5 Wartawan Hilang Kontak saat Liputan Erupsi Anak Krakatau, Ini Kondisi di Lapangan
Lima wartawan foto dan tiga kru kapal hilang kontak saat liputan Gunung Anak Krakatau. Basarnas memperluas pencarian pada hari kedua.
Ilustrasi serangan jantung (Freepik)
Harianjogja.com, JAKARTA—Memasuki usia 40 tahun bukan menjadi alasan untuk mengurangi aktivitas fisik. Sebaliknya, olahraga secara rutin justru berperan penting menjaga kesehatan jantung dan membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular apabila dilakukan secara bertahap dan sesuai kemampuan tubuh.
Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit (RS) Sari Asih Sangiang, Cut Arsy Rahmi, mengatakan olahraga sebaiknya tidak dipandang sebagai ajang untuk mencapai intensitas tertinggi. Aktivitas fisik perlu diarahkan untuk membangun kebugaran sekaligus mempertahankan kualitas hidup dalam jangka panjang.
Tak Harus Olahraga Berat
Menurut Cut Arsy, manfaat olahraga bagi kesehatan jantung tidak selalu bergantung pada intensitas yang tinggi. Aktivitas sederhana seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, maupun olahraga aerobik lainnya tetap memberikan manfaat apabila dilakukan secara rutin.
"Yang terpenting adalah konsistensi dan peningkatan kemampuan secara bertahap. Tetap aktif bergerak, tetapi lakukan secara cerdas, bertahap, dan terukur," ujar Cut Arsy.
Ia menegaskan konsistensi menjadi faktor yang lebih penting dibanding memaksakan tubuh melakukan latihan berat dalam waktu singkat.
Intensitas Tinggi Perlu Diwaspadai
Meski olahraga memberikan banyak manfaat, Cut Arsy mengingatkan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi yang dilakukan secara mendadak dapat meningkatkan beban kerja jantung.
Risiko tersebut terutama perlu diperhatikan oleh seseorang yang memiliki penyakit jantung atau faktor risiko kardiovaskular yang belum terdiagnosis karena dapat memicu kejadian kardiovaskular akut.
Namun demikian, kondisi tersebut bukan berarti olahraga harus dihindari.
"Karena itu, memasuki usia 40 tahun bukan berarti harus berhenti berolahraga. Justru olahraga tetap penting, tetapi perlu dilakukan secara cerdas, bertahap, terukur, dan sesuai kondisi kesehatan," ujarnya.
Kenali Kondisi Tubuh Sebelum Menambah Intensitas
Cut Arsy menekankan olahraga tetap menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat. Hanya saja, intensitas latihan harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kemampuan masing-masing individu.
Ia mengimbau masyarakat mengenali kondisi tubuh sebelum meningkatkan intensitas olahraga agar manfaat yang diperoleh tetap optimal tanpa meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
“Yang penting bukan menghindari olahraga, tetapi mengenali kondisi kesehatan dan kemampuan tubuh sebelum meningkatkan intensitas olahraga. Aktivitas fisik sebaiknya dilakukan secara bertahap, terukur, dan memperhatikan tanda-tanda peringatan dari tubuh,” kata Cut Arsy Rahmi.
Dengan menerapkan olahraga secara konsisten, bertahap, dan sesuai kemampuan, aktivitas fisik tetap dapat menjadi salah satu cara menjaga kesehatan jantung sekaligus mengurangi risiko penyakit kardiovaskular pada usia 40 tahun ke atas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Lima wartawan foto dan tiga kru kapal hilang kontak saat liputan Gunung Anak Krakatau. Basarnas memperluas pencarian pada hari kedua.
Pasutri Suyanto dan Dwi Astutiningsih kembali bertarung menjadi Lurah Dengok, Playen, setelah duel serupa terjadi pada pemilihan 2018.
Apple Event 9 September digelar pukul 00.00 WIB. iPhone lipat dan iPhone 18 Pro menjadi produk yang paling dinanti.
FIFA ASEAN Cup 2026 masuk kalender FIFA Matchday sehingga Timnas Indonesia berpeluang diperkuat pemain abroad.
Tol Jogja-Bawen Seksi 6 Ambarawa-Bawen ditargetkan beroperasi November 2026 setelah memasuki tahap Uji Laik Fungsi Operasi.
Cara edit foto 80-an di ChatGPT dengan fitur 80s Flashback. Simak langkah, prompt kustom, dan tips agar hasil foto retro lebih menarik.