Mencegah Mata Lelah Saat Bekerja
Di lain sisi, penambahan berat badan juga terjadi karena faktor gaya hidup yang kurang sehat. Dengan makan berlebihan serta aktivitas yang kurang mencukupi, maka epidemi obesitas mungkin terjadi.
Ketika mengonsumsi makanan karbohidrat olahan, tubuh dapat meningkatkan sekresi insulin dan menekan sekresi glukagon. Ini pada akhirnya, memberi sinyal pada sel lemak yang menyimpan banyak kalori.
Tak hanya itu, tubuh yang kurang mendapat energi yang cukup menyebabkan seseorang merasakan lapar secara terus-menerus. Dengan perasaan lapar itulah, yang membuat seseorang terus mengonsumsi makanan berlemak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Denmark vs Portugal berlangsung Jumat (2/10) pukul 01.45 WIB. Ronaldo absen setelah meninggalkan pemusatan latihan Portugal.
Pemkot Yogyakarta mematangkan pengajuan UNESCO World Book Capital 2028 melalui konsolidasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem buku dan literasi.
Klasemen Asian Games 2026 terbaru, Indonesia naik ke peringkat 13 setelah Desak Made meraih emas speed putri.
Jadwal Asian Games 2026 Indonesia hari ini, dari final MLBB hingga panjat tebing Aditya Tri Syahria dan Veddriq Leonardo.
Harper Malioboro Yogyakarta bersama BPBD Kota Yogyakarta menggelar pelatihan evakuasi gempa untuk meningkatkan kesiapsiagaan staf menghadapi kondisi darurat.