Salam Tiga Jari di Demo BEM UI, Ini Arti dan Sejarahnya
Salam tiga jari yang digunakan dalam aksi BEM UI pada 28 Oktober 2026 memiliki sejarah sebagai simbol solidaritas dan perlawanan terhadap kekuasaan otoriter.
Kulit gatal-gatal. - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kelainan pada kulit tidak selalu disebabkan oleh alergi, iritasi, atau infeksi bakteri. Sejumlah penyakit akibat virus juga dapat memunculkan gejala pada kulit berupa ruam, lepuh berisi cairan, benjolan kecil, hingga luka yang terasa nyeri.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena beberapa di antaranya memiliki tingkat penularan yang tinggi. Penularan dapat terjadi melalui kontak fisik langsung dengan penderita, percikan air liur, hingga benda yang telah terkontaminasi virus.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan pentingnya pencegahan melalui vaksinasi, menjaga kebersihan diri, serta menghindari kontak dengan penderita yang masih berada dalam masa penularan.
Salah satu penyakit kulit akibat virus yang paling dikenal adalah herpes simpleks. Penyakit ini disebabkan oleh Herpes Simplex Virus (HSV-1 dan HSV-2) dan ditandai dengan munculnya lepuh kecil berisi cairan yang terasa nyeri di sekitar mulut atau area genital. Virus herpes memiliki karakteristik menetap di dalam tubuh sehingga dapat kambuh sewaktu-waktu.
Penyakit lain yang juga cukup sering ditemukan adalah cacar air. Infeksi yang disebabkan Varicella-Zoster Virus (VZV) ini ditandai ruam merah yang kemudian berkembang menjadi lepuh berisi cairan. Gejala biasanya disertai demam dan rasa gatal yang mengganggu. Cacar air tergolong sangat menular, terutama pada orang yang belum pernah terinfeksi atau belum mendapatkan vaksin.
Virus yang sama juga dapat memicu herpes zoster atau cacar ular. Penyakit ini muncul ketika virus cacar air yang sebelumnya tidak aktif kembali aktif di dalam jaringan saraf. Gejalanya berupa ruam melepuh yang terasa nyeri dan umumnya hanya muncul pada satu sisi tubuh.
WHO juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai Mpox. Penyakit yang disebabkan virus dari kelompok orthopox ini dapat menimbulkan ruam atau lepuh pada kulit, demam, pembengkakan kelenjar getah bening, serta nyeri otot. Penularan dapat terjadi melalui kontak erat dengan penderita, cairan tubuh, maupun benda yang terpapar virus.
Selain itu, terdapat kutil yang disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV). Penyakit ini memicu munculnya benjolan kecil pada kulit yang dapat tumbuh di berbagai bagian tubuh seperti tangan dan kaki. Penularannya terjadi melalui kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi.
Infeksi virus lain yang cukup sering menyerang anak-anak adalah molluscum contagiosum. Penyakit ini disebabkan virus dari keluarga poxvirus dan ditandai benjolan kecil berbentuk kubah dengan cekungan di bagian tengah. Meski lebih sering ditemukan pada anak, orang dewasa juga dapat tertular melalui kontak kulit.
Campak juga termasuk penyakit virus yang menimbulkan gejala pada kulit. Selain ruam yang menyebar ke seluruh tubuh, penderita biasanya mengalami demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah. Penyakit ini sangat mudah menular melalui udara, namun dapat dicegah melalui imunisasi.
Sementara itu, rubella atau campak Jerman menimbulkan gejala berupa ruam kemerahan, demam ringan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Meski sering kali tergolong ringan, infeksi rubella sangat berbahaya apabila terjadi pada ibu hamil karena berisiko menyebabkan gangguan perkembangan janin.
Penyakit tangan, kaki, dan mulut atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) juga menjadi salah satu infeksi virus yang umum ditemukan. Penyakit yang disebabkan enterovirus, terutama Coxsackievirus, ini ditandai lepuh pada telapak tangan dan kaki serta sariawan di rongga mulut. Kasus paling banyak terjadi pada bayi dan anak-anak, tetapi orang dewasa tetap berisiko terinfeksi.
Menurut WHO, masyarakat sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami ruam kulit yang disertai demam, nyeri hebat, atau munculnya lepuh. Pemeriksaan medis diperlukan karena sejumlah penyakit virus memiliki gejala yang mirip, tetapi membutuhkan penanganan yang berbeda.
Mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah penularan yang lebih luas sekaligus mempercepat penanganan. Dengan menjaga kebersihan, melengkapi vaksinasi, dan menerapkan perilaku hidup sehat, risiko terkena penyakit kulit akibat virus dapat ditekan secara signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salam tiga jari yang digunakan dalam aksi BEM UI pada 28 Oktober 2026 memiliki sejarah sebagai simbol solidaritas dan perlawanan terhadap kekuasaan otoriter.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman, Kamis 29 Oktober 2026. Tersedia lima tujuan dengan tarif normal Rp80.000.
SIM Keliling Jogja Kamis 29 Oktober 2026 melayani malam hari di Alun-Alun Kidul. Simak jadwal, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Kamis, 29 Oktober 2026. Tarif Rp12.000 sekali jalan, tersedia enam jadwal pergi dan pulang.
Cek jadwal KSPN dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini pada 29 Oktober 2026, lengkap dengan tarif dan jadwal pulang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis, 29 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan dari pagi hingga malam untuk kedua arah.