KPU DIY Perbarui Data Parpol Jelang Tahapan Pemilu 2027
KPU DIY memutakhirkan data partai politik setiap semester melalui Sipol sebagai persiapan tahapan Pemilu yang dimulai pada pertengahan 2027.
Ilustrasi serangan jantung (Freepik)
Harianjogja.com, JAKARTA—Memasuki usia 40 tahun bukan menjadi alasan untuk mengurangi aktivitas fisik. Sebaliknya, olahraga secara rutin justru berperan penting menjaga kesehatan jantung dan membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular apabila dilakukan secara bertahap dan sesuai kemampuan tubuh.
Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit (RS) Sari Asih Sangiang, Cut Arsy Rahmi, mengatakan olahraga sebaiknya tidak dipandang sebagai ajang untuk mencapai intensitas tertinggi. Aktivitas fisik perlu diarahkan untuk membangun kebugaran sekaligus mempertahankan kualitas hidup dalam jangka panjang.
Tak Harus Olahraga Berat
Menurut Cut Arsy, manfaat olahraga bagi kesehatan jantung tidak selalu bergantung pada intensitas yang tinggi. Aktivitas sederhana seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, maupun olahraga aerobik lainnya tetap memberikan manfaat apabila dilakukan secara rutin.
"Yang terpenting adalah konsistensi dan peningkatan kemampuan secara bertahap. Tetap aktif bergerak, tetapi lakukan secara cerdas, bertahap, dan terukur," ujar Cut Arsy.
Ia menegaskan konsistensi menjadi faktor yang lebih penting dibanding memaksakan tubuh melakukan latihan berat dalam waktu singkat.
Intensitas Tinggi Perlu Diwaspadai
Meski olahraga memberikan banyak manfaat, Cut Arsy mengingatkan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi yang dilakukan secara mendadak dapat meningkatkan beban kerja jantung.
Risiko tersebut terutama perlu diperhatikan oleh seseorang yang memiliki penyakit jantung atau faktor risiko kardiovaskular yang belum terdiagnosis karena dapat memicu kejadian kardiovaskular akut.
Namun demikian, kondisi tersebut bukan berarti olahraga harus dihindari.
"Karena itu, memasuki usia 40 tahun bukan berarti harus berhenti berolahraga. Justru olahraga tetap penting, tetapi perlu dilakukan secara cerdas, bertahap, terukur, dan sesuai kondisi kesehatan," ujarnya.
Kenali Kondisi Tubuh Sebelum Menambah Intensitas
Cut Arsy menekankan olahraga tetap menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat. Hanya saja, intensitas latihan harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kemampuan masing-masing individu.
Ia mengimbau masyarakat mengenali kondisi tubuh sebelum meningkatkan intensitas olahraga agar manfaat yang diperoleh tetap optimal tanpa meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
“Yang penting bukan menghindari olahraga, tetapi mengenali kondisi kesehatan dan kemampuan tubuh sebelum meningkatkan intensitas olahraga. Aktivitas fisik sebaiknya dilakukan secara bertahap, terukur, dan memperhatikan tanda-tanda peringatan dari tubuh,” kata Cut Arsy Rahmi.
Dengan menerapkan olahraga secara konsisten, bertahap, dan sesuai kemampuan, aktivitas fisik tetap dapat menjadi salah satu cara menjaga kesehatan jantung sekaligus mengurangi risiko penyakit kardiovaskular pada usia 40 tahun ke atas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPU DIY memutakhirkan data partai politik setiap semester melalui Sipol sebagai persiapan tahapan Pemilu yang dimulai pada pertengahan 2027.
Jadwal SIM Keliling Jogja Sabtu 25 Juli 2026 tersedia di Alkid dan Balai Kota. Simak jam layanan, lokasi, dan syarat perpanjangan SIM.
Legenda sepak bola PSS dan PSIM Markus Fajar Listyantara meninggal dunia. Almarhum dikenal sebagai pelopor lemparan ke dalam jarak jauh di Indonesia.
PLN masih memberikan diskon biaya tambah daya listrik 50 persen hingga 27 Juli 2026. Simak syarat, cara klaim, dan ketentuannya.
Wapres Gibran kembali mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai langkah memperkuat pemberantasan korupsi dan pemulihan aset negara.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Kantor Pemda Bantul . Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.